Home - Chris Daughtry




Lagu yang enak. Tapi ada satu hal yang selalu bikin saya ga bisa fokus kalau nyanyi lagu ini. Liriknya itu loh..

Coba kalian dengarkan liriknya pada bagian "But these places and these faces are getting old". Lebih spesifiknya pada bagian pengucapan kata 'faces'. Ga tahu kenapa ya di kuping saya ini, kata itu jadi terdengar seperti feses -.-"

Lagu yang harusnya terasa syahdu tiba-tiba berubah jadi terasa agak menjijikan. Saya jadi suka senyum-senyum sendiri kalau denger. Dasar kuping katrok mungkin ya.


Baby, I Love You - Tiffany Alvord


Hahaha saya keracunan lagi.

Jadi ceritanya hari Jum'at kemarin, karena lagi sok nganggur ga ada kerjaan, saya ubek-ubek youtube buat nyari video lagu Simple Plan-Perfect yang di cover sama mbak Sabrina Orial. Awalnya saya ga tahu nama lengkap mbaknya, saya cuma tahu namanya Sabrina doang, itu pun tahunya setelah saya tanyakan namanya ke salah satu temanku. Di luar dugaan, video dengan keyword Sabrina dan cover dan perfect dan simple plan itu ternyata banyak banget, tapi video yang aku cari ga ada, bahkan nyerempet pun engga.

Twinkle Twinkle - L'Arc~En~Ciel


Mending sekarang saya ditemenin om Hyde aja dulu..





Twinkle Twinkle
Lyrics: ken Music: ken

Yume wa hakanaki yume wa mada sono me ni netsu wo tsutaete iru no?
Sora ni kono te wo ima sora he todoka nai mama kazashite miyou

Tentang Tinggi


Banyak orang di dunia memimpikan dapat terbang bebas dan lepas. Tapi itu bukan saya.

Memang saya bukan orang yang sangat takut ketinggian. Yang akan teriak-teriak histeris hanya untuk naik tangga atau berada di gedung yang tinggi. Saya biasa aja dengan itu semua, tapi semua jadi beda saat saya berada di atas sana tanpa ada sesutau yang kokoh untuk dijadikan pegangan. 

It just feels like.. losing control.

Pernah dulu sewaktu kecil, saya main-main di mall sama sepupu. Terus dia minta naik wahana helikopter yang bisa muter-muter. Saya panik tapi tetep aja ngangguk waktu diajakin naik. Maklum, saya emang cool, udah bawaan lahir. Lagian masa kalah sama sepupu yang masih TK. Kemudian walau harus sambil pegangan ke bangkunya erat-erat, I did it. That's not so scary actually.. *lap keringet dingin*

Yang lebih mengerikan dari itu adalah tak adanya pegangan. Seperti yang kalian tahu, hidup itu perlu pegangan. Berpegang pada prinsip, pada komitmen, pada janji.

Jadi kesimpulannya, saya bukan orang yang mendambakan dapat terbang bebas lepas di angkasa, tapi mungkin boleh juga kalau saya adalah pengendali udara ahhaha #ObsesiAvatar *dilempar sendal*


Polisi Tidur


Jalan raya di kota mu ada polisi tidurnya ga? Semoga saja tidak ada. Karena, kalian tahu, itu menyebalkan.

Entah karena sedang nge-tren atau apa, belakangan semakin banyak saja polisi tidur yang bertebaran di jalan raya di Surabaya. Kalian tahu kan? Gundukan yang melintang di tengah jalan itu looo... Padahal dulu setahu saya, lazimnya polisi tidur hanya akan ditemui di jalan kecil atau di gang yang banyak anak kecilnya. Tapi sekarang polisi tidur sudah merambah ke jalan besar bahkan kalau tidak salah di jalan tol juga ada. Untuk lebih jelasnya silahkan liat gambar di bawah ini.


Jl. Ir. Soekarno


Garis-garis putih melintang itu adalah polisi tidur. Kecil sih, tapi langsung 4 biji dan itu ganggu banget menurut saya. Secara ya, kecepatan normal untuk jalan raya sebesar itu kan antara 40-60km/jam, dengan adanya polisi tidur itu kita harus mengurangi kecepatan sampai dengan 20km/jam bahkan bisa kurang dari itu kalau motor kalian skoknya ga asik, biar polisi tidurnya ga terlalu kerasa.

Keadaan ini bisa saja semakin buruk, dari tidak nyaman menjadi berbahaya kalau sampai ada pengendara yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi tidak menyadari bahwa disitu ada polisi tidur. Pengendara itu akan cenderung jadi nge-rem mendadak, yang bisa membahayakan diri sendiri dan pengendara di belakangnya. Tidak hanya itu. Ini juga bahaya buat muda-mudi yang boncengan naik motor. Udah pernah liat iklan dari pengaman yang jenisnya dotted kan? You know what i mean lah ya. Saya jadi agak curiga yang bikin polisi tidur itu terinspirasi dari iklan itu #ngaco

Saya kira tujuannya sebenarnya memang bagus, yaitu agar pengendara motor dan mobil menjaga kecepatan laju kendaraannya, tapi apa ga ada cara lain? Cara yang agak enakan dikit gitu. Kalau begini kan jadi kasihan motorku.. jiwanya terguncang tiap lewat jalan itu. *elus motor* #apasih


Kena Disabled


Dasar lagi eror!

Akun Google Rizhani jadi kena disabled. Jadi ceritanya tadi sewaktu mau daftarin Rizhani untuk buat akun G+, saya diminta untuk memasukkan tanggal lahir. Karena tidak tahu kapan persisnya Rizhani berdiri maka saya pun memasukkan tanggal lahir saya, tapi tidak dengan tahunnya. Tahunnya itu mau saya bikin sesuai dengan tahun Rizhani berdiri. Dan lalu saya ketiklah itu, tahun 2006.

Oon banget!!! Akunnya langsung kena disabled karena umurnya belum 13 tahun. Saya lupa kalau harus berumur minimal 13 tahun buat daftar socmed.


Ahh gimana nih? Padahal ini akun yang dipake buat login ke Google Analytics websitenya Rizhani, dan saya juga ada tugas buat mantau itu tiap hari T.T


Kisah Sedih di Hari Senin


Kemarin sore saya dapat kabar sedih. Salah satu keponakan saya, lebih tepatnya anak dari salah seorang sepupu saya, dikabarkan meninggal dunia. Karena infeksi paru-paru. Namanya Fayyaza Nadhira Darmawan yang masih berumur 23 bulan.

Sepulang kerja saya berangkat melayat ke rumah saudara saya itu. Biasanya kalau pergi ke rumah saudara, saya selalu ditemani ibu atau kakak saya, tapi kali itu saya berangkat sendiri. Sewaktu saya sampai disana saya disambut salah seorang sepupu saya lain, lalu dipersilahkan duduk di teras, lalu saudara saya masuk ke dalam. Saya merasa agak aneh. Tak lama, ayah dari Ayya muncul, dan dengan agak kaget berkata..
"Loh gimana sih X (saudara yang menyambut saya tadi) ini? Wong YeN gini loh.. Ayo YeN sini masuk aja."
Rupanya sepupu saya yang tadi mengira saya adalah tamu/teman dari orang tua almarhum. Menjadi Yang Terlupakan lagi. Satu lagi orang yang lupa saya.

Saya memang termasuk pendiam, tapi kalau sudah acara melayat sendiri begini, bikin saya lebih pendiam lagi. Saya ga berani tanya soal meninggalnya kenapa dan bagaimana. Abisnya ga lucu kan kalau nanti pas baru tanya aja saya udah nangis-nangis, sedangkan orang yang kena musibah justru udah terlihat mulai kuat. Dulu sewaktu ada ayah teman saya yang meninggal pun begitu. Sampai-sampai aku ga bisa jawab persisnya meninggal karena apa pas ditanyain sama ibu dirumah.

Syukurlah kemudian ada budhe yang menceritakan semuanya pada saya. Semoga keluarga yang ditinggalkan Ayya diberi ketabahan. Amin.


Catatan Minggu Pagi 09092012


Sabtu lalu, seperti biasa saya datang ke perpustakaan. Karena serial komik Rough yang aku cari sedang dipinjam makan aku pun meminjam serial komik Beautiful Sunshine. Membaca komik tidak membutuhkan waktu yang banyak sebenarnya..paling 1 jam juga selesai bahkan mungkin bisa kurang, tapi karena sibuk ini itu maka baru semalam saya bisa merelakan waktu membacanya dan baru selesai pagi ini. Hmm saya bakal kena denda nih karena telat.

Great story, seperti komik-komik Adachi Mitsuru lainnya, dan lagi-lagi membuat saya jadi suka banget sama karakter-karakternya. Kebetulan dalam komik yang satu ini namanya Yusaku Takasugi, kyaaa ♥  ♥  #halah

 Oh ya seusai membaca tadi rupanya dibelakang komiknya ada esai yang ditulis untuk Adachi, dan aku baca. Isinya kurang lebih seperti ini : 


Menghadap Buku Adachi San

Pertama kali aku bertemu dengan karya Adachi San, saat aku kelas 3 SMP. Saat itu aku berpikir, sebentar lagi aku harus memikirkan masa depanku dan aku harus memulai sesuatu, sehingga aku pun mengikuti audisi untuk tokoh utama suatu film. Aku gagal mendapatkan peran itu, tapi tak lama kemudian aku mendapat pekerjaan sebagai pengisi suara animasi MIYUKI yang disiarkan oleh TV Fuji. Waktu itu aku bingung karena sama sekali tidak mengerti mengenai pekerjaan sebagai pengisi suara. Namun, kupikir, yang penting aku harus coba membaca bukunya dahulu, makanya langsung aku menyerbu toko buku. Saat itulah pertama kali aku bertemu dengan karya Adachi San.
Manga itu, biasanya dibaca dengan 'mata', akan tetapi waktu itu untuk pertama kalinya, aku tenggelam dalam bacaan yang kubaca keras-keras. Karya yang berisi kebaikan orang-orang yang ditulis Adachi San dengan keseriusan tersembunyi yang pasti ada dalam humornya, timing yang unik.. hembusan napas terasa dalam tiap kotak yang gemerlap.. Setelah dipikir, kusadari bahwa ini sulit.
"Dialog yang seperti ini, begitu akan diucapkan, nggak mungkin terucap yaa.." karena kejujuran intisari yang mengharukan seperti itu penuh menghiasinya. Sekarang, aku mampu menganalisisnya sehingga cocok pada diriku sendiri seperti ini, namun aku yang waktu itu, hanya seperti fast ball dan cuma mampu mengidentifikasikan diri sebagai Miyuki Wakamatsu. Imejnya mungkin rusak karena pengucapan dialognya. Dan pada para pembaca yang menjadi marah, dengan meminjam kesempatan ini, aku memohon maaf sebesar-besarnya.
Kemudian, kali ini setelah membaca Beautiful Sunshine! aku mempunyai pendapat yang baru. Sebenarnya karakterku mirip dengan Kasumi Kishimoto. Tentu saja, aku tidak bisa memperlakukan orang sampai seperti ini, tapi begitu melihat Kasumi, aku jadi terus mengangguk-angguk sambil berpikir,"Nggak salah lagi, aku pun pasti akan bertindak seperti ini." atau, "Hmm, pas sekali dia berlaku seperti ini disaat seperti ini!" Pasti ada banyak pembaca perempuan yang terus merasakan kedekatan yang seperti ini ya.
Lalu, hanya ada satu yang kusesalkan. Sepertinya sulit sekali ada laki-laki yang pengertian dan tenang seperti Yusaku.. Di Adachi World, hampir tak terlihat perang mulut antara laki-laki dan perempuan (semua memiliki suatu bagian yang rendah hati). Kalau kenyataannya benar seperti ini, betapa damainya... Bukan hanya itu, antara Yusaku dan Katsuhiko, walau karakter mereka benar-benar berbeda, keduanya merupakan laki-laki yang penuh daya tarik. Bagaimana mereka memperebutkan Kasumi? Kita ingin meneruskan membaca sedikit lagi ya. Namun, karena cerita yang ditulis Adachi San tidak cocok dengan sad ending, kita bisa membalik halaman dengan tenang. Oleh karena itu seruan,"Aku ingin ceritanya berlanjut!" juga menjadi salah satu faktor daya tarik Adachi World bukan? Bagaimana jika untuk menjawab keinginan para penggemar, tolong beri tahu kami cerita selanjutnya Adachi San?


Haha lumayan panjang juga ya. Jadi, itu adalah esai yang ditulis oleh Ogino Miyoko. Lahir di Perfektur Chiba tanggal 10 Desember 1968. Merupakan seorang artis dan penyanyi. Golongan darah B. Debut sebagai penyanyi di tahun '84 dengan lagu 'Mirai Koukai'. Mempunyai banyak lagu hit seperti 'Roppongi Junjouha', 'Coffe Rumba', dll. Aktif dalam film dan drama TV. Karya utamanya 'Kouen Doori no Nekotachi', 'Rinrinto', 'Nagoya Okane Monogatari', dll. Menjadi pengisi suara dalam animasi TV 'Miyuki' karya Adachi Mitsuru, berperan sebagai Miyuki Wakamatsu. Hobinya menikmati film dan menggambar ilustrasi.

Oke, ini memang bukan postingan yang terlalu penting, bahkan mungkin sangat tidak penting. Tapi kesamaan tanggal lahir dan golongan darah penulis esainya membuat saya ingin menuliskannya disini hehheu.

Dan satu hal lagi yang ingin saya tulis. Semalam saya mimpi menang lomba balapan lari sprint. Ga tau kenapa saya jadi senang. Menang dan sprint, sepertinya itu yang jadi penyebabnya, karena biasanya saya lemah di sprint dan agak lumayan lah kalau marathon. Eumm tapi itu dulu sih hahhau.

Baiklaaah.. Happy Sunday semuanyaa.. ^^

Naik Motor Masih Perlu Punya SIM?



Kemarin rekan kerjaku minta ijin ke masbos buat datang terlambat besoknya, karena dia akan mengikuti ujian SIM C. Saya kepikiran.

Hari ini, seperti yang sudah dibilang kemarin, dia datang terlambat. Dia datang sekitar jam 11 siang, lalu masbos bertanya padanya,

“Gimana X, ujiannya lulus?”

“Hehe gak lulus mas..”

“Kamu berangkat sendiri tadi?”

“Iya.”

“Naik motor?”

“Iya. Dari sana tadi langsung berangkat kesini.”

Nah, sudah tahu dimana letak keanehannya? Hal ini sudah saya duga, dan ini bikin saya kepikiran sejak kemarin. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak punya SIM untuk mengendarai motor bisa dengan leluasa datang mengikuti ujian SIM dengan mengendarai motor sendiri? 

Lalu sebenarnya dimana sih letak nilai penting dari memiliki sebuah SIM?



E-ktp Saya Sudah Jadi


E-ktp saya sudah jadi loh sodara-sodara :D
Kemarin Sabtu saya libur kerja, jadilah baru bisa ambil e-ktp yang sebenarnya sudah jadi sejak hari Minggu lalu. Terus kayak gimana sih bentuknya e-ktp? Apa benar-benar seperti ATM? Ternyata enggak juga sodara. Langsung simak aja gambar e-ktp dibawah ini.



Ga seheboh waktu pemotretannya yang sampai ngantri berhari-hari #lebay. Untuk pengambilannya ternyata cukup bawa surat undangan pengambilan, ktp lama yang asli plus 2 lembar fotocopy-annya ke kecamatan. Oh iya, sedikit tips sewaktu fotocopy nanti kertas yang ada di sekililing hasil fotocopy ktp nya jangan dipotong, soalnya fotocopy ktp itu nanti akan dikasih stempel legalisir. Jadi jangan lupa bilang ya ke tukang fotocopy nya..

Nah, setelah berkas-berkas tadi itu kita serahkan, tinggal nunggu dipanggil buat ambil sidik jari telunjuk kanan kita. Sepertinya itu semacam untuk tanda bahwa e-ktp nya sudah diambil dan mulai aktif dipakai. Kalau dihitung-hitung, pengambilan e-ktp saya kemarin itu paling cuma menghabiskan waktu antara 15-20 menit aja. Kebetulan gak ngantri soalnya hehe.

 Jadi apa kesan-kesan dari pengambilan e-ktp kali ini? Kalau dari pengambilan e-ktp nya sendiri sih biasa aja, seperti yang kalian baca, itu mudah dan cepat asalkan ga banyak yang ngantri. Yang bikin keki itu justru kejadian setelahnya.  Saya tiba-tiba dimintain nomer HP sama orang. You know, the awkward moment is when a man from nowhere ask your number for nothing. *tsaaah bener ga tuh bahasanya*

Ga dikasih ntar dikira ge er, sombong dsb dsb. Tapi kalau dikasih jadi agak was-was juga kan. Baiklaaah tertawakan saja saya semaumu, tapi lalu bagaimana dengan e-ktp mu. Sudah jadi belum?