Yang Terlupakan

Nasib..nasib..

Selalu menjadi yang terlupakan.
Sejak lahir sepertinya aku memang berbakat untuk terlupakan. Kehadiranku di dunia ini rasanya sangat samar, sampai-sampai beberapa kali terlintas dipikiran ini bagaimana seandainya kalau aku terlahir sebagai seorang ninja? Pasti aku akan menjadi ninja yang besar, sebab bukankah inti dari ninja itu sebenarnya adalah menyusup - bergerak secara rahasia - tanpa disadari oleh orang lain yang mana merupakan bakatku sejak lahir :p

Kemarin salah seorang temanku, John, pun mengaku bahwa dia adalah salah seorang yang lupa padaku. Ini masih tergolong wajar, yang lebih parah masih banyak. Simak saja kisah berikut ini:


5 Januari 2011.
Rasa muak berlebih akibat tak mengerjakan apapun dalam waktu lama membuatku menerima pekerjaan sebagai operator di salah satu warnet. Di situ ternyata ada seseorang, sama-sama operator juga, bernama Ariel (nama disamarkan). Setelah ngobrol-ngobrol aku pun tahu bahwa dia lulusan SMK 5, jurusan elektro, tahun 2009. Yang artinya, pada dasarnya kita seumuran, juga seumuran sama saudaraku yang juga sekolah di SMK 5. Aku pun bilang sama temenku, Ariel itu, kalau aku punya saudara yang juga sekolah di SMK 5.
Lalu aku tanya, "Kamu kenal ga? Namanya Azam (lagi-lagi disamarkan), tapi dia beda jurusan sama kamu. Dia ambil jurusan kimia..."
Awalnya Ariel ga begitu yakin, apakah dia mengenal saudaraku itu atau tidak, sehingga obrolan kami soal itu pun berakhir disitu saja.

***

Beberapa hari kemudian. Ariel tanya sama aku, "Loh, saudara kamu si Azam itu sekarang dimana?"
"Kalau ga salah, sekarang dia kerja di Kalimantan", jawabku.
"Ooh, berarti bener! Aku kenal kalau Azam yang itu.."

***

Selang beberapa hari, Ariel kembali bertanya padaku, "Yen, si Azam tuh saudara apa sama kamu?"
"Ung? Saudara apa ya? Jauh sih emang kayaknya, tapi yang pasti dia saudara aku.."
Faktanya ternyata kakek tiri-ku itu kakak-beradik dengan kakeknya si Azam (hal ini baru aku ketahui kemudian setelah aku bertanya pada ibuku).
"Ooh, saudara jauh toh, pantesan aja si Azam ga tahu pas aku bilang soal kamu ke dia"
Sialan, aku dilupakan, batinku. Aku hanya bisa tertawa menanggapi omongan si Ariel. Tertawa garing.

***

Esoknya ada friend request baru di facebook-ku. Aku lihat fotonya. Rasa-rasanya aku kenal wajah ini. Oh iya, ini si Azam. Langsung saja aku konfirm. Tidak lama kemudian ada pesan masuk di ponselku.
"Aslmkm, ini yen* bukan?"
"Bukan.Ini sapa ya?"
"Loh terus ini sapa? Aku dapet nomer kamu dari temenku, Ariel. Kata dia kamu itu saudaraku, bener ta?"
"Aku Yen**. Haha. Kamu Azam toh? Iyo. Kamu anaknya etek E*a sama Uda U*ang kn? Kakaknya G**fur sama adiknya R**ak, bener kn?"
"Aduh salah dikit ae..Iyo. Kamu kok tahu?(sudah pasti tahu lah, kamu kn saudaraku). Kamu Yen** yang mana sih?"
#Mohon maaf atas banyaknya penggunaan *, dikarenakan tidak inginnya penulis untuk menyebutkan nama asli dan ketiadaan ide untuk membuat alias :p
Setelah bicara panjang lebar, akhirnya ingatlah dia soal siapa aku ini. Tapi dia bilang dia sudah lupa bagaimana tampangku yang manis ini (beraninya!!). Dia pun menjadi orang kesekian yang meminta agar profil pic di facebook-ku diganti dengan foto yang lebih jelas menampakkan wajahku.

Yah, itu hanya salah satu contoh kejadian-kejadian yang membuktikan bahwa seringkali saya sering dilupakan orang. Kalian ga perlu bilang wow kok.


9 Responses so far.

  1. Gaphe says:

    hemm mungkin pas lagi pada lupa aja kalii.. mereka nggak maksud ngelupain. maklum, cowok kan gampang inget gampang lupa :P
    #ngeles..

  2. YeN says:

    hahaha.rasa2nya ga cuma yang cowok kq, cewe juga..
    hanya saja ceritanya dibahas nanti2 saja, di postingan yang lain.hehehe :p

  3. Untuk Yang Terlupakan

    Apatah yang diingat
    adalah sesuatu yang hangat
    Apatah yang dilupakan
    adalah sesuatu yang menekan

    Untuk apa diingat
    jika itu tidak hangat
    Untuk apa dilupakan
    jika memang tidak tertekan

    Lupa atau ingat
    hanyalah sebatas perbedaan
    bak angka satu dan nol
    yang saling komplemen

    Jika aku lupa
    maka bukan berarti lupa semuanya
    Jika aku ingat
    maka itulah poin dari rasa hangat

    *tambahbengitambahgeje

  4. YeN says:

    @john: koleng ta mas?Haha :p

  5. Huda Tula says:

    bwahahahahaha...

    naris dikit makanya. masa PP di sini cuman item doang.

    tips biar ga gampang dilupain: NARSIS!

  6. YeN says:

    hwehehe..
    susah mas jadi narsis itu..huhu

    btw, PPq ga cuma item doang koq, cuman extra gelap ajah.. :D

  7. kacho says:

    Bukannya karena ada "sesuatu" di kamunya ya?

    Alasan terlupakan kan bisa dari orang yang terlupakan dan melupakan.Klo emg orangnya lupa-an kayak aq sih,ya wajar aj(loh?).Tapi, klo banyak dilupakan, berati permasalahan ada di kamu.

    you're the only one who can shape who you are.bener kn?

  8. yahaha ... gapopo setitik kolengku merembah di sini :D

Leave a Reply