Penghormatan dan Pengertian


"Aku tidak mengerti. Namun, perlukah aku mengerti? Kurasa tidak. Yang kuperlukan hanyalah menghormati keputusannya, dan karena Tuhan telah menciptakan manusia dengan hati dan pikiran yang boleh punya jalan masing-masing, penghormatan seharusnya tidak memerlukan pengertian."

Tadinya saya lupa, kalimat yang di atas itu saya kutip dari mana, tahu-tahu udah ada aja di dalam binder. Setelah buka tulisan-tulisan saya yang lain baru deh saya ingat kalau itu adalah kutipan dari salah satu novelnya Andrea Hirata. Judulnya Padang Bulan kalau tidak salah, mungkin kalian bisa cek, kalau ga ketemu ya berarti saya salah. Silahkan kalian cari di novel Andrea yang lain :P


Latihan


Aku baru saja selesai makan siang, saat aku masuk ke kamar kos. Di dalam kamar, kudapati kawanku sedang sesenggukan di pojok ranjang sambil mulutnya komat-kamit, entah mengucapkan apa. Baiklah, ini sudah keterlaluan. Aku sudah melihatnya dalam keadaan seperti itu sejak sehabis sarapan tadi, bahkan sudah beberapa hari ini dia tampak murung. 

Secuek-cueknya aku terhadap keadaan di sekelilingku, aku sudah tidak bisa mengabaikannya lagi. Hhh sebenarnya aku tidak suka mengganggu orang yang sedang bersedih, tapi ini sudah tidak bisa dibiarkan.

Terheran-heran aku memandanginya sambil kemudian mengambil tempat untuk duduk di ujung ranjang, di hadapannya.
"Kamu baik-baik saja?" 
Tsah pertanyaan macam apa ini, gerutuku dalam hati, sudah jelas dia tampak tak baik. Kulihat dia mengangguk sambil masih tetap sesenggukan dan mengelap air mata dan ingusnya. Tentu saja aku tak percaya.
"Tapi kok kamu nangis? Ada apa?"
"Ga apa-apa kok, aku cuma sedang berlatih", jawabmu dengan suara yang agak bergetar. 
"Berlatih? Drama?" tanyaku bingung.
Dia menggeleng cepat sebagai jawabannya.
"Lalu?"
"Aku hanya sedang berlatih untuk menyampaikan kata perpisahanku pada
orang yang aku sayang."
"Cuma itu?"
"Ya, memang itu, tapi bukan 'cuma itu'. Ini hal yang sangat penting buatku."
"Hemmm", aku berusaha memahami, "tapi bukannya tinggal ngomong gitu aja ya? Kenapa harus pake latihan segala, ini kan bukan pidato, apa kamu takut lupa saat di depannya?" lanjutku. 
Entah kenapa aku mulai merasa jadi manusia berhati batu seusai mengucapkan kalimat terakhirku.Bukannya bermaksud tak berperasaan, namun terkadang otakku sangat menuntut penjelasan logis.

Tapi dia memang kawanku, kendati dengan ekspresi aneh campuran tangis dan senyum, alih-alih sakit hati dengan pertanyaanku dengan sabar dia menjawab.
"Bukan. Bukan lupa yang aku takutkan."
"Then what?"
"Aku cuma tak ingin menangis saat mengatakannya. Aku tak ingin membebaninya," dia berhenti sejenak untuk kembali mengelap ingus kemudian melanjutkan, "Semoga saja dengan banyak berlatih bisa membuat hatiku lebih kuat sehingga nanti tak menangis lagi saat mengatakannya".
Dia menghela napas panjang. Aku diam, bingung bagaimana caranya agar aku dapat menghibur dan membantunya.
"Yah paling tidak ini membantu menghabiskan kantung air mataku. Syukur-syukur kalau sampai kering sehingga tak ada lagi yang bisa keluar lagi nanti. Hahaha," dia berusaha mencandakan kegetirannya tapi aku tak mampu ikut tertawa. Aku berusaha tersenyum.
"Memangnya kapan kamu akan mengatakannya?"
"Besok," jawabnya mantap.
Kuraih tangannya. Lalu kugenggam erat, berharap dapat memberi dia kekuatan dengan itu.
"Yasudah, sebaiknya kamu makan siang dulu sekarang."

---

Novel Pride and Prejudice sudah saya siapkan. Begitu juga dengan sebungkus nasi rendang, keripik kentang, kacang goreng dan satu teko sirup markisa di dalam kulkas. Persiapan untuk menghabiskan malam mingguku sempurna. Kawanku? Dia sedang melaksanakan misinya. Aku turut berdoa, semoga saja latihannya seharian kemarin bisa berguna.

Beberapa waktu kemudian, saat aku tenggelam dalam bacaanku dan keripik kentang, seseorang membuka pintu kamar dan langsung masuk. Tentu saja hal ini serta merta mengalihkan perhatianku dari buku. 
"Well, paling tidak sekarang aku tahu satu lagi kelebihanku. Ditangiskan seharian pun masih belum bisa membuatnya kering," kata orang yang datang itu sambil tersenyum.

Kawanku itu telah kembali dari misinya. Dengan mata sembab dan sedikit senyum yang dipaksakan.


Buat Aku Tersenyum - Sheila On 7





...Rasakan resahku dan buat aku tersenyum...

Ga banyak orang yang mau membagi dan dibagi keresahan


Dendam Spiderman


Entah karma atau nasib memang sedang apes, niat saya untuk nonton film The Amazing Spiderman sejak berminggu-minggu yang lalu gagal terus. 

DVD-nya sama sekali ga bisa keputer di laptop, makin dicoba bukannya makin berhasil yang ada laptopnya malah hang. Saya coba periksa keping dvdnya, barangkali ada baret atau cacat, dan hasilnya ga ada goresan yang berarti. Oke, kemudian saya jadi mikir mungkin ada yang salah sama DVD-RW nya, maka saya coba buat muter cd/dvd yang lainya juga. Coba kalian tebak apa hasilnya, semua cd/dvd bisa keputer dengan baik dan tanpa masalah, bahkan cd hadiah dari susu formula punya keponakanku, yang udah baret sana sini aja berhasil keputer dengan lancarnya. Dan hal penting yang perlu dicatat juga adalah DVD ini sudah pernah diputer sama kakak saya sebelumnya, dan berhasil ditonton sampai selesai.

Aneh banget.

Ini yang bikin saya jadi curiga kalau ini karma gara-gara dulu saya sempet bikin postingan di blog ini yang agak ngejelekin spiderman. Well, terlepas dari apakah ini memang karma atau cuma sekedar nasib buruk, saat ini saya sedang berusaha download filmnya.

Semoga berhasil! *mendoakan diri sendiri :p


Lost - Seharusnya Michael Buble


Seperti yang sudah kalian ketahui semua, lagu Lost ini sebenarnya dinyanyikan oleh Michael Buble. Dan yang mungkin ga semua dari kalian ketahui, saya adalah salah satu penyuka lagu-lagunya. Namun dalam kesempatan kali ini saya sengaja membahas lagu Lost yang justru sedang tidak dinyanyikan oleh Buble.

Yang pertama adalah Mikha dari X factor. Haha sepertinya akhir-akhir ini saya sedang demam X factor ya. Sewaktu audisi pertama dia nyanyiin lagu Lost. Keren sih, cek aja disini, tapi kalau ngomongin Mikha saya lebih suka penampilan dia sewaktu di bootcamp, yang dia nyanyiin lagunya Jamie Cullum - Mind Trick. Saya suka judulnya.



Ini kenapa jadi  bahas-bahas lagu yang lain segala. Oke, kembali ke lagu Lost. Yang kedua ini ngakunya dinyanyiin sama admin twitternya @WOWKonyol.





Suaranya lumayan loh. Bagian yang paling saya suka itu saat menit ke 1.32 dan endingnya. Kenapa? Langsung kalian dengerin sendiri aja.

Silakann... :))


Kesambet


Hwehehe judulnya lebay, sebenernya saya cuma mau cerita kalau tadi siang saya bikin kue, entah gara-gara kesambet apa :p

Kejadian kayak gini lumayan langka, bukannya saya males masak loh, saya cuma males aja buat belanja bahan dan beresin piring dan panci kotor yang tadi dibuat masak. Haha sama aja ya XD

Ah langsung aja deh, kue yang saya bikin ini judulnya Choco Corn Flake. Tapi karena penggunaan corn flake dalam resep kue ini saya ganti dengan koko crunch, mungkin judulnya bisa diganti jadi Choco Koko Crunch. Kedengerannya agak beribet ya. Yasudah berikut adalah resepnya : 

ga bisa ngilangin tanggalnya -.-a


BAHAN:
250 gr mentega
100 gr gula halus
1 butir telur
250 gr tepung terigu
60 gr tepung maizena
20 gr cokelat bubuk
100 gr corn flake/koko crunch, remas-remas

CARA MEMBUAT:
1. Panaskan oven dengan suhu 175 derajat celcius.
2. Kocok mentega dan gula halus sampai lembut. Masukkan telur dan kocok lagi.
3. Tambahkan corn flake/koko crunch, aduk rata.
4. Ayak tepung terigu dengan tepung maizena dan cokelat bubuk. Campurkan dalam adonan mentega, aduk rata. 
5. Siapkan loyang kue kering, olesi margarin.
6. Ambil sesendok teh adonan, taruh di atas loyang dan tekan dengan garpu. Panggang sampai matang, angkat.

Untuk: 550 gram

Btw langkah yang nomor 3 dan 4 itu mungkin bisa juga dibalik. Karena menurut pengalaman saya (padahal baru 4 kali juga), kalau dimasukin corn flake/koko crunch-nya dulu baru kemudian tepung, suka ada tepung yang nyangkut di lekukan-lekukan corn flake/koko crunch-nya. Adonannya jadi ada putih-putihnya gitu.

Yang saya suka dari kue ini sudah pasti adalah rasanya yang enak, renyah, ga terlalu manis dan di atas segalanya, bikinnya gampang. Tinggal aduk-aduk, sendok-sendok, masukin oven, beres. 

Sedikit cerita tentang kue ini, seumur hidup saya baru bikin kue ini sebanyak 4 kali. Saking seringnya bikin sampe masih inget. Pertama sewaktu praktek pelajaran tata boga di SMP. Kedua pas pamer ke keluarga kalo saya bisa bikin kue di sekolah. Yang ketiga pas Januari kemarin. Dan keempat, yang terakhir, ya kemarin siang ini. Saya sempet pernah berniat jadiin kue ini buat kado tapi ga jadi.

Demikian. Silahkan dicoba bagi yang berminat. Selamat tanggal 16 Februari.


Gray


Setelah beberapa waktu berpisah dengan Blackberry pinjaman dari toko yang biasa saya pake buat motret-motret, iseng-iseng saya kembali menjajal kamera hape Nokia E71 yang diizinkan oleh kakak untuk saya pakai. Dan hasilnya..




Lumayan sih, tapi kalau menurut pendapat saya kameranya kurang tajam. Kebetulan foto yang di atas itu nangkap pemandangan jarak jauh dan mendung pula, jadi ga begitu kentara, coba kalau motret benda jarak dekat yang butuh detil hasilnya pasti jelek. Heran, padahal kalau dari segi pixelnya lebih gede yang Nokia ini daripada BB yang kemarin saya pake, tapi saya lebih suka hasil potretan kamera BB.


Nam Yen


Kata itu saya baca dalam satu buku. Ketika kemudian saya teruskan membaca dan tahu bahwa kata itu artinya air es (air dingin), saya seperti tercerahkan. Nam Yen. Nam = air. Yen = dingin. Mungkin ini sebabnya kenapa saya suka sekali minum es. Apapun minumannya, mau teh, jus, susu atau bahkan kopi saya lebih suka bila itu dingin pake es. Tak jarang saya malah ga mau kalau ga pake es, apalagi hangat. Apapun cuaca dan waktunya, pagi ataupun siang bahkan tengah malam, hujan apalagi kalau panas terik saya tetap lebih memilih es. Kalau tanpa es, mending minum air putih aja. Saya bersyukur sekali lahir di era dimana lemari es sudah tercipta.

Haha saya tahu kalian akan berpikir ini terlalu mengada-ada. Bukankah namaku dan artinya semestinya  tidak ada kaitannya dengan kesukaanku?

Entahlah. Tapi bukannya semua yang ada dan terjadi di dunia ini sebenarnya saling berkaitan? :)


Stroberi Angaibu - R4


Wohoo! R4 kembali hadir dengan lagu yang lain. Kali ini R4 akan membawakan lagu berjudul.... *drum roll*

...Stroberi Angaibu!!!




FYI angaibu = i love you

Enjoy!

Mr. Yenny



*menelpon customer service sebuah provider*

Customer Service : Selamat malam, ada yang bisa kami bantu?
Saya : Iya mas
Customer Service : Kalau boleh tahu ini dengan bapak siapa?
Saya : Saya Yenny mas *sambil nahan ketawa
Customer Service : Baik, Ibu Yenny ada yang bisa kami bantu?
.... dan bla bla bla

Saya ngga ngerti, apa suara saya se-berwibawa itu ya? Haha. Sial.


He's Not My Type


Mataku emang ga salah, eh maksudnya seleraku emang ga salah. Di entri kemarin saya komen nanggepin komentarnya mbak syam dan bilang kalau Adhi Permana punya suara yang super mantap tak terbantahkan. Tapi kemudian malam ini, kita semua ketahui bahwa Adhi tidak lolos ke babak live performance X factor Indonesia.



Walau begitu saya tetap akan berpendapat suaranya mantap, dan saya hampir yakin ga ada yang bisa membantahnya. Seperti yang sudah saya bilang kan, suaranya super mantap tak terbantahkan. Tapi saya ga terlalu heran saat tadi tahu kalau dia ga lolos dan ga terlalu kecewa juga. Juri bilang dia belum ada x-factor.

Well, saya sudah bilang, he's not my type. Maybe the judges can see that too.

*ini entri sok banget ya


Intermezzo Aja


Alhamdulillah!!! Akhirnya saya selesai juga baca novel Oliver Twist.

Oke, saya tahu ini lebay, tapi saya beneran bilang alhamdulillah sewaktu kemarin akhirnya berhasil menamatkan novel ini. Hal ini lantaran ceritanya yang suram itu loh, bikin orang yang banyak pikiran jadi banyak pikiran dan orang yang ga nafsu makan jadi ga nafsu makan #halah #yaiyalah. Padahal saya udah apdet status di fesbuk kalau pengen baca yang lucu-lucu, tapi ga ada bahan bacaan lain yang lebih baik yang bisa dibaca selain novel Oliver Twist ini.

Bukan jelek sih, karena justru saya agak ga tahan dan agak khawatir kesuraman yang ada di novel itu bikin saya makin suram. Tapi syukurlah novelnya sudah tamat, dan dengan happy ending pula. Lega saya.

Sekarang mari kita nonton yang lucu-lucu




Bocah yang nomer 10871 itu, gayanya yang kayak 'bocah sok cool', bikin saya inget sesuatu, yang saya suka, bikin saya suka sama dia juga. Saya jadi keinget-inget terus sejak tayangan audisi X-factor yang pertama #gombalbanget :p

Tapi mereka emang lucu sih, kecuali nyanyinya, kacau. LOL

No More Om


Ini keputusan yang saya putuskan beberapa waktu yang lalu, yaitu agar tidak memanggil seseorang dengan sebutan 'om' lagi. Kecuali bila mungkin orangnya mempersilahkan atau memang pada dasarnya namanya adalah 'om', oh satu lagi, dan bila mungkin saya lupa haha

Sebenarnya ini bukan keputusan yang penting-penting amat sih, cuma pengen saya tulis disini supaya bila mungkin nanti ada orang yang baca tulisan ini kelak menemukan saat dimana saya memanggil seseorang dengan sebutan 'om', mungkin seseorang yang baik hati itu nantinya bersedia mengingatkan saya. #ngarep

Dan sebenarnya lagi, ga ada yang salah sih dengan panggilan 'om', dan ga ada juga orang yang bisa ngelarang saya buat manggil mereka 'om' secara mulut mulut saya sendiri ini yang manggil. Tapi saya tahu ada beberapa orang yang agak keberatan, dan agak kesal mungkin, kalau saya panggil dengan sebutan 'om'. Maka dari itu saya ingin berhenti memanggil semua orang dengan sebutan 'om', kecuali yang saya sebutkan tadi. Ya, semua, biar adil dan ga pilih kasih. Saya ingin mengurangi jumlah orang yang kesel sama saya, setidaknya mengenai hal-hal yang saya tahu saya sengaja melakukannya, soalnya sudah terlalu banyak sih  jumlahnya :p

Mungkin ini langkah awal salah satu terobosan untuk tahun 2013 demi mengurangi jumlah dosa. Semoga ngefek. #halah

Tapi kemudian, saya harus segera memikirkan panggilan apa yang akan saya pakai untuk mereka yang tadinya saya panggil 'om' ini. Berhubung panggilan 'pak' kurang tepat dan 'mas' menurut saya kurang cocok, gimana kalau 'sayang' aja? *ditimpuk sendal*

Wkwkwk becanda aja kok. Soal itu mungkin akan saya pikirkan nanti saja lah ya.

Ngomong-ngomong sepertinya kalian semua lupa ya kalau blog ini barusan ulang tahun. Tepatnya tanggal 12 Januari kemarin genap berusia 2 tahun. Apa? Kalian bahkan ga tahu kalau blog ini ulang tahun?? Yah wajar aja sih, orang saya yang punya blog aja lupa, kalau ga gara-gara bulan Februari.

Yaudah sih gitu aja. Semoga bisa tetep ngeblog dan dunia per-blogger-an tetep seru kedepannya. Amin.
*lah ini kenapa jadi saya yang make a wish?


EGOIS

People says, "kemarahan akan lebih melukai diri sendiri daripada orang yang kita marahi."

Do you read that?
So now you know, if you are really love me, you should not makes me angry

#egoistingkatinternasional
#bukancurhat