What Color Was The Girl's Dress

Y: I don't like that word 'memories'

X: Huh? Why not?

Y: I just dont. Remember the story in the elementary school reader?

X: What story?

Y: The one called "What Color was The Girl Dress." You read it?

X: No.

Y: Well, person A and person B are talking about the past. They start talking about a painting that was hanging on the halfpace of their elementary school. It's a painting of a girl picking flowers during a bright red sunset. You really never read it?

X: No.

Y: Person A says.. "That brings back memories!! The painting of that girl in yellow dress, right?" 
But B says.. "You've got it wrong. The girl's dress was bright red under the setting sun."
But A insists.. "Oh no, i'm sure of it. She was wearing a bright yellow dress shining in the sunset!!"
Both are insistent. "No, it was red." 
"No, it was yellow."
"Okay then. let's go there and check what color it was."
And the two return to their good old elementary school in anticipation, 'what color was the girl dress.'
X: What color was it?
Y: There was...no color in the picture. The painting was in the black and white. It was a painting with shades and shadows. The girl's dress was completely black, but in their memories, both people believed that the painting was in color. Get it? Human memories aren't reliable. You can believed something without color was in color. Your brain will add something or just glorify it.. memories make you believe what happened was better than it actually was. So I..don't believe in those so-called.."beautiful memories"
X: Then..what do you believe in?
Y: Nana-chan. Nana-chan. Definitely you, Nana-chan. Because you're here right in front of my eyes.

Terjemahan

Y: Aku tidak suka dengan kata ‘memories’

X: Huh? Kenapa?

Y: Ya tidak suka saja. Kamu ingat sebuah cerita di buku pelajaran SD dulu?

X: Cerita yang mana?

Y: Yang judulnya  ‘What color was the girl’s dress’. Kamu pernah baca?

X: Tidak pernah.

Y: Jadi begini, ada si A dan si B yang membicarakan tentang masa lalu mereka. Lalu mereka akhirnya mulai membicarakan tentang lukisan yang tergantung di dinding sekolah SD mereka. Lukisan itu menggambarkan  seorang gadis yang sedang membawa bunga di saat matahari tenggelam dimana saat cahayanya berwarna kemerahan. Kamu benar-benar belum pernah membacanya?

X: Belum

Y: Si A mengatakan..  “Lukisan itu mengingatkanku akan kenangan semasa SD. Gadis dalam lukisan itu memakai baju berwarna kuning kan?”
Tetapi si B mengatakan..  “Kamu salah. Baju gadis dalam lukisan itu berwarna merah terang dibawah sinar matahari senja.”
Tapi si A bersikeras.. “Tidak. Aku benar-benar yakin.  Gadis itu memakai baju berwarna kuning terang di bawah  matahari senja!!”
Keduanya tidak mau kalah. “Tidak, bajunya berwarna merah.”
“Tidak. Baju gadis itu berwarna kuning.”
“Baiklah, kalau begitu lebih kita ke sekolah SD kita dulu itu dan membuktikan apa warna baju yang dipakai gadis dalam lukisan itu.”
Akhirnya mereka berdua mengunjungi sekolah SD mereka dengan tujuan untuk memastikan apa warna baju yang dipakai gadis dalam lukisan itu.

X: Jadi, apa warnanya?

Y: Tidak ada..Tidak ada warna dalam lukisan itu. Lukisan itu adalah lukisan hitam-putih. Itu semacam lukisan yang menggunakan arsiran. Baju gadis dalam lukisan hanya berwarna hitam, tapi dalam ingatan mereka, keduanya yakin bahwa lukisan itu berwarna. Sekarang kamu paham? Ingatan manusia itu tidak dapat dipercaya. Kamu bisa meyakini sesuatu yang tak berwarna sebagai sesuatu yang berwarna. Otakmu akan menambah-nambahi ingatan itu dengan sesuatu yang membuatnya lebih indah. . Ingatanmu membuatmu percaya bahwa apa yang terjadi lebih indah daripada yang sebenarnya. Jadi aku..aku tidak percaya dengan apa yang mereka sebut dengan ‘beautiful memories’.

X: Lalu.. Apa yang kamu percayai?

Y: Nana-chan. Nana-chan. Sudah pasti kamu, Nana-chan. Karena kamu ada disini sekarang, tepat di depan mataku.



Tambahan:
-Abaikan soal rayuan di akhir percakapan :p
-Jangan sangkut pautkan YeN dengan kalimat "I don't like that word 'memories'." Karena kenyataannya adalah sebaliknya.
-Aku tidak merekomendasikn untuk membaca komik ini. Aku hanya merekomendasikan cerita di atas yang terdapat dalam komik ini.
-Mohon maaf bila terjemahannya tidak terlalu bagus.

22 Responses so far.

  1. Gaphe says:

    wah, kayaknya harus panggil penerjemah deh. *halah.

    Sama kayak mimpi, kita tidak hanya melihat hitam putih.. berwarna, namun terkadang kalo udah bangun lupa lagi semalam mimpi apa, warnanya apa.. iya nggak sih?

    yaah.. kesimpulannya perdebatan kedua bocah itu nggak penting. hihihi.. lah wong dibuktikan ternyata malah hitam putih gitu

  2. YeN says:

    @Gaphe: hihihi..begitukah pendapat anda? :)

  3. Huda Tula says:

    means, rather than fighting for your past (memories), why not enjoying the here and the now??

  4. Kayaknya akhir-akhir ini si Eks sama Yen jadi sering ngobrol nih. :)

  5. hm ... ingatan manusia memang payah, tapi tak semuanya begitu
    aku masih bisa mengingat banyak hal dengan detail :)

  6. ingatan manusia memang payah, namun tak semuanya begitu
    aku masih bisa mengingat banyak hal dengan detail :)

  7. Aina says:

    pertanyaannya : kok lukisannya awet bener nangkring di tembok kelas ya???? ga diganti2 juga.hahaha

  8. lebih seru bacanya kalo ada komiknya langsung.... hehehe

  9. Eks says:

    kenapa ngga langsung diterjemahin aja siih?. kan ngga semua pembaca blogmu ngerti bahasa inggris... :3

  10. YeN says:

    @Huda: haha, iya juga..

    @Hoeda Manis: hiyaah..ini bukan X dan Y hanya untuk mewakili saja om, bukan Eks dan YeN..

    @John: hmm..memangnya apa yg masih kau ingat dengan detil?

    @Aina: dana-nya belum ada buat ganti mbak, haha :p

    @Noeel: memang benar. silahkan klik link-nya aja kalo mau baca komik online-nya :)

    @Eks: oke, request diterima. nanti aku terjemahin. terima kasih masukannya :)

  11. Eks says:

    Kyaaa... Baru nyadar ada komennya om Hoeda Manis *siul-siul*

  12. Eks says:

    Kyaaa... Baru nyadar ada komennya om Hoeda Manis *siul-siul*

  13. @Eks, emang kenapa kalo ada koment-ku...? Dan kenapa kamu siul-siul?

    @Yen, tolong jangan panggil Oooooom.

    Si X dan Y ini emang cocok. :D

  14. cara dia tersenyum padaku dan marah-marah di depanku

  15. YeN says:

    @Eks: haha

    @Hoeda Manis: trus panggil apa dong oooom.. :p

    @John: siapa? 13xy?
    hahahh, sudah kuduga :D

  16. Huda Tula says:

    eh, iya juga ya, kenapa si eks siul-siul?? hahahah jadi curiga

  17. lailly says:

    :)) ternyata warna memory itu tergantung dari siapa yang merasakannya ya....

    kakaaaaaaak.... permisi bagi info ya... mohon dimaklumi


    Urgently Required
    Easy Speak, A fast-growing National English Language Consultant, is hunting for
    English Tutors (English Teachers)
    Qualifications:
    1) Competent, Experienced, or Fresh Graduates
    2) Proficient in English both spoken & written
    3) Friendly, Communicative, & Creative
    4) Available for being placed in one of the following cities:
    a. Pekanbaru 0761-7641321/ 081 363 133 003 (Ms Lie)
    b. Balikpapan 0542-737537
    c. Batam 0778-460785
    d. Palembang 0711-350788
    e. Banjarmasin 0511-7069699
    f. Makassar 0411-451510
    g. Semarang 024-3562949
    If you meet the qualifications above, please send your resume to: easyspeak.recruiting@gmail.com.
    Or contact our branch offices mentioned above to confirm prior to sending your resume.
    Deadline: June 31th, 2011.
    Visit http://www.easyspeak.co.id for further information.
    Make sure that you won’t miss this golden opportunity as the day after tomorrow might be too late for you to compete for this position

  18. YeN says:

    hemmm mungkin bisa dibilang begitu..
    yaaa silahkan.. :)

  19. cerita ini benar adanya :D
    aku sempat berdebat dengannya masalah warna :D
    dan lagi2 aku yang kalah
    karena yang aku debatnya tentang warna yang dia pakai :P

  20. YeN says:

    ahahha terbukti komenmu di atas itu tidak terlalu benar. sepertinya ingatanmu juga payah :))

Leave a Reply