Si Keponakan

Di suatu sore keponakanku datang ke rumahku. Begitu masuk rumah dia langsung laporan.

K : Te, sekarang aku punya ikan. Kemarin dibeliin sama ayah banyak, Te.
Y : Oh? Iya ta? *sok2 peduli
K : Iya. Enak Te, sekarang akuariumku ada silver e..
Y : Hah? Silver? Apa itu? *mulai penasaran
K : Itu loh Te, yang silver. Jadi enak sekarang air nya bersih terus ga usah nguras-nguras lagi.
Y : Ooouwalaaah... filter tah? *baru ngeh

Monolog : Semuanya Kamu

Sudah aku duga kalau telpon masuk itu tadi pasti dari dia.

Oh ya?

Iya. Aku bahkan tahu kalau itu dia sebelum aku membaca nama yang tertera di layar HP-ku.

Bukannya kamu memang selalu mengira setiap telpon yang masuk berasal dari dia? Lebih tepatnya setiap ada telpon masuk, kamu selalu berharap kalau itu berasal dari dia...

Ah iya juga ya. Heemmmm..

Majang Status Orang



 
status dari temannya teman saya di facebook











---
btw saya ga pake ijin gapapa kan ya? -.-a

Langsung Dari Puskot

Judulnya udah kayak siaran langsung sepak bola aja ya? Haha.
Saya memang menulis postingan ini di Puskot Surabaya. Berhubung hari saya ga kerja, tepatnya memaksa Pak Bos buat ngijinin saya ga kerja, maka saya numpang ngenet di Puskot. Sebenarnya saya mau sekalian puasa ngenet dulu dikarenakan saya ijin ga kerja, tapi kok dari kemarin saya udah gatel pengen bales komen dan BW ke blog nya teman-teman. Jadi deh, saya disini sekarang numpang internet gratis sekalian balikin buku yang udah telat 5 hari.

10 Things About YeN

Anda kira saya akan menulis tugas tag ini dalam bahasa Inggris? Anda salah, bahasa Inggris nya cukup di judul saja. Kalau semua saya tulis pakai bahasa Inggris bisa-bisa seminggu baru jadi nanti. Haha.

Tugas tag ini saya dapat dari 3 orang sekaligus yaitu Eks, Huda Tula, dan Adryan Nurdien. So, buat ketiganya saya sudah tidak punya hutang yaa..Hehe :D

Hitam Putih

Sisi Hitam Putih
~tidak berbeda, tidak juga berseberangan.sesungguhnya berdampingan~
 
oleh: fariacchi


Judul : Hitam Putih
Penulis : Rifka Nida Novalia
Desain Cover : Huda Tula


Gondongan

Ada yang pernah tahu apa itu gondongan?
Gondongan atau Mumps juga disebut Parotitis Epidemika adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Paramiksovirus(paramyxovirus). Yang terkena biasanya adalah kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak diantara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan disertai nyeri. Penyakit ini tergolong penyakit menular walaupun tidak seganas campak atau cacar air, biasanya ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari bersin atau batuk penderita atau karena bersentuhan langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita.

Lampu Lalu Lintas

"Tuh orang emang diterusin aja jalannya, nah A bukannya kurangin kecepatan malah makin kenceng, jadinya nabrak deh!! Emangnya A ga liat apa?! Orang aku yang dibonceng di belakang aja keliatan kok! Makanya kalo naik motor itu yang konsentrasi!! Kamu itu A, selalu kayak gitu!!"

"Ya salah orang itu dong ngelanggar lampu merah..trus muncul tiba-tiba dari arah kanan.."

"Tadi itu lampunya orang itu masih kuning, nah lampu kita barusan nyala ijo. Ya kamu yang salah! Harusnya kamu nge-rem gitu! Kurangin Kecepatan! Liat aja kamu yang nabrak bagian belakang motornya orang itu!!

---

Hhah, mana ada lampu lalu lintas menyala hijau saat lampu lalu lintas yang menjadi lawannya masih menyala kuning?? Kalau benar seperti itu, bisa kres semua... Sudah jelas aku melihat lampu itu hijau saat aku masih agak jauh, jadi sudah pasti seharusnya lampu orang itu sudah merah.. #plis deh!

---

The man with the greatest soul will always face the greatest war with the low minded person. ~ Einstein

Cinta Biru

Kapan hari, tepatnya sekitar minggu lalu saya pinjam sebuah buku dari perpustakaan. Segera setelah aku memutuskan untuk meminjam buku itu, aku ingat aku pernah membaca sekilas buku itu untuk mempertimbangkan mau kupinjam atau tidak. Rupanya mungkin saat itu aku sedang membaca bagian yang tidak menarikku untuk meminjamnya sehingga akhirnya tidak jadi. Tapi kali kemarin itu kebetulan aku membaca bagian yang menarik, setidaknya menurutku., sehingga kuputuskan untuk meminjamnya. Inilah bagian itu..

Antara Takhayul dan Tidak

"Aku sudah ngantuk nih. Aku bobo' dulu ya.."
"Yah, udah mau tidur aja sih? Ntar aja kenapa?"
"Ya, tapi aku udah ngantuk nih. Besok pagi aku masih harus kerja juga lagi."
"Hemmmmmmmm, iya deh."
"Ya udah, aku bobo' dulu ya. Kamu juga bobo' ya, jangan lupa mimpiin aku, hehe. Oyasumi.."
"Haha.. Oyasumii.."

Trekk. Tuuut..Tuuut...Tuuut..
Sambungan telepon kami terputus.

Hhhhh, aku ga mau mimpiin kamu. Bukan. Aku bukan sungguh-sungguh tidak ingin kamu muncul dalam mimpiku. Hanya saja aku tidak ingin kamu pergi. Empat kali, ah tidak, lima kali. Lima kali aku memimpikan orang berbeda yang dulu aku sayang, dan kelima orang yang itu kemudian pergi setelah aku memimpikan mereka. Aku tidak mau kamu berakhir sama seperti mereka yang dulu. Aku lebih memilih tak memimpikanmu dari pada melihatmu pergi..


Maaf

Assalamualaikum..

Aku kirimkan salam yang sudah aku ketik di chatbox. ID-mu sudah kulihat online sedari tadi. Sedari tadi pula aku menunggu kau memberi salam padaku seperti biasanya, sampai akhirnya aku putuskan untuk menyapamu terlebih dahulu.

Tik tok tik tok, waktu berjalan. Aku mulai sebal menunggu balasan salam darimu. Ah sudahlah aku log out saja.

---

Wa'alaikumsalam..

Aku temukan balasanmu pada esok harinya di offline message. Dengan masih ada sisa sebal yang kemarin aku membalas pesanmu.

Tadinya aku mau tanya kabarmu. Tapi kamu lama balasnya. Aku jadi males.

Tak lama kemudian kau muncul, kau membalas.

Saya lagi sibuk.

Cuih, jawaban macam apa itu?!? Darahku makin naik. Apa kau tidak tahu kalau aku kangen?! Apa kamu ga kangen ya sama aku?! Sudahlah, aku tidak mau peduli lagi!! Kalau besok kamu menyapaku lagi aku tidak akan peduli, paling tidak aku akan marah habis-habisan. Huh!!

---

Ting Tong! Suara pemberitahuan jika seseorang online berbunyi. Aku tengok. Ehm, rupanya itu kamu. Ayo coba kita lihat, apa kamu akan memberi salam seperti tidak terjadi apa atau apa? Kalau kamu lakukan itu, lihat saja, kamu akan aku jutek-in habis-habisan. Lalu tak lama muncul kotak pesan darimu.


Maaf ya kemarin-kemarin saya balasnya lama.

Hiks! Kenapa aku begitu lemah pada kata maaf..
Kata maafmu membuat aku lupa akan marahku. Tak lama, kubalas pesanmu..