Ibarat Tanaman

Awal bulan Mei lalu, bang Raditya Dika yang 'kambing jantan' itu merilis film barunya yang berjudul Cinta Brontosaurus. Saya belum nonton sih. Tapi dari film yang skenario-nya ditulis sendiri oleh Raditya Dika ini kabar-kabarnya ada quote yang mengatakan..

..lama-lama cinta itu bisa kadaluarsa.

Mendengarnya saya jadi langsung kepikiran kalau cinta itu seperti makanan yang ada di supermarket-supermarket. Kalau benar begitu, apa nanti bakal ada bahan pengawet untuk sebuah cinta? Ah mulai melantur. Sudah-sudah, toh sekalipun ada sebaiknya jangan dipakai, ga bagus buat kesehatan wkwkwk

Sebenarnya daripada seperti makanan yang punya tanggal kadaluarsa, saya pribadi berpendapat cinta itu lebih seperti tanaman.

Ada yang mudah tumbuh macam kemangi, ada yang susah banget tumbuhnya seperti menanam buah stroberi di Surabaya, ada juga yang perlu treatment khusus dulu macam bonsai. Beberapa bisa tumbuh di tempat yang semestinya, beberapa lain bisa tumbuh mengganggu macam rumput, sisanya bisa jadi tumbuh melukai seperti benalu. Banyak.

Namun tanpa pemeliharaan, mereka tak bisa tumbuh dengan baik. Sekalipun rumput, tanpa terpelihara dengan air dan sinar matahari, niscaya semuanya akan mati.

Begitulah. Tapi ngomong-ngomong, tau apa saya soal cinta :))

4 Responses so far.

  1. Huda Tula says:

    iya, setuju!
    .
    omong-omong, dari dulu saya baca bukunya raditya dika tak satupun yang bikin ketawa. nonton filmnya pun sekilas aja ga tertarik #gaadayangnanyajuga

  2. YeN says:

    maksudnya setuju sama saya?

    hoho begitu ya, selera orang emang beda-beda :D

  3. wekeke, suka bgt kyknya sama radit :D
    setuju sm kamu Yen, cinta itu kyk tanaman klo dirawat tiap hari ya makin bagus, klo dibiarin bisa kering, lama2 mati deh :D

  4. YeN says:

    ah ga juga, biasa aja
    ini enny yah? wah usaha baru lagi nih :D

    ...duh keduluan nih buat usaha toko baju online hahaha

Leave a Reply