Mas Sendok dan Mbak Garpu

Saya mau coba bikin cerita, dongeng mungkin, coba dengar ya..

Di suatu masa, di suatu zaman, di suatu tempat dimana benda-benda juga punya perasaan, telah bertemu mas Sendok dan mbak Garpu. Pertemuan biasa. Diakibatkan oleh sebuah perdebatan mengenai peralatan makan
yang akan dipakai untuk makan malam.

"Kita akan masak apa untuk malam nanti?"
"Mau masak apa juga boleh. Apa pentingnya?"
"Dasar bodoh, hal ini penting untuk menentukan peralatan makan apa
yang akan kita pakai nanti. Kau tahu kita punya banyak macam."
"Baiklah, aku pikir kita masak soto saja."
"Oke, kita perlu mangkuk, sendok dan garpu. Kita pakai Blueberry set saja."
"Tapi garpu dari dinner set itu sudah hilang."
"Kau ambilkan saja dari set yang lain, yang sekirannya cocok."

Begitulah, saat makan malam tiba, bertemulah mas Sendok dan mbak Garpu di meja makan. Tak disangka keesokan harinya mereka bertemu lagi, begitu juga hari berikutnya, berikutnya dan untuk hari-hari berikut lagi. Panjang cerita mas Sendok ada hati sama mbak Garpu begitu juga sebaliknya. Tapi...

"Maukah kamu menjadi pasanganku untuk seumur hidupku?"
Mbak Garpu cuma diam.
"Kenapa kamu diam? Aku tak pantas buatmu ya?"

Mbak Garpu masih diam. Mbak Garpu tahu benar bahwa itu salah. Dia berjanji dalam hati akan menjawabnya besok ketika berpasangan dengan mas Sendok lagi di acara makan malam. 

Manusia, eh mmm benda bisa berencana tapi takdir bukan kita yang tentukan. Makan malam keesokan harinya masakan disajikan dengan dinner set lain, sendok lain, garpu lain, tidak menggunakan mas Sendok ataupun mbak Garpu. Sudah barang tentu mereka tak bertemu. Tersimpan dalam kumpulan dinner set yang berbeda, dalam rak yang berbeda, juga lemari yang berbeda. 

Akankah mas Sendok bertemu lagi dengan mbak Garpu? 
Dapatkah mbak Garpu menyampaikan jawabannya?
Apakah mereka akan menjadi pasangan untuk selamanya atau mereka akan sudah menemukan pasangan yang lain? Hanya Tuhan yang tahu.
Alasan kenapa mbak Garpu diam? Hanya mbak Garpu, dan tentu saja Tuhan, yang tahu :)

Nah, bagaimana ceritaku, apa pendapatmu?
Aku pikir aku tampak seperti meracau..

12 Responses so far.

  1. keren juga nih postingan ...
    takdir memang selalu begitu

  2. rabest says:

    walah, ra rampung mbak dongengnya... :p

  3. dongeng nya unik, tapi perpisahannya kurang menyedihkan, mungkin baiknya kalo si mas garpunya rusak(mati), biar si mbak sendoknya GALAU terus nangis2 gitu... *sindromsinetronindonesia :D :p

  4. ini ada lanjutannya ato emang cuman bikin penasaran?? o.o

  5. hmm, dongeng karanganmu sendiri ini yen?

  6. YeN says:

    @Iskandar: makasih2..

    @rabest: udah sampe situ aja. masih belum bisa membaca masa depan soalnya pi :))

    @KoskakiUngu: saya sedang tidak berminat diri saya sendiri terlalu galau :))

  7. YeN says:

    @Honeylizious: iya :)

    @Adryan: ga ada lanjutannya din. tapi ga tahu juga sih :P

    @Yus: iya yus. gimana menurutmu?

  8. lumayan juga :D

    pasti kamu terinspirasi dari iklan sunlight ya? :))

  9. Huda Tula says:

    rrr idenya keren....cuman terkesan pengen diselesein cepat-cepat.

  10. Kacho says:

    Apa ini ada hubunganx dg itu??
    #abstraksi sndri

  11. YeN says:

    @Yus: iya ya, jadi mirip iklan sunlight ya :D

    @Huda: makasih :D
    iya mas, udah ga tahan ngetiknya pake hape ~.~

    @kacho: kehidupan ini seperti mata rantai, semuanya saling berkaitan. hauhauhau :P

Leave a Reply