Demi Kebaikanmu


"Kamu mau jadi pacarku?"
Hah?!
Aku shock.
"Kamu suka aku?!", tanyaku tak percaya.
Dia mengangguk. 
Aku tersipu. 
Aku senang. 
Aku terdiam. 
Kemudian aku berpikir.


---

Saat itu ujian caturwulan 3 kelas 3 SD sedang berlangsung. Suasana kelas entah kenapa lebih riuh daripada biasanya. Ada yang minta contekan, ada yang memberi contekan, ada yang ngobrol dan ada yang saling ejek. Yang terakhir itulah yang tadinya aku dan dia lakukan sebelum akhirnya dia mengagetkanku dengan pertanyaannya.

"Hei kenapa diam? Kamu mau jadi pacarku?", tanyanya mulai tak sabar.
"Emmm...Kamu beneran suka aku?", aku mencoba mengulur waktu.
"Iya", dia mengangguk lagi.

Ukh! Tak bisa lagi aku menahan senyum bahagia. Akupun memalingkan wajahku. Jangan sampai dia melihatku tersenyum. Beberapa teman yang tanpa sengaja ikut mendengar pun mulai menyoraki kita. Hampir saja aku utarakan perasaanku. Tapi kemudian aku berpikir. Aku kuatkan hati. Aku palingkan wajahku ke arahnya lagi.

"Kamu serius? Aku? Pacaran sama kamu? Orang kamu jelek gitu..Hei, kita ini kan masih kelas 3 SD.."

Aku langsung menyesalinya bahkan sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Tidak seharusnya aku berkata seperti itu, tapi aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan. Seharusnya aku bisa mengatakannya dengan kata-kata yang lebih baik lagi.

Bukan. Tentu bukan karena aku tidak suka kamu. Hanya orang rabun yang akan sepakat bila aku bilang kau jelek. Kamu siswa paling keren di angkatan kita. Ya, aku justru sangat suka kamu, bahkan sudah tak terhitung berapa kali aku mengkhayal kalau kau dan aku akan saling suka. Aku pasti akan senang sekali, pikirku dulu. Faktanya aku memang senang, tapi disertai dilema. Dilema yang luput dari perkiraanku.

Bukan juga karena malu dilihat teman-teman -walau memang iya juga sih sedikit. Tapi alasanku yang paling mendasar adalah ini demi kebaikan kita, kebaikanmu. Kita baru kelas 3 SD, akan masih sangat lama bagi kita, dan itu masalahnya. Semakin lama maka akan semakin berbahaya. Ingat, kita manusia. Aku tak ingin kau, dan juga aku, terjebak dalam kesalahan. Kalaupun nantinya kau melakukan kesalahan, aku tidak ingin menjadi orang yang menggiringmu atau bahkan mendukungmu melakukan kesalahan itu.

Maaf mungkin kau terluka. Sebut saja aku kasar. Sebut saja aku jahat. Sebut aku munafik. Sebut saja aku tidak pengertian. Sebut saja aku tidak peka. Aku terima.

Ini memang tanggung jawabku. Ini demi kebaikanmu.

---

This is just not the time dear.

26 Responses so far.

  1. Wew, kisah nyata ya :P

  2. Kelas 3 SD udah naksir2an? *shock*

  3. Wew.. .shock berat aku yen.. kata pembuka e ae ngeri @@
    "Kamu mau jadi pacarku?"
    Deg!

    kalimatnya wew.....

    sepakat deh dengan kata-katamu, dan jangan su'udzon melulu ya, dia tidak meremove mu kok @@ haha.... cuma offline aja #loh loh komen apa ini

  4. hadu... masih kacil gak bole pacaran :D

  5. oh y, rada g sreg judulnya, mungkin yang lebih tepat for your own good kali ya,demi kebaikanmu kan?? kind itu lebih ke ramah deh.. haha @@

  6. Enny Law says:

    wah wahh,
    cinta pertama nih? :P

  7. cinta emang rumit yen
    karena rumitnya itu akhirnya banyak salah paham
    dan setiap keadaan memiliki penyikapan yang beda

  8. waduh...

    cinta atau hanya sekedar suka..?

  9. rabest says:

    kayaknya, for your good lebih tepat yen.. :)
    #sotoy#

  10. YeN says:

    @Yus: 2 kata buat kamu. sok tau :P

    @Millati: TK aja udah ada loh mbak :))

    @Arif: kenapa shock dengan kalimat itu?
    ah iya, judulnya salah ya? ganti bahasa indonesia aja deh >.<
    makasih pemberitahuannya..

    @Ra-kun: kalo udah besar boleh ya bang? :D

    @Enny: engga. cinta kedua #halah :P

    @Iskandar: pokoknya kalo ngomongin perasaan mah rumit menurutku

    @secangkir: entahlah. namanya juga anak SD..

    @Huda: labelnya sih "sebut saja ini fiksi" bang :)

    @kacho: ehm jg..

    @Nurmayanti: kenapa mbak? :P

    @rabest: hhaha iya pi, inggrisku payah nih ~.~
    but thanks for the correction #halah

  11. ndak papa yen. cuma terlalu dini aja kalimat itu @@

    sepertinya ia terlalu terinspirasi film indonesia.
    juga pengaruh kontrol orang tua dan lingkungannya.

  12. aku juga ndak ngerti pacaran itu apa???
    inputnya apa, prosesnya apa, dan output yang diinginkan seperti apa -_-".

    outputnya sepertinya menikah y...

    buat thread khusus dunk yen @@ #malahrequest

  13. YeN says:

    hhaha banyak sekali faktor yg bisa membuatnya mengatakan itu..

  14. YeN says:

    lah? ntar jadi forum dong, bukan blog :))

  15. SD? :|
    Anak sekrang mngkin seperti cerita ini, tontonannya skrng jg kurang mendidik soalnya.

    event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

  16. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

  17. uli says:

    masih SD sahabat dulu, demi kebaikan bersama :)

  18. kacho says:

    yenny rek, laris maniss... XP #

    hahahaha.....ikutan nulis ah, kapan2 (kapan?)

    wkwkwk.... :p

  19. Cuit cuit kelas3 udah di tembak cowok niyee, terus sekarang sama sapa neh? :p

  20. Anonymous says:

    hamida..... i love u....
    mau gak jadi pacarku....

  21. YeN says:

    @dimas: mungkin..

    @Outbound: ya yaa..tp ga janji ya

    @uli: cieee...oke deh mbak uli.. :P

    @kacho: laris manis apane?
    ikutan nulis apaan? -.-a

    @Niar: haha :P

    @Anonim: hng? apa nih?

  22. kacho says:

    hwehehehe..... XP

    liat aja di blogQ lah (kalo jadi sih) :p

Leave a Reply