Ketidaktahuan Adalah Anugerah (Terkadang)

Dulu sewaktu masih bekerja di suatu department store, tidak jarang kami kedatangan customer orang asing yang tidak bisa bahasa Indonesia. Syukurlah, entah dengan cara bagaimana, bisa juga terlaksana sebuah transaksi jual beli.

Sampai suatu hari, ada customer bule yang menghampiri stand milik temanku, namun rupanya temanku itu sedang tidak ada ditempat. Maka aku dengan seorang temanku yang lain pun menggantikan temanku yang kebetulan sedang tidak ada itu untuk melayani customer tadi. Akhirnya si customer mengatakan akan membeli 2 produk milik temanku itu. Kami pun mengantarnya ke kasir.

Dalam perjalanan, si customer rupanya mampir di stand yang lain juga. Dia memilih untuk membeli beberapa produk juga di stand itu. Singkat cerita dia merasa terlalu banyak membeli, dan merasa harus membatalkan salah satu. Dia bingung memilih akan jadi beli 2 produk yang kubawa dan 1 produk dari stand satunya, atau beli 1 produk yang kubawa dan 2 produk dari stand satunya. 

We are salesgirl. Tentu kami ingin produk kami yang terjual paling banyak.

Begitulah. Akhirnya si customer lebih memilih pilihan kedua. Si customer mengatakan "I'll buy this 2, because you are more beautiful than her" pada penjaga stand satunya sambil nunjuk aku.

Setelah si customer berlalu, para penjaga stand yang tadi pada bilang "ngomong apa sih tuh bule tadi? Ga ngerti deh.." Entah mereka benar-benar tidak tahu atau hanya pura-pura tidak tahu, yang jelas saat itu aku ingin aku tidak tahu apa yang bule itu katakan. 

Bukannya pengen dibilang cantik, cuma nyesek aja. *tendang tong sampah*



-Terkadang menjadi lebih tahu dibanding orang lain membuatmu menjadi 
yang lebih terluka dibanding orang lain-

L'arc~en~ciel - Shine

How can I shine on you, if the darkness was me? #tsaaah





I want to shine on you
And always like the dazzling sun
I will defend you from all the darkness
This is the truth from my heart

kokoro no oku tsunagetara shinjite moraeru no ni
shikata nai sa mezameru made boku wa kiete mo ii yo
ima mienakute mo nakusanaideite
sono yasashisa wa muda ja nai

kaze ni notte ukabi koko ja nai doko ka e
umi wo koe toki wo koe kitto saku darou

sabishikute mo miwatashita tokoro de shinjitsu wa nai yo
sore wa sotto kimi no mune no uchigawa de
hisoka ni kizukiyuku mono

dakara kono omoi wa dare ni mo makenai
mahou no you iroasenai yuiitsu no kagayaki
sono kisetsu ga kimi ni otozureru
tokoro made tsukiau yo saa, daichi wo kerou

kaze ni notte ukabi koko ja nai doko ka e
umi wo koe toki wo koe kitto saku darou
itsu no hi ni mo itsu mo sonna kimi wo
taiyou no you ni zutto mimoretara ii na

I want to shine on you
And always like the dazzling sun
I will defend you from all the darkness
This is the truth from my heart

Curhat Aja

Hari Minggu yang panas. Saya harus ke perpus buat balikin buku yang udah terlambat 4 hari tapi masih belum kelar juga dibaca.

Sampai di perpus. Lihat-lihat buku. Jadi keinget sama sebuah buku yang pernah saya baca sedikit, menarik, dan hampir saya pinjam tapi ga jadi lantaran batas peminjaman yang maksimal cuma 2 buku. Sebuah buku yang kalau tidak salah ada tulisan "Kumpulan Cerpen Tanpa Nama". Sebenarnya tidak persis seperti itu sih, tapi pokoknya maksudnya begitu lah. Buku itu berisi kumpulan cerpen yang oleh pengarangnya tidak diberi judul.

Sudah tak terhitung berapa kali saya mencoba mencarinya kembali, tapi sampai sekarang saya masih juga belum berhasil menemukannya. Berhubung saya tidak ada kegiatan lain, saya putuskan untuk mencarinya lagi kali ini. Dengan lebih sungguh-sungguh mungkin.

Setelah mendapat petunjuk dari rak mana sebaiknya saya mulai (*halah), saya pun mulai mencari. Satu per satu buku saya baca judulnya dan perhatikan dengan cepat, tepat dan seksama. Dari rak timur ke barat. Dari berdiri, jongkok, sampai berdiri lagi. Dari sebelum jam 12 sampai sekitar jam 1, masih ga nemu juga. Kalau sudah begini, semua yang ada di perpus bisa jadi salah. Hal-hal yang biasanya termaklumi bisa menjadi tak termaafkan.

"Ah kenapa dulu ga aku pinjem aja ya?"
"Kenapa dulu ga aku inget-inget judul bukunya sih? Nama pengarangnya juga, malah mungkin perlu sekalian nama penerbitnya biar gampang carinya."
"Kenapa sih katalognya perpus ga bisa dipake gini? Masa rusak kok terus..Koneksi internetnya lemot? Harusnya ganti provider dong! Atau jangan-jangan teknisinya yang bego, ga bisa maintenance. Ini instansi pemerintah kok pelit banget! Percuma dong gratis kalau tidak memuaskan."
"Ini juga buku fiksi indonesia jadi ada di bagian fiksi inggris? Ga pernah dikontrol apa ya? Pegawainya ngapain aja sih? Makan gaji buta nih! Padahal gaji dari instansi pemerintah begini biasanya gede.. Sayang sekali, ckckck."

Daripada semakin membuang waktu dan semakin sebal, saya putuskan untuk pulang. Saya menyerahkan buku yang ingin saya kembalikan, perpanjang, dan pinjam. Dikarenakan buku yang saya kembalikan terlambat, oleh petugas bagian belakang saya disuruh membayar dendanya dulu di bagian depan, dan ternyata di depan itu antriannya panjang sodara-sodara.

Awalnya saya sabar. Ada seorang ibu yang mengembalikan buku yang terkena denda, sekaligus meminjam beberapa buku baru. Seharusnya setelah bayar denda, transaksi peminjaman ibu itu dilakukan di belakang, terlebih lagi keadaan di depan sedang ramai. Tapi eh tapi ini malah dilayanin di situ juga. Padahal nih, masih ada saya serta dua orang mas-mas yang mau daftar jadi anggota nungguin. Mungkin mbak penjaga bagian depan ini sungkan kali ya kalau mau nyuruh ibu itu pinjam ke belakang, saya bisa maklumi. 

Penjaga loker yang merangkap sebagai petugas yang mematikan alarm buku ternyata sedang tidak ada di tempat, sehingga saat ada customer(sebut saja begitu) yang mau ambil tas atau mematikan alarm bukunya harus nunggu lama, dan akhirnya si mbak bagian depan itu yang terpaksa mengambil alih tugas penjaga loker. Mengakibatkan penantianku semakin lama. Oke, ini karena terpaksa, saya maklumi. Saya masih sabar.

Mengenai petugas yang tidak ada ditempatnya pada saat jam kerja ini sudah pernah saya komplain sebelumnya. Waktu itu hari jumat, saya sadar itu waktunya solat jumat bagi yang laki-laki, tapi kok dengan tidak sopannya para customer ditinggalkan juga oleh pegawai wanitanya, mereka bilang istirahat. Pengen rasanya saat itu saya rampok perpusnya gara-gara ga ada yang jaga. Sungguh menggelikan. Makanya langsung saya komplain. Eh ternyata sekarang kejadian lagi. Situasi yang agak beda tapi sama saja.

Tak lama, ada mas-mas yang sepertinya seperti...ga tau lah apa. Yang jelas, dia bilang ke mbak penjaga bagian depan ini supaya menyuruh orang yang melakukan transaksi pinjam(mungkin yang dimaksud ibu2 yang tadi) untuk pinjam ke belakang sehingga ga ngantri seperti itu. Si mbak bilang "semuanya ngembalikan mas". Saya diam saja.

Setelah lama melayani ibu yang tadi, lalu melayani dua orang mas yang mau daftar anggota, pas giliran saya dia tanya 
"Mau ngembalikan mbak?"
Aku jawab "iya, bayar denda mbak"
"Mau pinjem ya?"
Karena memang saya mau pinjem lagi saya jawab "iya"
"Kalau mau pinjam, di belakang mbak."

Siaaaaaaaal!!! Saya juga tahu kalau mau pinjam itu dibelakang! Saya ini mau bayar denda tauk! Kamu belum tahu siapa saya hah?!?!

Sungguh tadi pengen rasanya bilang begitu ke mbaknya. Orang aku udah nunggu lama gini juga. Untung aja ga jadi.

Saya jawab "saya mau bayar denda embaaak..." dengan penekanan yang tidak biasa. DAn si mbak diam.

Hmmmmmm, apa saya aja yang sedang darah tinggi ya? *istighfar* :P

Simplify Me

Aku ini kerumitan. 
...

Hei, aku belum selesai bicara. Kalian mau kemana?
Ck, selalu saja begitu. Baru saja mendengar kata rumit dan orang-orang akan mulai gelisah, berupaya sebisanya untuk menjauhinya sesegera mungkin.

Pengecut.


X = X - 1

Saya lagi keranjingan bikin screenshot dari hape nih :P

Sungguh keranjingan yang teramat ketinggalan zaman, secara bikin-bikin screenshot sudah jadi hal yang biasa sekarang ini. Biar ga terlalu ga penting, maka mari kita bahas satu hal yang aneh kali ini. Coba perhatikan  screenshot dibawah ini :




Terlihat dengan jelas kan, kalau komentarnya ada 7..
Namun coba perhatikan screenshot berikutnya..



Nah, kenapa komennya malah jadi 6???????
Kalau tidak percaya, sekarang coba saja buka home perhatikan jumlah komennya. Lalu lihat entri-nya secara keseluruhan di Sherlock Holmes says (II). Bagaimana?

Kenapa bisa begitu?
Entahlah. Keanehan memang tidak ada habisnya di dunia ini.

Ini Ketoprak, Bukan Ludruk

Dahulu kala, saya berkenalan dengan seorang teman yang tinggal di Jakarta. Bak duta kuliner, kita jadi mempromosikan makanan khas masing-masing daerah. Dia penasaran sama lontong kupang dan lontong balap, sedang saya jadi penasaran sama yang namanya ketoprak.

Saya dulunya ga pernah terpikir akan bisa nemuin ketoprak di Surabaya, tapi mungkin saya dan ketoprak memang jodoh ya, hingga akhirnya saya bisa juga nemuin tempat yang jualan ketoprak. Terlebih lagi, ternyata tempatnya ga jauh-jauh amat dari rumah saya. Tepatnya di daerah Baratajaya.

Tempat ini sudah saya temukan cukup lama sebenarnya, tapi apa daya saya baru bisa mengunjunginya hari Minggu tanggal 4 Maret 2012 ini (detil amat sih??). Bagi yang belum pernah melihat penampakan ketoprak seperti saya yang dulu, YeN yang baik hati ini akan memberikan fotonya untuk anda.. :P

Before : Fresh from paklik tukang ketoprak

After : Orang beriman makan tak disisakan


Kalau kalian, udah pernah makan ketoprak belum?


Sherlock Holmes says.. (II)

From A study in Scarlet by Sir Arthur Conan Doyle


"Dari setetes air, seseorang yang mengandalkan akal sehatnya bisa menentukan apakah air tersebut berasal dari samudra atlantik atau air terjun niagara, meskipun ia belum pernah melihat kedua tempat itu. Jadi, seluruh kehidupan dapat diumpamakan seperti sebuah rantai besar, yang sifat-sifatnya dapat dikenali bila kita memperoleh mata rantainya. Seperti semua ilmu lain, kemahiran menyimpulkan dan analisis hanya bisa diperoleh dengan belajar dalam waktu yang lama dan dengan penuh kesabaran. Sayangnya, hidup manusia tidak cukup panjang untuk memungkinkan siapapun mencapai kesempurnaan dalam bidang ini."

Memenuhi Janji Kemarin : Cara Hilangkan Blog Title

Bersambung dari entri saya kemarin, sekarang saya akan menunjukkan dimana seharusnya meletakkan kode

visibility  = hidden;
Berikut screenshotnya..



Berhubung format penulisan kode html itu beda-beda tergantung orang yang bikin awalnya, maka kalian harus mencoba memahami sendiri. Pokoknya intinya taruh di header area di bagian title-nya. Lalu dibawah "color: blabla.." itu.

Beuh, saya kok jadi sok pintar sekali ya..
Kalau ada yang salah, mohon koreksinya ya..

Edit Template Pertama YeN

Saya dulu pernah bilang kalau saya ingin bisa edit template sendiri. Sekarang setelah saya kerja saya mendapatkan kesempatan itu, walau otodidak juga sih, cuma jadi punya kesempatan buat otak-otik aja. 

Jangan membayangkan yang terlalu canggih dulu, saya otak-atiknya masih taraf belajar ngesot kok.

Jadi ceritanya nih kemarin itu saya udah ga betah liat blog tempat kerja saya yang menurut saya terlalu gelap, dan kurang cakep pula. Saya pun tanya ke masbos apa saya boleh ganti template-nya. Masbos bilang boleh(malah kelihatannya seneng tuh), maka saya pun mulai berburu template gratis yang bisa di download. Saya temukan satu yang pas sekali, tapi sayang template itu temanya restoran, bukan toko baju seperti tempat kerja saya. Alhasil saya pun harus mengganti gambar header backgroundnya. Seharusnya ini gampang kalau bisa dilakukan melalui edit page element di dashboard, tapi sayangnya template satu ini tidak bisa sodara-sodara. Yang ini harus dari html-nya. Saya bingung ngeliatin coding html-nya, ini yang harus diganti yang mana ya?

Setelah dengan tabah dan sabar ngeliatin html-nya, saya bisa ganti backgroundnya. Tapi permasalahan lain muncul. Ini judul blognya kenapa jadi tumpang tindih??? Kenapa ga bisa di ilangin juga?!? Saya mulai panik dan frustasi. Masa gagal sih... batinku.

Setelah bertanya-tanya, cari pencerahan kemana-mana, ternyata caranya gampang sodara-sodara. Cukup menambahkan 
visibility : hidden;

di.....
Duh, saya lupa lagi dimana. Besok deh saya kasih screenshotnya(update : screenshotnya ada di sini). Sekarang saya kasih screenshot blog yang udah saya ganti dulu aja yah. Check it out!


Bagus gak tuh? *smug*

#sungguhinicumaentripameryanggapenting