Yang Indonesia, Yang Hampir Punah




Bukan lautan hanya kolam susu 
Kail dan jala cukup menghidupimu 
Tiada badai tiada topan kau temui 
Ikan dan udang menghampiri dirimu 


Orang bilang tanah kita tanah surga 
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman 
Orang bilang tanah kita tanah surga 
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

- Koes Plus - Kolam Susu 

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan lirik lagu di atas, apalagi kalau kalian dengar sendiri lagunya, kalian pasti akan langsung mengenali nadanya. Sebuah lagu legendaris dari band legendaris Indonesia tentang Indonesia. Ya, lagu berjudul Kolam Susu dari Koes Plus. Indonesia banget kan? Pas banget untuk dijadikan soundtrack entri kali ini.

Sebagai pendahuluan, saya ingin membahas baris terakhir dari lagu Koes Plus tadi. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Kalian tahu tidak apa maksudnya? Kalau menurut penalaran saya sih kalimat itu bermaksud untuk menunjukkan betapa subur tanah kita di Indonesia ini, bahkan tongkat kayu dan batu pun bisa jadi tanaman. Eh tapi ini ga cuma hanya perumpamaan loh, ini fakta. Batu merujuk pada biji. Pernah tahu ga, ada orang yang melempar biji cabe atau pepaya ke halaman lalu beberapa waktu kemudian di halaman itu beneran tumbuh tanaman cabe atau pepaya? Kalau pernah, maka seharusnya kalian sudah paham apa maksudku. 

Lalu bagaimana dengan tongkat kayu. Tongkat kayu merujuk pada batang, atau lebih spesifiknya merujuk pada penanaman dengan cara stek batang. Apa? Kalian tidak tahu apa itu stek? Kalian payah juga rupanya. Ini dia ironisnya Indonesia zaman sekarang. Sejak ratusan tahun lalu Indonesia sudah terkenal dengan gelarnya sebagai negara agraris tapi ironisnya generasi muda Indonesia sekarang ini sebagian besar justru tidak mengenal cara bercocok tanam. 

stek batang
Gambar dari google
Jadi stek itu adalah cara pengembang biakkan tanaman secara vegetatif. Ada beberapa macam stek seperti stek daun dan stek batang. Untuk stek batang biasanya dapat kita temui pada penanaman tanaman singkong. Batang tanaman diruncingkan salah satu ujungnya lalu bagian yang runcing ini ditancapkan ke lahan tanaman. Tujuan dari peruncingan ini adalah untuk memaksimalkan luas daerah penyerapan zat hara dan air dari dalam tanah, sehingga diharapkan tanaman lebih cepat tumbuh. Kalian yang pernah belajar IPA pasti langsung inget.

Ngomong-ngomong soal paling Indonesia dan juga singkong, kurang lengkap rasanya kalau belum ngomongin soal makanan. Siapa sih yang ga tahu kalau aneka sajian kuliner di Indonesia ini banyak banget? Termasuk sajian dengan bahan singkong.

Pertama, sebagai warga Indonesia yang lahir dan besar di Surabaya saya ingin sekali bahas soal Semanggi Surabaya. Salah satu kekayaan kuliner kebanggaan Surabaya, bahkan sampai ada lagunya

semanggi yang saya beli di tempat kerja

Dulu sewaktu SMA setelah ujian semester biasanya ada yang namanya pekan remidi. Pekan remidi ini adalah minggu yang menyebalkan baik untuk siswa yang remidi ataupun tidak. Untuk yang remidi sih jelas, menyebalkan karena berarti nilai mereka jelek dan harus mengulang. Nah, untuk yang tidak remidi, hal ini jadi menyebalkan karena saat itu biasanya tidak ada kegiatan yang yang seru untuk dikerjakan tapi mereka masih harus datang ke sekolah hanya untuk absen dan menunggu kalau-kalau ada pengumuman penting. Membosankan sekali. Saat sedang mencari-cari hal seru untuk dikerjakan  itulah saya dan dua orang teman melihat ada penjual semanggi yang nge-tem(emangnya angkot?) di depan sekolah. Saya langsung heboh pengen makan semanggi dan memprovokasi kedua teman saya untuk beli semanggi. Nah, salah satu teman saya inilah yang mengaku belum pernah tahu dan makan semanggi, padahal dia lahir dan besar di Surabaya juga. Parah.

penjual semanggi
sumber : google
Karena teman saya takut ga doyan dan selain itu juga karena duit kita pas-pasan kita beli satu pincuk semanggi yang kita makan bertiga di depan Lab Biologi. Teman saya yang ga pernah makan semanggi itu awalnya takut-takut buat makannya karena bentuknya semanggi emang agak gemana geto buat yang belum tahu rasanya. 
Dia tanya, "Emangnya enak ya yen?"
Aku jawab aja, "Beuuh, percaya deh sama saya. Saya jamin enak."
Bener aja, ternyata temenku doyan, bahkan akhirnya dia yang ngabisin.

Semanggi memang enak dan merupakan khas Surabaya, namun sayangnya semakin lama keberadaannya sudah semakin langka. Saking langkanya banyak generasi muda Indonesia khususnya Surabaya yang jangankan mengenal makanan semanggi, mereka bahkan tidak mengenal jenis tanaman bernama semanggi. Mereka justru mengenal semanggi dari cerita di komik-komik Jepang, lebih parah lagi sebagian dari mereka berpikir bahwa tanaman itu memang adanya cuma ada di Jepang. Menggelikan, padahal di negara kita sendiri ada gitu loh. Salah satunya ya teman saya tadi itu.


Oh iya, buat yang tanya apa hubungannya antara semanggi dengan singkong, jawabnya adalah bumbunya. Bumbu dari semanggi itu ada campuran ubi jalarnya(telo) hehe. Lho, terus singkongnya mana? Singkong kan temennya ubi, jadi ada hubungannya lah.. #mekso Kunci dari enaknya semanggi ini ada di bumbunya kalau saya bilang, kalau bumbunya ga enak maka jadi ga enaklah semuanya. Dulu sewaktu masih kecil dan masih ga doyan sayur-sayuran, saya makannya cuma krupuk puli sama bumbunya doang :P

Kedua yang mau saya ceritain adalah Krupuk Samiler. Jajanan saya waktu SD nih, tapi ga sering juga sih beli ini karena dulu sewaktu masih SD pun keberadaan krupuk samiler sudah lumayan langka dan tampaknya semakin kesini semakin langka aja. Krupuk ini terbuat dari singkong yang diparut/dihaluskan, dibumbui terus dipipihkan lalu dikukus kemudian dijemur sampai kering, baru deh digoreng dan jadi krupuk.
krupuk samiler yang aku beli
Sama halnya dengan semanggi, keberadaan krupuk samiler mulai tergeser oleh zaman. Lumayan susah buat nemuin penjual krupuk ini, makanya setiap kebetulan ketemu sama penjualnya yang kadang suka nongkrong di deket minimarket atau pinggir jalan, aku pasti langsung beli kalau punya uang. Harganya biasanya 2ribu sebungkus plastik.
penjual krupuk samiler
sumber : google
Saya suka agak gimana gitu kalau lihat penjual semanggi dan krupuk samiler ngangkut dagangannya. Soalnya tuh biasanya yang jual udah tua-tua tapi masih kudu bawa barang-barang seberat itu sambil keliling-keliling di jalanan. Belum lagi kalau pas siang dan lagi panas-panasnya. Oh terus ada satu lagi nih makanan dari singkong yang ga boleh dilewatkan. Ini favorit saya banget.


keripik singkong SUPER!!
Kayaknya kripik singkong ini masih cukup banyak beredar dibandingkan dengan semanggi dan samiler. Tapi lumayan cukup jarang juga, ga semua toko punya kripik ini seperti halnya jajanan yang ada di iklan-iklan itu. Makanya setiap nemu toko yang jual kripik ini pasti aku inget-inget biar nanti kalau mau beli tahu tempatnya dimana. Dan.. Alhamdulillah yah, toko di sebelah rumahku jualan kripik ini. FYI, kripik ini enak banget. Murah pula harganya, cuma Rp.500 doang sebungkus :D Ehmm, jadi intinya saya mau bilang, yuk kita lestarikan makanan khas daerah kita yang hampir punah ini.   Mungkin di daerah kalian juga ada makanan yang bernasib sama dengan semanggi dkk. Tak perlu harus dengan ikut berjualan juga atau demo. Setidaknya bisa dengan cara membelinya kalau ada penjual yang lewat, karena bukankah keberadaan mereka berkurang karena jarangnya pembeli? Permintaan berkurang sehingga penyedianya pun banyak yang gulung tikar. Dan yang terpenting, ga usah lah nunggu diakui sama negara tetangga dulu baru dilestarikan. Jangan sampai nanti ada kalimat "Kebudayaan diakui sama negara lain? Indonesia banget tuh!"


25 Responses so far.

  1. kalo di tempat saya dibilangnya semanggen. emang yang bikin enak bumbunya. kalo sayurnya doang mah nggak ada rasanya. di tempat saya bumbunya pake sambel dari ubi jalar. maknyus!!!

  2. waw.... ra ngerti semanggi -_-
    apalagi itu krupuk samiler.. krupuk bisa membuat ngiler ne >_<

    moga menang yen...

  3. Enny Law says:

    wah aku pngen banget makan semanggi
    di Purwokerto gak ada yang jual *ya iyalah*

    good luck yah kontes'a :)

  4. YeN says:

    @Millati: emang mbak tempat tinggalnya dimana?
    ah iya, ubi jalar! >.<
    aku keliru sama singkong, udah aku ganti sekarang. makasih infonya mbak.. :)

    @Arif: <<< bukti baru(new evidence) :P
    makasih mas..

    @Enny: ke Surabaya kalo gitu en :P
    thank you yah.. :)

  5. ayo Enn ke Surabaya :D
    #halahgapenting

  6. jujur.. saya gak tau kalau semanggi itu makanan.. yg saya tau semanggi itu nama mall kan ya..
    atau mungkin di kampung saya namanya lain.. :D

    goodluck buat lombanya... :))

    salam kenal yaa..

  7. Huda Tula says:

    karena di tempatku juga ga ada semanggi yaaa.. ya ga pernah makan juga :)).

    tapi kalau tongkat dan kayu jadi tanaman sih sering liat. kadang, kalau di kampung-kampung, pagar rumah orang jadi tanaman beneran, tumbuh gitu, (padahal tadinya cuman tongkat doang).

    moga menaangg

  8. f4dLy :) says:

    Disini kayaknya tidak ada semanggi deh, tapi seperti yang ditulis di atas, tampilannya memang agak gimana gitu... Sukses yah lombanya :)

  9. kacho says:

    Uwaaahhhh....lah, koq panganan favoritku kabeh ngene?? Ngileerrrr jeeehhhhh.....

    Nak umahku jarang sing dodol >_<

    Eh, iku jenenge stek yo? Hahaha...g eroh jenenge tapi ngerti carane, gpopo lah. Eh, ttg stek n biji itu emang bener deh. Nak sebelaj umahku kan tanamane yo ngunu iku. Padahal sebelah umahku g keruan, tp tetep ae isok tumbuh. Mantap deh emang tanah Indonesia emang.

    Ehm...soal si penjual semanggi ama samiler, pingin banget memberdayakan n mengangkat mereka n usahanya jadi business plan, terus dilombain. Dulu udah ada ide mentahnya. Tapi blm pernah terealisasi utk menuangkannya dalam kertas >__<

  10. Ami says:

    waaah.... pokoknya Indonesia bangeeeet... siiip. moga-moga menang

  11. YeN says:

    @Iskandar: kesempatan dalam kesempitan

    @Arif: semanggi itu nama tanaman yang kemudian dijadikan makanan yg namanya semanggi juga. selain nama mall, semanggi juga dijadiin nama jalan tol karena desain jalan tolnya berbentuk daun semanggi
    eh kampungmu mana? makasih buat good luck nya :)

    @Huda: iya bang, batu juga sih sebenernya(bukan biji) kalo dibiarin diluar lama2 bisa tumbuh lumutnya kan tuh..
    Amiinn :D

    @fadly: tapi percayalah rasanya enak, ntar kalo ke surabaya coba makan :D
    makasih ya.. :)

    @kacho: haha, bukti ada orang yg ga tau stek itu apa. itu juga makanan kesukaanku semua :))
    memang udah langka, makanya jarang yang jual ka

    semoga saja kapan2 bisa terealisasi :)

    @Ami: makasih mbak ami :)

  12. kacho says:

    babahno ta wah. aq kan emang lalian nek soal istilah. sing penting lak ngerti carane a?? tau praktek langsung sisan, wkwkwkk...... :p

    yo tapi kan emang umahku iku asline wes ga masuk kota sby to? jadi yo lmyn wajar nek angel.
    paling kangen ambek semanggi ne.... berapa taun sudah aq ga makan itu, >__<

  13. YeN says:

    tapi kan deket, pangkalan semanggi loh ada di benowo. ayo, main ke tempat kerjaku aja, kadang2 ada semanggi yg lewat. ato ke taman bungkul :P

  14. kacho says:

    He? iyo ta? nak endi ne?

    kapan2 ae nek onok waktu akeh....
    wkwkwk... :p

  15. YeN says:

    aku yo ga ero, mau gugel jarene ngunu hehe :P

  16. kacho says:

    Nak Kendung. Paling nak daerah sekitar bukit palma. sing aq tau ndelok orang2 mirip penjual semanggi ngumpul kali ya? sayang pas iku aq keburu budhal sekolah

  17. Semangat mengindonesiakan indonesia lewat Blog...
    semangat Indonesia!!
    salam anak negeri

    Blogwalking & Mengundang juga blogger Indonesia hadir di
    Lounge Event Tempat Makan Favorit Blogger+ Indonesia

    Salam Spirit Blogger Indonesia

  18. Semanggi setau saya itu nama daun...

  19. YeN says:

    @kacho: haha nangdi iku? aku malah ga ero :))

    @Adang: salam juga :)

    @Yus: emang. daun itu yang dijadiin makanan bernama semanggi juga :P

  20. kacho says:

    Hahahaha.....Nek daerah sby barat yenny akeh ga eruh e :p

  21. YeN says:

    sby barat aku paham e daerah manukan ae :))

  22. edw says:

    klo di jakarta semanggi itu nama jembatan

  23. YeN says:

    bukannya jalan tol?

  24. luar biasa sudilah mampir.... http://nendisuhendi.blogponsel.mobi

Leave a Reply