Sakit dan Kangen


Entah kangen karena sakit,
Atau sakit karena kangen,
Siapa yang peduli?
Toh semua tak ada bedanya
Sakit ataupun kangen
Kesembuhannya di luar kuasa manusia
Di luar kuasaku


Harusnya Hari Ini


Jadwalnya buat balikin buku ke perpus, tapi perpus lagi cuti bersama dan baru buka hari rabu nanti. Lumayan, dapat tambahan 2 hari lagi buat baca Pride and Prejudice yang tinggal dikit lagi selesai. Jadi nanti pas balikin buku bisa pinjem buku yang lain, ga perlu perpanjang lagi.

Ngomong-ngomong, novel Pride and Prejudice ini novel pertama yang saya baca setelah cuku lama ga baca novel, kemaren bacanya cuma komik-komik doang. 

Tapi kalau mikir lagi soal buku dan perpus, saya kuatir sebentar lagi udah ga bisa sering-sering ke perpus lagi. Mungkin nge-blog juga. Foto-foto juga. Ah entahlah.

Sekian entri geje kali ini. *uhuk! uhuk!*


Hari Ibu Yang Lalu


X : Eh hari ini hari ibu ya?
Y : Oh iya. Kamu ngasih kado apa ke ibu?
X : Cuma ngucapin terus peluk gitu aja sih hehe.. Kamu?
Y : Nnnggg.. Aku ga ngasih apa-apa, ngucapin aja engga..


I Just (Want To) Called To Say I Love You - Stevie Wonder





Tiba-tiba kangen.
Eh engga ding, selalu kangen.


Cover Film Yang Aneh



Sutradara : Stephen Odang
Tahun : 2007

Judulnya enam.
Tapi kenapa gambarnya tangan dengan 5 jari?!
Harusnya 6 dong. 
Iya kan?


Why Always Me?


Judulnya Balotelli banget nih. Tapi ini bukan tentang Balotelli ataupun Joker.

Ngengat
Di musim-musim seperti sekarang ini memang adalah musim ketika hewan-hewan kecil tiba-tiba muncul entah darimana dan lalu beterbangan, merayap, hinggap dan menyebar di pemukiman dan jalanan, —oh tidak, mereka bahkan memenuhi udara.

Saya tidak tahu hal ini hanya menimpa saya saja atau memang cuma saya saja yang lebay dalam menanggapi, tapi kalian tahu, hewan-hewan kecil rajin banget hadir dalam dalam hari-hari saya dan itu lumayan mengganggu. Misalnya saja kemarin, dalam perjalanan pulang ke rumah saja sudah tak terhitung berapa kali muka saya ditabrak hewan-hewan yang beterbangan itu, tak terhitung lagi berapa kali saya kelilipan. Percayalah, mata saya pernah kelilipan hewan-hewan menyebalkan itu. Malah pernah hampir kelilipan sesuatu yang besarnya hampir sebesar kelereng, tapi untung saya reflek langsung merem dan sesuatu itu cuma berhasil menabrak mataku. Sekedar info, ditabrak benda/ atau hewan kecil apapun saat sedang mengendarai motor dalam kecepatan tinggi itu rasanya sakit loh bikin pusing juga pula. Kalau sampai kelilipan apalagi, tapi sakitnya masih mending sih dibandingkan sakit kelilipan cinta. #halah

Kapan hari ada ngengat hinggap dilengan jaket saya pas lagi nyetir motor, eh kemarin malah ngengatnya ada di ujung helm saya. Kurang heboh? Pas berangkat kerja tadi tiba-tiba muncul ulet nemplok di kaca helm saya. What?!?! Ini ulet darimana coba?? Dan kenapa harus kaca helm saya??? Dan kenapa lagi saya tadi nyebutnya kaca helm ya, itu kan bukan dari kaca? Heheu.

Pernah juga di suatu malam yang biasa aja, saya jadi satu-satunya orang yang dikerubutin nyamuk. Ibu, mbak, mas dan keponakan-keponakan saya lainnya biasa aja. Sampai-sampai lantai di sekeliling tempat saya duduk buat nonton tv  bergelimpangan puluhan jenazah nyamuk akibat saya tepokin. Padahal tumben-tumbenan saya udah mandi 2 kali sehari waktu itu.

Semut juga gitu. Udahlah ga usah saya ceritain gimana sebelnya saya sama mahkluk itu, yang jelas sebel  banget! Naluri  pembunuh saya bisa langsung terbakar kalo lihat semut lagi ganggu, pengen langsung siram semutnya pake bensin lalu bakar!

Sungguh, terkadang saya amat sangat ingin serangga, ulat dan sebangsanya enyah dari muka bumi!!! Tapi jangan. Bagaimanapun saya tidak akan bisa hidup tanpa mereka, sama seperti aku tak bisa hidup tanpa kamu. #eaaa #mulaigombal LOL


Lovely Complex Movie


Still remember with this Lovely Complex?




Kalau udah lupa, mending baca lah dulu disini.

Jadi ceritanya berbulan-bulan lalu saya download movie-nya Lovely Complex ini, tapi lupa buat download subtitle-nya. Baru sekitar minggu kemarin sempet download subtitle-nya dan langsung saya tonton. Lama banget ya haha.

Director : Kitaji Ishikawa
Year : 2006

Atsushi Otani diperankan oleh Teppei Koike. Tampan, tapi bukan jenis tampan yang aku sukai. Manis? Banget, tapi lagi-lagi bukan jenis manis yang aku sukai. Sayang sekali, terpaksa saya harus mengatakan kalau saya lebih suka Otani yang versi komik.

Risa Koizumi diperankan oleh Ema Fujisawa. Cantik, dan giginya rapiiiiiih sekali pake banget. Saya jadi agak iri -..-

Hiro Mizushima
Pemeran dan peran teman-temannya sih ga terlalu mencolok di movie-nya ini. Cuma ada satu yang menarik perhatian saya. Pemeran Suzuki yang bernama Hiro Mizushima. Wajahnya mengingatkan saya pada seseorang yang gigi depannya tengahnya agak renggang (atau agak menghitam ya?), orang yang bilang kalau dia tidak begitu suka coklat.

Ngomong-ngomong soal gigi, ditulisan saya tentang Life of Pi kemarin saya lupa buat ngebahas giginya Pi. Jadi pas masih remaja, lebih tepatnya saat Pi terombang-ambing di lautan bersama Richard Parker, gigi depannya (baca: gigi kelinci) yang sebelah kiri kalau ga salah, itu terlihat patah sedikit. Ga utuh seperti gigi depannya yang sebelah kanan. Tapi anehnya sewaktu dewasa gigi Pi kembali utuh. Gigi depannya sama panjang.

Emang wajar sih, secara pemerannya kan bukan orang yang sama. Tapi harusnya seorang sutradara yang hebat juga harus memperhatikan hal kecil macam begini heuheu

Baiklah, kembali ke Lovely Complex. Kalau soal jalan cerita sih, ga jauh beda sama komik, cuma emang lebih lengkap yang di komik. Ya iyalah, komiknya belasan jilid, di movie-nya ga sampe 2 jam. Sebagai film komedi romantis untuk remaja, lumayan lah bisa menghibur. Saya ragu apa ada penggemar film jepang yang belum nonton, tapi kalau kalian emang belum nonton dan pengen menonton maka saya ucapkan,

Selamat Menonton!
*tapi harus donlod dulu ding :P


Beda Satu Huruf




Objek : LKS Kesenian keponakan saya


I Have a Ship on My Hand






Korban Iklan





*brb beli pocari sweat*


Jerawat


I had my first acne on November 2012


7th December



Sun Rise
Camera 2MP Blackberry Curve 8520


Tanggal 7 dan hari Jumat. 
Entah kenapa terasa seperti sebuah kombinasi yang bagus buat aku. 
Semacam hari baik gitu.
Semoga hari yang baik ini membawa kebaikan bagi semuanya.
Amin.


[Bukan Review] Life of Pi


Kemarin saya nonton bioskop. Nonton film berjudul Life of Pi. Pasti udah pada tau dong kalau film ini di adaptasi dari novel karangan Yann Martel yang sama-sama berjudul Life of Pi.

Kayaknya kemarin itu pertama kalinya saya masuk studio sebelum filmnya dimulai, biasanya telat mulu (dih, kayak sering nonton aja). Karena film belum dimulai , bahkan lampunya aja belum dimatiin, saya jadi sempat ngeliat trailer-trailer yang bakal rilis kemudian disusul dengan pemberitahuan bahwa film yang akan tayang berikut sudah lulus sensor. Pada pemberitahuan itu dituliskan bahwa film Life of Pi termasuk dalam kategori Remaja. Hmm oke, batin saya.

Tapi kemudian saya jadi ingat sesuatu yang saya baca saat browsing tentang jadwal film yang sedang tayang. Saya ingat saya baca ada film Twilight: Breaking Dawn part II sedang ditayangkan juga, dan film itu masuk dalam kategori dewasa. Saya jadi menyadari satu keanehan. 

Saya perhatikan yang kemarin nonton bareng-bareng saya itu kebanyakan sudah bukan remaja lagi, malah kayaknya ga ada yang remaja. Kira-kira usianya di atas 20 tahunan lah. Malah ada rombongan karyawan kantoran yang sepertinya usianya sudah di atas 30 tahunan gitu. Sedangkan kalau saya amati banyak anak-anak SMA yang sudah pada nonton Twilight. Lah ini kenapa yang nonton film remaja malah orang dewasa dan yang nonton film dewasa malah remaja-remaja? Ini kebolak-balik atau kebalik-bolak?? Halah.

Director : Ang Lee
Year : 2012
Ah sudahlah. Mari kita bicarakan soal filmnya.

Life of Pi intinya bercerita tentang kisah perjuangan hidup seorang remaja India bernama Piscine Molitor Patel di tengah samudera bersama dengan  seekor harimau bernama Richard Parker. Ehmm sejak kapan ya harimau saudaraan dengan manusia laba-laba? *langsung dikeplak*

Sejak awal film dikatakan bahwa kisah hidup Pi ini akan membuat seseorang mempercayai keberadaan Tuhan. Dalam beberapa review yang saya baca pun juga mengatakan hal serupa itu. Spiritualitas. Saya rasa itu kata kuncinya. Mungkin.

Sebenarnya kalau ditanya apa tanggapan saya mengenai film ini, terpaksa harus saya bilang bahwa saya kurang begitu paham, selain bahwa Pi menganut 3 agama sekaligus. Argh! Kayaknya otak saya udah makin bego. Tapi walau begitu saya masih sempat menangkap ada kata-kata yang cukup bagus, kata-kata ini diucapkan  oleh bapaknya Pi. Kira-kira begini bunyinya..

Aku lebih suka kamu menentang apa yang aku katakan daripada kamu meyakini sesuatu secara buta

Jadi kesimpulan saya setelah nonton film ini adalah saya jadi makin pengen baca novelnya dan bioskop tempat saya nonton termasuk bintang 5. Itu saja.

Terima kasih.