Change


Maret 2012

September 2013


Tentang Sebuah Nama : Eko


Saya masih ingat betul. Namanya Eko. Bocah laki-laki paling metal(MEllow toTAL) yang pernah saya saksikan ke-metal-annya secara langsung dengan dengan mata kepala saya sendiri. Saya kenal dia sewaktu masih duduk di bangku kelas 4 SD di kota Pandaan.

Peristiwa itu terjadi saat jam pelajaran masih berlangsung. Gurunya sedang pergi meninggalkan kelas, entah kemana, saya lupa. Saya yang terhitung sebagai murid lumayan baru yang kebetulan duduk di bangku paling depan cuma bisa celingak-celinguk ngeliatin anak-anak lain yang pada seru mainan. Sampai kemudian teman sebangku saya menepuk-nepuk pundak saya.

"Hei yen, liat deh, Eko nangis tuh!" begitu bisiknya padaku.

Tentu saja kemudian saya langsung menoleh ke arah tempat duduk Eko. Dan disitulah dia, duduk bersandar pada tembok kelas, pandangannya menerawang ke arah luar  melalui pintu kelas, air matanya berlinangan. Anak-anak yang lain pun mulai menyadari peristiwa itu, seketika kelas heboh. Beberapa tampak kasihan dan penasaran apa sebabnya Eko menangis, sebagian lainnya menganggap itu menggelikan kemudian menertawakan sambil mengatainya cowok cengeng.

"Kenapa dia nangis?" saya bertanya pada teman yang menepuk bahu tadi. Teman saya cuma menggeleng sambil mengangkat bahu. Saya sendiri ga habis pikir, penderitaan hidup macam apa yang dia hadapi sehingga tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba menangis seperti itu.

Keriuhan kelas masih saja berlangsung, baik karena peristiwa Eko yang menangis maupun kehebohan yang sejak tadi dimulai karena tak ada guru di kelas, saat temanku memberi kabar. Rupanya setelah ditanya-tanya dan agak dipaksa-paksa anak-anak, Eko mau cerita apa gerangan penyebab dia menangis. Temanku mengatakan bahwa Eko menangis karena kangen pada cewek yang ditaksirnya. Lalu saya tanya pada temanku itu, memangnya cewek mana dan bagaimana yang ditaksir Eko itu. Teman saya jawab, cewek itu adalah Zaroh, anak kelas sebelah.

Saya spontan bilang HAH?! Ya kalau cuma kangen sama anak kelas sebelah aja sih kenapa harus pakai nangis segala gitu. Drama king banget. Kan tinggal samperin aja. Lalu teman saya bilang lagi kalau orang tua Zaroh ga suka sama Eko lah, ga ngebolehin Zaroh deket sama Eko lah dsb dsb. Well, makin lama saya makin merasa hidup dalam sinetron. Kita masih kelas 4 SD teman-teman, why so serious? Rasanya saya prihatin tapi juga pengen ketawa.

Kendatipun demikian saya masih tetap penasaran, bagaimana bisa Eko menangis seperti itu. Saya sudah tau alasannya sih, tapi saya masih belum paham perasaan macam apa yang dia rasakan hingga seperti itu. Kalian tahu, kadang manusia menyakiti diri sendiri untuk memahami rasa sakit orang lain. Saya mulai mengingat-ingat hal-hal sedih yang terjadi dalam hidup saya, kesedihan karena kangen orang yang saya sayang. Kebetulan waktu itu saya baru saja kehilangan nenek saya. Dan saya pun jadi nangis. Tapi ternyata beda. Saya tahu itu beda dengan apa yang dirasakan Eko.

Sekarang sudah lebih dari 10 tahun sejak kejadian itu. Kabar terakhir yang saya dengar mengenai Eko kurang menyenangkan, sepertinya dia ada masalah dengan narkoba. Sayang sekali. Tapi Eko, sepertinya sekarang saya tahu persis apa yang kamu rasakan waktu itu. Semoga kamu bisa kembali ke jalan yang benar.

Btw saat nulis entri ini, saya jadi inget pantun yang populer waktu SD dulu. Bunyinya begini :

Jangan menulis di atas kaca
Menulislah di atas meja
Jangan menangis karena cinta
Menangislah karena dosa

Lucu sekali.


Mengurus SIM C di Satpas Colombo Surabaya (Bag. I)


Iya. Seperti yang sudah bilang di entri yang lalu, bulan ini saya mau ikut tes ujian SIM.

Hari ini, pagi-pagi saya udah cantik, siap-siap berangkat ke Satpas Colombo yang terletak di Jalan Ikan Kerapu. Daerah Perak Barat Surabaya Utara. Lebih lengkapnya google aja deh. Dengan ditemani ibu saya, kita kemudian berangkat naik motor. Haha ini menggelikan, saya sudah pernah nulis sebelumnya, bagaimana bisa orang yang tidak punya SIM datang ke kantor polisi tempat pembuatan SIM dengan mengendarai motor sendiri. Ini pelanggaran terang-terangan di depan mata pihak yang berwajib tapi lalu diabaikan dengan terang-terangan pula. Ahh sudahlah, saya juga agak kurang paham.

Jadi sesudah sampai di tempat tujuan saya pun segera bermaksud untuk mendaftar, tapi rupanya saya harus ikut tes kesehatan dulu. Untuk ikut tes kesehatan siapkan dulu fotokopi KTP 1 lembar. Kemudian setelah tes, saya dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000.- 

Setelah lulus tes kesehatan, saya disuruh ambil formulir di loket yang sudah disediakan. Setelah diisi, formulir dikumpulkan lagi ke loket yang untuk mengikuti ujian teori. Karena saya mau bikin SIM C baru(bukan perpanjangan), maka saya diminta untuk menyertakan KTP asli bersama dengan formulir yang tadi. Setelah itu saya disuruh ikut pengarahan mengenai peraturan lalu lintas dan materi ujian, kemudian di beri kartu tanda untuk mengikuti ujian teori. Tapi sebelum ikut ujian teori kita masih harus nunggu nama kita dipanggil dulu.


Kartu Tanda


Ga lama, nama saya dipanggil, maka masuklah saya ke ruangan ujian bersama beberapa orang yang lain. Disitu dikasih arahan bagaimana cara menjawab ujian. Setelah merasa cukup paham, saya dan yang lainnya juga mengerjakan soal ujian. Ujiannya menggunakan komputer dan terdiri dari 30 soal, untuk bisa lulus minimal kita harus dapat nilai 60 atau minimal mengerjakan 18 soal dengan benar. Begitu soal nomer 30 selesai dikerjakan, di layar komputer akan langsung muncul hasil nilainya kemudian otomatis di print. Mari kita simak hasil ujian saya.


So close..!!!


Hahhh..ini prett banget. Memalukan...padahal dulu saya ngehina-hina si Dewi gara-gara ga lulus ujian teori, sekarang malah saya sendiri.

Yasudah, tunggu kelanjutan entri ini 2 minggu lagi.


Berlanjut kesini.

Tidak Tahan

Dalam menjalani berbagai coban dan ujian dalam hidup ini, kadangkala kita manusia ini mempunyai kelemahan. Yang kemudian menjadikan kita tidak mudah tahan terhadap beberapa hal yang kita hadapi tersebut.

Beberapa orang tidak tahan jika diminta untuk menunggu. Sebagian lain tidak tahan bila harus melihat darah. Sisanya tidak mungkin tahan melihat pesona saya ini wkwkwk, becanda.

Saya pun juga punya beberapa hal yang saya tidak tahan untuk melawannya.

Pertama. Saya cenderung tidak tahan untuk tidak tertawa atau bahkan tersenyum saat saling memandang mata dengan seseorang. Pernah dulu waktu kecil saya disuruh nenek tidur siang bareng sepupu saya, berhubung kita sama-sama belum ngantuk, kita iseng tanding melotot-melototan. Bukannya tanding melotot, saya malah berusaha setengah mati buat nahan ketawa, begitu juga dengan sepupu saya. Akhirnya kita ga jadi tidur siang dan malah ngakak sesiangan. Nenek saya sampai nanya kenapa kita ngakak gitu. Mungkin beliau penasaran, cucu-cucunya ini kerasukan apa. Tau sih, rasanya geli gitu.

Kedua. Setiap ngeliat 2 keponakan yang tinggal bareng saya, rasanya ga tahan buat ga ngelitikin mereka. Apalagi yang cowok itu, badannya gendut sih.. Saking seringnya saya gelitikin mereka sampai agak-agak paranoid gitu. Saya baru ngegerakin jari dikit, mereka udah langsung teriak-teriak histeris gitu. Kasian...wkwkwk

Ketiga... Ahh sudahlah

Jelly Bean 4.1.2 Tidak Mendukung Pemindahan Aplikasi ke SD Card


Sebelumnya, alhamdulillah saya sudah punya android sendiri sekarang.

Sebagai pengguna android yang baik, saya berniat memindahkan instalasi beberapa aplikasi seperti game dan sebangsanya yang memiliki memory cukup besar ke memory card(eksternal SD card), demi memperlancar kinerja androidnya. Belajar dari pengalaman otak-atik android punya kakak saya, seharusnya di manajer aplikasi ada tombol move to SD untuk melaksanakan hal ini. Tapi herannya tombol ini sama sekali ga ada di android saya.



Melalui browsing sana-sini, liat-liat diskusi di forum serta bertanya pada teman-teman yang lebih ngerti, rupanya android saya ini (Jelly Bean 4.1.2) memang tidak mendukung pemindahan aplikasi ke SD card. Kabar-kabarnya google sudah menghilangkan fitur yang menjadi default sejak android Froyo 2.2 ini. Hal ini tentu saja berakibat pada terbatasnya game dan aplikasi yang dapat diinstal. Sejauh ini yang saya dengar, satu-satunya cara memindahkan aplikasi pada Jelly Bean 4.1.2 adalah dengan cara me-root android-nya, yang mana sayangnya akan dapat menghilangkan garansi dari samsungnya.

Hahh.. saya jadi agak sebel, kenapa sih google menghilangkan fitur ini? Trus apa gunanya dong slot SD card sampai 64GB?  -.-"

Ada yang tahu ga sih bagaimana cara install banyak aplikasi di Jelly Bean 4.1.2 tanpa root?



Tips Jitu Menurunkan Berat Badan


Berat badan berlebih terkadang bisa menjadi sangat masalah bagi beberapa orang. Tubuh yang langsing merupakan dambaan hampir sebagian besar orang, terutama bagi wanita. Hal terpenting yang perlu kita ketahui agar bisa mendapatkan tubuh langsing adalah kenali faktor utama penyebab kegemukan orang tersebut. Kendati kelebihan berat badan bisa disebabkan banyak faktor, hal yang paling lazim terjadi pada sebagian besar orang adalah karena disebabkan ketidakseimbangan antara besarnya nafsu makan dengan sedikitnya aktifitas yang dilakukan oleh tubuh. Bahasa sederhananya, makan banyak tapi ga pernah olahraga.

Oleh karena itu, pada entri kali ini saya akan menawarkan satu solusi mudah. Anda tidak perlu susah-susah berolahraga berat ataupun ringan secara rutin. Anda tidak perlu mengkonsumsi apapun, sehingga anda tidak perlu khawatir akan efek samping dari bahan kimia dan sejenisnya. Anda juga tidak perlu susah-susah mengontrol nafsu makan anda, karena dengan cara yang saya sebutkan disini secara otomatis akan dapat mengurangi nafsu makan anda.

Penasaran? Penasaran aja apa penasaran banget? Haha. Oke oke langsung saja. Caranya cuma terdiri dari satu kata. 

Bersedihlah.

Mari saya jelaskan bagaimana bisa bersedih bisa sangat membantu menurunkan berat badan anda. Logikanya begini, anda pernah bersedih bukan, apa yang anda rasakan? Pengen nangis kan? Kadang-kadang bisa sampe mual kan? Akibatnya jadi ga nafsu makan kan? Trus jadi makin males makan kan? Trus jadi agak kurusan kan? Nah, simple kan. Saya pikir anda semua sudah mengerti, karena memang tidak ada sesuatu yang rumit dalam hal ini.

Sebagian dari kalian mungkin sudah mulai ingin mengajukan keberatan terhadap tips ini, karena kalian mendapati sebagian orang yang saat bersedih justru malah makin banyak makan. Tipe orang-orang yang pelampiasan kesedihannya ke makanan. Di tipi-tipi sering ada yang gitu kan.

Tenang, itu cuma masalah sepele. Jika kamu bersedih tapi kemudian makanmu tetap atau makin banyak, hampir bisa dipastikan itu karena kesedihanmu kurang, coba deh ditambah banyak lagi. Saya yakin hasil akhirnya akan sama.

Hanya saja satu hal yang perlu kalian ingat. Sekalipun kalian sudah ga ada nafsu makan, tetaplah makan. Apapun yang kalian suka, lebih baik jika itu bergizi dan sehat sih. Ini semua perlu sekali untuk kalian lakukan jika masih ingin hidup. Kalo udah ga pengen ya terserah sih, cuma jadi hilang kan tujuan anda dari melakukan tips ini. Apa gunanya langsing jika kemudian akhirnya kalian mati? Kesehatan itu penting.

Sekian tips kali ini, sampai jumpa di #TipsSesat berikutnya.


Coklat


X: Sayang, aku panggil kamu coklat ya..

Y: Ummm boleh..tapi kenapa jadi pengen manggil aku coklat?

X: Soalnya coklat kan banyak yang suka..

Y: Oh gitu..*seneng* Trus kamu suka coklat ga?

X: Engga, aku ga suka makan coklat..

*kemudian hati berceceran


Ga Lolos dari Razia SIM


"Mengatakan sebagian kebenaran itu sama saja dengan kebohongan."

Saya lupa pernah dengar atau baca dimana kalimat itu. Dan walau saya masih belum 100% yakin dan setuju dengan kalimat itu, sebaiknya saya ceritakan saja semuanya. Masih ingat dengan cerita sewaktu saya lolos dari razia SIM? Itu masih ada lanjutannya sodara. Entri ini adalah sekuel dari "Lolos dari Razia SIM"

Jadi ceritanya setelah kejadian itu, saya meneruskan perjalanan sambil terus-terusan mikir, kenapa kok saya bisa lolos? Sebagian diri saya pasrah aja dan berkesimpulan seperti apa yang saya tulis di entri yang lalu, tapi sebagian lainnya bukannya ga percaya, cuma masih tetap penasaran. Jadi saya tetap terus mikir, kebetulan waktu itu udah sampai lampu merah di daerah jagir wonokromo. Begitu lampu nyala hijau, saya tancap gas dong, ga taunya 100 meter dari situ ada rasia SIM lagi hauhau

Saya udah ga bisa ngelak lagi, karena udah ga ada tikungan lagi di jalan itu, dan kali ini tidak ada pak polisi baik hati yang mau meloloskan saya. Dalam semalam saya kena razia 2 kali..

Jadi bagaimana? Ada yang berubah pikiran setelah baca kelanjutan cerita ini?

Saya sih engga. Saya tetap percaya keajaiban itu ada, karena bukankah Tuhan itu maha segalanya.

Tapi memang tidak seharusnya hidup dengan hanya mengandalkan keajaiban. Karena itulah rencananya bulan ini saya mau ambil tes SIM. Ada yang mau bantu do'a supaya lulus?


Kopdar Halal Bihalal dan Launching Trilogi kebangkitan


Hari Minggu tanggal 25 Agustus kemarin, saya menghadiri undangan dari Pakdhe Cholik. Dalam undangan disebutkan bahwa hari itu akan digelar 2 acara sekaligus, dan ternyata memang begitulah kenyataannya. Acara utamanya terdiri dari kopdar halal bihalal blogger lintas platform dan kemudian yang paling ditunggu dan cetar membahana yaitu peluncuran buku Trilogi Kebangkitan oleh Pakdhe Cholik.

Acaranya diadakan di RM Bu Cokro yang terletak di Jl. Dharmahusada. Saya sempet kagum sama Jl. Dharmahusada ini, karena sewaktu menelusuri jalanannya, rupanya disana itu banyak sekali rumah makan dan restoran yang pakai nama ibu-ibu. Ada Bu Kus, Bu Rudy, Bu Indra, Bu Kris, Bu Yul dan lainnya. Saya jadi curiga ini jalan daerah kekuasaan geng ibu-ibu. Tapi ngomong-ngomong, dari sekian banyak warung eh restoran ibu-ibu itu ga ada restoran dengan nama Bu Yen. Ya iyalah saya belum punya restoran dan masih belum jadi ibu-ibu haha.

Oke, kembali ke leptop!

Saya sampai di TKP sekitar jam 10 lebih gara-gara keasyikan ngerjain kerjaan di kantor, kebetulan saya kerja dulu paginya dan langsung berangkat ke acara ini. Keadaan di lokasi udah ramai, udah ada Niar dan mbak Yuni dkk. Trus saya juga dapat kenalan baru, mbak Asmi dan mbak Rahmah dan pak Insan Robbani dan...masih banyak lagi.

Acara dibuka dan kemudian dipandu oleh Pakdhe sendiri. Ditemani cemilan yang enak-enak, saya dengan khusyuk menyimak apa yang dikatakan oleh pakdhe di depan,sementara beberapa blogger lain sibuk motret-motret. Sebenernya saya mau ikutan motret juga, tapi kamera saya lupa dicas, jadi cuma sempat eksyen motret-motret bentar doang tapi hasilnya blur semua karena buru-buru takut kameranya mati haha.

Tapi tenang, saya berhasil minta foto dan minjem kamera ke mbak Asmi. Ini dia..

Pakdhe saat membuka acara
sumber: ngopy dari kamera mbak asmi (araaminoe)

Setelah dibuka, acara halal bihalal pun resmi berlangsung. Kita dikenalkan satu sama lain, disebutkan namanya dan juga daerah asalnya. Ada yang datang dari Sidoarjo, Gresik, Pasuruan bahkan dari Jogja juga. Kalau dari Surabaya sih udah ga usah ditanya lagi.

Usai kenal-kenalan, acara dilanjutkan dengan peluncuran Trilogi Kebangkitan. Namanya saja sudah trilogi, maka sudah pasti terdiri dari 3 buku yang masing-masing berjudul Puisi Enam Tiga, 63 Cermin, dan Dari 63 menuju 1. Soal urutannya, saya lupa nanya ke Pakdhe, tapi rasanya masing-masing buku bisa dinikmati secara terpisah kok.

Pakdhe saat launching Trilogi Kebangkitan
sumber: ngopy dari kamera mbak asmi (araaminoe)

Trus kenapa judulnya ada bau-bau angka 63 semua?

Jawaban paling sederhananya sih buku ini diterbitkan salah satu latar belakangnya adalah untuk merayakan ulang tahun Pakdhe yang kini sudah menginjak 63 tahun. Untuk mengetahui makna angka spesial 63 dalam buku ini, tentu kalian harus beli dan baca sendiri dong yaa.. :)

Acara launching Trilogi kebangkitan ini kemudian dimeriahkan dengan pembacaan puisi dan cerita yang ada dalam buku, serta ada juga sahabat blogger yang memberikan tanggapannya mengenai diluncurkannya ketiga buku tersebut.

Kalian tahu apa yang paling saya suka dari launching ini? Itu adalah ada goodie bag-nya sodara-sodara! Dan kalian tahu isinya apa? Yap, 3 buku Trilogi Kebangkitan, lengkap. Haha naluri gratisannya saya langsung muncul nih.

sumber: ngopy dari kamera mbak asmi (araaminoe)


Setelah acara launching berakhir, kita lanjut ke bagian paling favorit, yaitu makan-makan. Sayangnya saya ga punya foto pas makan-makan apalagi motret makanannya. Ga sempet. Saya terlalu sibuk makan, enak-enak sih..haha

Sebelum acara resmi ditutup, kami melakukan do'a bersama yang dipimpin oleh blogger yang dari Jogja, duh saya lupa namanya, pokoknya beliau dipanggil Pak Ustadz hehe. Maafkan ya, saya lumayan pelupa sama nama orang apalagi kalo ketemu langsung banyak orang kayak gitu.

Begitulah kemudian acara resmi ditutup. Semoga kapan-kapan kita bisa bertemu kembali dan menyambung silaturrahmi. Dan semoga acara ini dapat memberi manfaat dan keberkahan bagi semua. Amin.

Foto Bareng
Sumber: abdulcholik.com