Ga Lolos dari Razia SIM


"Mengatakan sebagian kebenaran itu sama saja dengan kebohongan."

Saya lupa pernah dengar atau baca dimana kalimat itu. Dan walau saya masih belum 100% yakin dan setuju dengan kalimat itu, sebaiknya saya ceritakan saja semuanya. Masih ingat dengan cerita sewaktu saya lolos dari razia SIM? Itu masih ada lanjutannya sodara. Entri ini adalah sekuel dari "Lolos dari Razia SIM"

Jadi ceritanya setelah kejadian itu, saya meneruskan perjalanan sambil terus-terusan mikir, kenapa kok saya bisa lolos? Sebagian diri saya pasrah aja dan berkesimpulan seperti apa yang saya tulis di entri yang lalu, tapi sebagian lainnya bukannya ga percaya, cuma masih tetap penasaran. Jadi saya tetap terus mikir, kebetulan waktu itu udah sampai lampu merah di daerah jagir wonokromo. Begitu lampu nyala hijau, saya tancap gas dong, ga taunya 100 meter dari situ ada rasia SIM lagi hauhau

Saya udah ga bisa ngelak lagi, karena udah ga ada tikungan lagi di jalan itu, dan kali ini tidak ada pak polisi baik hati yang mau meloloskan saya. Dalam semalam saya kena razia 2 kali..

Jadi bagaimana? Ada yang berubah pikiran setelah baca kelanjutan cerita ini?

Saya sih engga. Saya tetap percaya keajaiban itu ada, karena bukankah Tuhan itu maha segalanya.

Tapi memang tidak seharusnya hidup dengan hanya mengandalkan keajaiban. Karena itulah rencananya bulan ini saya mau ambil tes SIM. Ada yang mau bantu do'a supaya lulus?


Leave a Reply