2014

Selamat malam..

Wah ga kerasa udah akhir tahun lagi. Tadinya saya males mau bikin entri kaleidoskop 2014 ini, pasalnya saya ngerasa ga ada banyak pencapaian. Namun setelah saya renungi lagi, saya muhasabah (#tsahhh),  rupanya sangat banyak hal sudah terjadi tahun ini.

Berhubung saya lupa kapan kapan saja kejadian yang akan saya tulis ini berlangsung, maka nomer urut tidak berdasarkan urutan waktu kejadian. Yaa seingat saya aja gitu..

Oke langsung saja.
1. Awal tahun ini saya mulai pakai kerudung. Rencana yang sudah lama terus tertunda sebelumnya :)
2. Dan awal tahun pula saya mulai pakai kacamata. Mata saya kena silindris 0,75 :(
3. Saya berhasil mengembalikan buku pemberian dia. Yes!
4. Dan saya juga berhasil kasih dia hadiah buku balasan. Well, entah beneran nyampe atau engga, setidaknya saya lega udah ngirimin itu.
5. Saya juga berhasil jalan-jalan ke jogja 2 kali tahun ini. Pertama waktu perjalanan dinas jobfair di JEC. Kedua waktu menggembel pasca lebaran bareng kacho dan estukeikoku. Detilnya nanti saya ceritakan di entri terpisah saja. Namun cukup disayangkan dalam 2 kali perjalanan ke jogja ini saya masih belum berhasil kopdar sama huda tula. Saya penasaran pengen liat lukisan-lukisannya. Ehtapi kalo kopdar masa iya dia bakal bawa-bawa lukisan hahaha
6. Lebaran tahun ini saya mulai bisa ngasih salam tempel ke ponakan. Alhamdulillah yah. Tahun-tahun sebelumnya kebanyakan saya jadi pengangguran kalo lebaran, ato ga dapet  THR hihi
7. Ini penting banget. Di kantor ada engineer baru yang unyu-unyu. Cocok untuk dijadikan target operasi. Dia lebih muda dari saya sih, but..is that matter? Muhahaha
8. Dan yang ini lebih penting lagi. Saya dimutasi ke department lain. Yang dulunya tempat kerja saya di lantai bawah, sekarang di department baru saya kerjanya satu ruangan bareng engineer baru yang unyu tadi. Ngahahaha
9. Sudah cukup soal engineer unyu-nya. Nanti kalo saya jadian sama dia terus dia baca entri ini kan ga lucu jadinya. Yeah, right. I’m overthinking. Next!
10. Sudah dengar soal kecelakaan Air Asia? Sedih. Terutama saat dengar salah satu korbannya adalah teman sekantor saya dulu. Dia sempat kerja di kantor yang sama dengan saya, lalu resign beberapa bulan yang lalu. Kalian tahu? Dia naik pesawat itu bersama seluruh keluarganya. Rasanya saya….Ah semoga yang terbaik buat mereka semua.
11. Sepertinya cukup sampai disini. Saya kehilangan kata-kata.

Soal tahun depan. 2015. Rencana yang paling dekat yang bisa saya sebutkan adalah jalan-jalan ke Jakarta. Tadinya sih maksudnya bulan januari besok.
Tapi..
*intip saldo rekening*
..ya mungkin bisa kita bahas lagi nanti. Aha hah ah ahaha

Baiklah. Terakhir, Semoga kita semua senantiasa menjadi orang beruntung yang berbahagia.
Sampai jumpa tahun depan!

Kamu

Tak tahu malu?
Bukan, ini cuma usaha maksimalku.
Kalau memang harus berlalu.
Aku tak mau ada tugu.
Aku mau semua jadi abu.
Tertiup angin ke segala penjuru.
Tak ada lagi jejak atau bau.
Kalau memang tak cinta aku.
Diam-diam saja kau disitu.
Waktu pasti berlalu.
Begitu juga aku.
Kita semua hidup bersama waktu.
Semoga kelak masing-masing bahagia dengan yang baru


10 Days

Waktu yang kuberikan bagi diriku untuk dirimu tinggal 10 hari lagi.

Perjalanan Ke Barat

Awalnya saya tidak pernah mengira kalau cerita baru akan ditulis setelah selama ini. Dan awalnya saya juga tidak mengira bahwa karena saking lamanya cerita ini baru akan ditulis, membuat saya banyak lupa mengenai detil-detil perjalanan ini.

Perjalanan ke barat ini terjadi pada pertengahan tahun 2013, 2 hari setelah lebaran idul fitri. Tujuan awalnya sih untuk mengunjungi keluarga kakak pertama saya yang tinggal di Bandung. Memang selama ini kami belum pernah sekalipun mengunjungi kakak saya itu waktu lebaran. Biasanya kalau ga kakak saya yang pulang ke Surabaya, ya kita lebaran di kota masing-masing. Namun berhubung perjalanan kami ini sangat jauh (catatan: kami berangkat menggunakan mobil), rasanya agak sia-sia kalau cuma buat capek di jalan, rupanya kakak saya (baca: suami kakak kedua saya) sudah merencanakan serangkaian ziarah wali. Sementara saya, saya punya satu agenda rahasia.

Perjalanan di mulai pada pagi 3 syawal atau 10 agustus 2013 dalam kalender masehi. Subuh-subuh sekali kami semua mulai mandi dan memasukkan semua bekal ke dalam mobil. Anggota keluarga yang berangkat total ada 8 orang, terdiri dari: Ibu, kakak kedua beserta suami dan kedua anaknya, disusul tante dan anak laki-lakinya, dan yang terakhir aku. Penuh? Iya banget. Mulai dari bekal baju, bekal makanan dan minuman sampai bantal dan kasur.Untungnya mobil kami agak besar sehingga bagian belakangnya kita sulap jadi kamar mini dengan menggelar kasur tipis plus bantal.

Tujuan pertama, dimulai dari yang paling dekat, yakni sunan bungkul. Bagi yang belum tau, makamnya ada di taman bungkul Surabaya. Dari Bungkul seharusnya kami langsung ke makam sunan Ampel, namun karena ada sedikit keperluan kami harus mampir dulu ke Rungkut, baru lanjut ke Ampel. Dari Ampel kami langsung melanjutkan ke makam Maulana Malik Ibrahim. Selanjutnya makam sunan Giri, sunan Drajad, sunan Kudus, sunan Bonang, sunan Muria, Sunan Gunung Jati. Umm saya agak lupa namanya siapa aja dan urutannya seperti apa, mohon maklum itu sudah lebih dari setahun yang lalu.

Dari semua makam yang saya sebut tadi tidak semuanya benar-benar saya datangi. Maksudnya kita memang sudah ada di area makam tapi makamnya sendiri masih berada cukup jauh dan atau medan yang harus ditempuh juga tidak mudah. Seperti makam Sunan Muria yang dari tempat terakhir kita diperbolehkan naik mobil sampai ke makamnya masih harus naik motor lagi. Jalannya menuju kesana pun cukup curam sehingga hanya motor-motor tertentu saja yang bisa digunakan. Motor yang mesinnya lemah hampir bisa dipastikan ga akan kuat diajak nanjak. Jadinya yang naik ke makam cuma suami kakak saya saja.

Kami sempat mampir ke Masjid Agung Demak, sekedar buat numpang sholat dan istirahat. Sebelum sampai di rumah kakak, kami juga sempat mampir ke rumah teman dari suami kakak saya di daerah jawa barat yang punya pondok pesantren di situ. Yah sekali lagi sekadar buat silaturrahmi sekaligus numpang makan, mandi dan istirahat haha.

Tanggal 11 atau 12 nya kami sudah sampai di rumah kakak saya di bandung. Pinggiran kota bandung lebih tepatnya. Agak susah memperkirakan tanggalnya karena kami sampai pada waktu dini hari, jam-jamnya ganti tanggal. Yang aneh dari pertemuan keluarga jauh begini ini, padahal udah capek karena perjalanan yang jauh banget, tapi pas ketemu entah kenapa mesti ga bisa langsung tepar malah ngobrol-ngobrol panjang dulu sampai hampir subuh. Yahh namanya juga kangen mungkin ya.

Sedikit sekali waktu yang kami punya untuk jalan-jalan. Kurang lebih ada 3 hari yang bisa kami pakai untuk keliling tapi kami cuma berhasil pergi ke gunung tangkuban perahu sama ke makan malam bareng di salah satu mall di bandung sana. Sisanya kebanyakan waktu dipake buat istirahat, terutama suami kakakku. Soalnya dia sopir tunggal. Dari surabaya sampai bandung, jalan-jalan ke tangkuban perahu, dan lain-lain sampai perjalanan pulang dari bandung-surabaya itu dia semua yang nyetir. Ga ada pengganti. Jujur saya salut.

Kami sempet berencana buat ke Taman mini atau apa yang ada di jakarta, berhubung jakarta kan udah deket ya dari bandung dibanding dari surabaya, tapi ga jadi. Hal ini mempertimbangkan waktu liburan yang hanya sedikit dan juga kelelahan fisik keluarga saya. Saya sih pengen banget, terkait dengan agenda rahasia saya, tapi tidak, saya tidak bisa.

Lalu bagaimana dengan agenda rahasia saya itu?

Gagal. Tentu saja.

Karena tujuan agenda saya itu ada di jakarta. Perjalanan saya kurang ke barat. 

Someone like you

No no no
You wont find someone like me
Yang lebih baik dari aku banyak
But still..NOT like ME

Jadi Gini..



...sepertinya kamu perlu ditampar pake kaki.

Fairy's Landing

Saya baca buku ini pertama kali waktu smp. Sebuah komik bikinan Korea. Awal-awal ceritanya sih tampak mirip seperti cerita Jaka Tarub tapi semakin ke belakang ceritanya semakin banyak tambahannya.



Jadi tokoh utama dari buku ini adalah Fanta dan Jaegal Ryang. Fanta adalah bidadari yang ingin tinggal di bumi demi suatu kepentingan,sedang Jaegal Ryang adalah pemuda yang dibuat seakan-akan menjadi Jaka Tarub-nya sehingga Fanta bisa tinggal di bumi. Namun ternyata ada bidadari lain yang selalu iri pada Fanta, namanya Miranda, yang selalu berniat mengganggu apapun yang dilakukan Fanta, termasuk misinya yang ingin tinggal di bumi ini. Karena Miranda tidak suka Jaegal Ryang membantu Fanta, maka dia memberikan kutukan kepada Jaegal Ryang, sehingga siapapunperempuan yang menatap mata Jaegal Ryang akan menjadi jatuh cinta padanya. Yak! Jatuh cinta. Dan bukan sembarang cinta, tapi cinta mati yang membuat korbannya bisa melakukan apapun untuk membuat Jaegal Ryang mencintai mereka. Para korbannya itu bahkan tidak akan segan-segan melukai atau membunuh bila ada orang yang membuatnya cemburu dengan mendekati Jaegal Ryang. Eumm hal ini sebenarnya tergantung kondisi jiwa dan karakter korbannya juga sih. Saat korbannya sudah punya pacar atau pasangan yang benar-benar dicintai biasanya agak cukup mudah untuk disadarkan atau dibebaskan dari efek kutukan tersebut. Begitu juga saat korbannya itu orang yang lemah lembut mungkin tidak sampai tega melukai orang lain, tapi bisa jadi nanti dia depresi sendiri karena cinta tak terbalas haha.

Saya baca buku ini cuma sampai jilid belasan, lalu kemudian berhenti. Penyebabnya yang pertama adalah karena udah ga langganan rental komik lagi. Kedua karena cerita dari buku ini semakin ga asik. Pada jilid-jilid awal ceritanya masih seru dan lucu, tapi lama-kelamaan ceritanya makin ruwet, mirip cerita sinetron yang udah tayang sampai 7 season. 

Lah kenapa saya nge-review kalau bacanya aja belum sampai tamat?

Sebenarnya ini bukan review. Yang mau saya soroti disini adalah kutukan yang didapat oleh Jaegal Ryang. Yang membuat dia tidak boleh memandang mata lawan jenisnya, karena bisa membuat mereka jatuh cinta. Yang mau saya bilang disini adalah.."Kamu tidak perlu menjadi yang terkutuk untuk mengalami apa yang dirasakan oleh Jaegal Ryang ataupun korbannya. Itulah sebabnya Tuhan menurunkan perintah ghadul bashar."

Well, sebenarnya ini antara kamu tidak perlu menjadi yang terkutuk atau mungkin..we're all already cursed LOL


Cicil

Zaman dulu sempat nge-trend guyonan yang bunyinya begini

"Aku pengen beli mobil nih, makanya mulai sekarang aku udah mulai nyicil, mulai dari beli gantungan kuncinya dulu"

Yaa kurang lebih begitulah intinya.

Mungkin kedengarannya konyol dan lucu ya, tapi menurutku itu ada benarnya. Kemudian sekarang dengan menggunakan prinsip yang sama, aku pikir..

Kalau kamu mau sukses atau kaya usahanya harus dicicil mulai dari sekarang, mungkin bisa mulai dengan sombongnya dulu :)))

Imaginary

@yenfreakz nah..itulah hebatnya saya, orang ga ngapa2in aja saya bisa ge er :))) RT @imajinasi lah trus kamu bisa ge er kenapa coba? @yenfreakz Ga ngapa2in sih.. RT @imajinasi emang mas2 asia timurnya ngapain kamu? RT @yenfreakz: Mas2 asia timur di depan ini bikin ge er aja deh :)))

Kalau Masih Boleh Beralasan

Sebelumnya abaikan soal penggunaan istilah hijab, jilbab, kerudung, khimar atau apalah itu. But you know what i mean, right?

Lumayan banyak yang pernah nanya ke saya, "kamu kenapa ga pake jilbab aja yen?" atau "kamu ga pengen pake jilbab aja yen?" Apalagi mereka yang sering melihat saya sukanya pakai baju-baju lengan panjang, bahkan blouse nya busana muslim atau gamis, cuma minus kerudungnya aja. Mereka bilang..kan sekalian..

Biasanya saya cuma jawab "ya ga kenapa-kenapa, belum aja.." sambil senyum atau ketawa

Saya tidak pernah bisa beralasan seperti yang banyak orang-orang kemukakan. Pasalnya saya memang tidak pernah merasa alasan-alasan tersebut benar, apalagi meyakini, setuju dan menjadikan alasan tersebut sebagai alasan saya bertindak. 

Tapi..

Setelah berpikir dan berpikir. Kalau masih boleh saya beralasan.. ini alasan saya

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) - Sumber: muslim.or.id

Kamu tahu, beberapa orang dan beberapa media sempat bilang "kamu keliatan makin cantik loh  kalo berjilbab", ini sejak kapan jilbab jadi semacam operasi plastik? Kadang mereka juga bilang "cowok sekarang sukanya nyari pacar/istri yang berjilbab loh!" Ieuh.. Lain waktu mereka bilang, enakan pake jilbab kulitmu jadi putih ga kena matahari. Setelah denger itu kemudian saya malah main panas-panasan. Mereka pikir dengan mengatakan hal-hal seperti itu bisa membuat saya berjilbab. Yang ada saya malah makin males. Saya sudah sangat lama punya rencana berjilbab tapi saya ga pengen berjilbab dengan alasan-alasan yang mereka bilang itu. Ga pengen berjilbab cuma karena musim, cuma karena pengen putih, cuma karena pengen ditaksir cowok. Itu konyol. 

Apalagi kalau mereka bilang berjilbab merupakan ibadah. Ga seharusnya beribadah itu dikarenakan manusia atau dunia. Ibadah kan harusnya Lillahi ta'ala.

Gimana? Terdengar seperti pembenaran ya? 

Haha bisa jadi. Maybe i am just a person who loved the idea of not being what people expect me to be. Kayak sekarang ini, semakin kamu suruh-suruh aku move on, aku semakin stuck. #eh #salahfokus


Ramadhan

Ramadhan sebentar lagi tiba. Kayaknya besok udah hari terakhir bulan sya'ban deh. Secara perhitungan awam saya sih sabtu udah puasa, tapi yaa ga tahu lagi deh kalau salah, mending kalian nunggu keputusan sidang Isbat pemerintah aja deh. Saya juga kok.

Well, ngomong-ngomong soal ramadhan, biasanya orang-orang muslim akan menggambarkan dirinya senang karena ramadhan tiba. Setidaknya begitu yang saya lihat di televisi dan socmed. Anehnya, saya malah takut.

Iya. Saya takut.

Mengurus SIM C di Satpas Colombo Surabaya (Bag II. Final)

Entri ini adalah lanjutan dari entri sebelumnya.

Ini cerita lanjutan dari proses pembuatan sim saya. Seperti yang biasanya, saya yang jago nelat ini kembali nelat dalam proses lanjutan sim kali ini. Ujian teori ulang yang seharusnya saya jalani 2 minggu dari ujian teori pertama berlangsung, yaa sekitar bulan oktober gitu, malah baru saya jalani 3 bulan kemudian tepatnya di bulan januari.

Kali ini saya datang ditemani teman saya. Begitu sampai lokasi, saya tinggal mengumpulkan kertas nilai ujian yang gagal kemarin untuk dipakai mengantri, kebetulan waktu itu saya ga perlu nunggu terlalu lama untuk mengantri. Lalu bagaimana hasil ujiannya?

Saya girang banget bisa lulus, walau nilainya cuma 63. Rasanya waktu keluar ruang ujian pengen loncat-loncat terus aja gitu, tapi saya tahan takut dikira pocong jadi-jadian. Oya sory saking senengnya saya sampe lupa motret kertas hasil ujiannya.

Sehabis lulus ujian teori, sesuai prosedur yang ada, saya langsung berangkat ke tempat ujian praktek. Nah nungguin ujian praktek ini yang lumayan lama. Saya ga tahu apa yang bikin lama, secara lapangannya kosong aja gitu, ga ada yang make. Mereka lagi ngurusin administrasinya dulu kali ya?

Jujur, di bagian ujian praktek ini saya sempat melihat ada beberapa kecurangan. Bahkan akhirnya saya terpaksa ikut juga. Yaa daripada ga lulus, jauhnya itu loh brohh..

Satu hal yang saya heran. Ujian praktek itu bukannya bisa ngulang sampe 3 kali pada 1 kali ujian kan ya kalo ga salah? Saya kemarin cuma dikasih kesempatan 1 kali doang. Trus padahal ada orang-orang sebelum tes kita bisa nyoba dulu latihan, mana? Aku kemarin sama sekali ga dikasih kesempatan latihan. Padahal kan kalau ujian praktek pake motor orang yang kondisinya pasti beda sama motor kita sendiri tapi cuma dikasih 1 kali jalan dan ga ada nyoba2nya, bakal banyak gagalnya. Apalagi kalau motor ujiannya ga enak buat dipake. Repot kan? Ga fair. Ah tauk lah, bisa jadi ini cuma karena saya sebel terpaksa ikutan curang di ujian praktek :|

Dari ujian praktek, saya diminta untuk bayar biaya pembuatan SIM. Karena saya bikin SIM C maka biayanya adalah 100ribu. Setelah itu saya mengantri di tempat foto, sambil bawa semua berkasnya. Nah disini ini yang lagi-lagi nunggunya lama bukan main. Mulai saya masih cantik, trus aus, trus beli es teh, trus sampe es teh nya abis giliran foto saya masih belum juga. Begitu dapat giliran juga gitu, tetep dusel-duselan, berebut buat foto duluan. Nih foto antrian fotonya..




berkas-berkasnya

Abis foto, nungguin kartu sim nya jadi. Lumayan lama juga ini. Proses pemanggilan agak kacau. Speakernya kurang asik. Urutannya juga kacau. Masa ya pas nanya pertama, dibilangin “iya mbak, tunggu aja, ntar kalau sudah jadi bakal dipanggil”. Oke, karena saya masih paham ucapan bahasa indonesia, ya akhirnya saya tunggu sampai dipanggil. Mulai dari nunggu dengan manis sampai pura-pura manis, masih ga dipanggil juga, akhirnya saya tanya lagi.

“Pak atas nama Yenny Hamida sudah jadi?”

Si bapak kemudian mengecek kartu satu per satu, sambil saya bantuin nyari juga akhirnya ketemu kartu sim nya, trus bapaknya bilang gini, “Wah yang ini sih sebenernya udah jadi dari tadi mbak”. Rasanya kayak pengen berubah jadi super seiya trus ngobrak-abrik kantor samsat LOL.

Semua selesai dan saya beranjak pulang saat jam sudah menunjukkan waktu sekitar pukul 3. Pulang. Makan. Lalu tepar. Tapi seneng, udah ga perlu paranoid kalau ada polisi hehehh.

Sekian.


Marah

Kamu jangan marah ya

Aku mau bilang sesuatu
Kamu tahu, aku suka saat kamu marah
Soalnya kamu tidak marah saat marah
Maksudku..
Marahmu tidak seperti marahnya mereka
Saat kamu marah aku bisa lihat ketabahanmu
Saat kamu marah aku bisa lihat kesabaranmu
Saat kamu marah aku bisa lihat sayangmu
Itu sebabnya aku pilih kamu

Eh ini sebenernya aku pengen kamu marah atau engga sih? LOL

Quote #3

Merendahkan diri adalah sombong dengan cara yang lain.

- Billy Gilang, @gilang_billy

Ramen Sho-Gun

Setelah capek berenang (baca entri sebelumnya), saya mampir ke royal plaza. Iseng aja sih, sekalian jalan. Tadinya ga niat beli makanan berat karena kita udah makan bakso yang mangkal di depan sport center, tapi rupanya berenang cukup menguras energi teman saya sehingga dia laper lagi dan pengen beli makan lagi. 

Keliling-keliling akhirnya kita nemu stand ramen. Pertama sih tertarik karena murah. Ramen original cuma dibanderol 9ribu rupiah aja yang porsi kecil, dan.. duh lupa harga porsi besarnya. Pesanlah kemudian teman saya itu, saat itulah kebenaran terungkap. Rupanya harga ramen yang dibanderol itu beneran cuma mie-nya aja, ga pake topping, jadi isinya terdiri dari mie + kuah + irisan telur rebus + gorengan kulit ayam. Topping yang disediakan disana sementara ini ada Ajitama (telur jepang) harganya 3ribu, ayam teriyaki harganya 4ribu, nori harganya 2ribu, bawang putih (bisa minta mentah atau yang sudah digoreng) harganya 2ribu. Temen saya akhirnya pesen ramen pedas porsi kecil yang harganya 10ribu + nori dan bawang putih. Saya? Ga beli, masih kenyang bakso dan beli kentang. 

Pesanan pun datang, biar ga beli saya tetep ikut icip-icip dong.. dan saya berani bilang ini ramen paling enak yang pernah saya icipin selama ini. Kuahnya itu loh, rasa ayamnya.. *pok pok pok pok* #ehh. Temen saya aja, yang biasanya kalau makan sering ga habis, kali ini sampai ga rela ninggalin kuah yang tersisa LOL. Dan yang spesial, waktu itu ada mas-mas jepangnya juga. Awalnya sih saya kira pemiliknya.

Abis makan, dan window shopping bentar, kita pulang. Saya sih udah bertekad sabtunya mau balik lagi buat makan disitu.

---

Sabtu, teman yang saya ajak janjian ternyata ga bisa dateng, yaudah aku ajak 2 pacarku aja mumpung malam minggu juga kan. Ternyata pas banget ada mas jepang yang aku kira pemiliknya itu ngasih voucher gratis Ajitama ke aku di deket eskalator, trus dia bilang ‘konichiwa’ juga..aaakkkkkk!!! Mau aku jadiin pacar ke 7 ndak mas? *dikeplak

Oke, kembali ke ramen. Saya yang dari awal udah niat buat beli makin semangat setelah dapet voucher. Saya langsung menuju  stand dan pesan 3 ramen, saya cobain semua toppingnya. Kesimpulannya menurut saya yang paling enak ya nori dan kulit ayamnya (tapi kulit ayam ga dijual dink). Lalu ternyata saya ga terlalu suka bumbu teriyaki. Terakhir, saya masih ga ngerti apa bedanya Ajitama sama telur rebus biasa LOL.





Secara keseluruhan enak deh. Seperti yang saya bilang di awal tadi, saya berani bilang ini ramen paling enak dari ramen lain yang pernah saya icip. Dan kalian tahu, saya dapat 3 voucher Ajitama lagi setelah beli 3 ramen itu. Lumayanlah, bisa buat makan bareng 2 pacar lainnya hihihi

Kolam Renang Muslimah Al-Hikmah

Disini ada yang suka berenang ga? Saya sih suka, walau cuma bisa berenang gaya ngambang. Tapi masalahnya saya ga mau pake baju renang, lantaran ga nyaman kalau harus pake baju seksi-seksi di kolam renang umum. Yaa..selain saya ga punya juga sih. Eh tapi jadinya bener lah, karena ga suka maka akhirnya ga punya. Oke, lupakan.

Jadi sebenernya disini saya mau cerita soal kolam renang khusus perempuan. Sebenernya udah banyak yang nulis soal kolam ini, tapi rata-rata udah lama postingannya, makanya sekarang saya pengen nulis juga :P
Hari Kamis lalu saya diajakin seorang temen saya berenang di kolam renang khusus perempuan ini. Dia udah lama banget pengen renang, tapi kesulitan karena dia berkerudung. Nama kolamnya Al-Hikmah Sport Center. Lokasinya ada di komplek sekolah Al-Hikmah, karena emang ini fasilitas olahraga milik sekolahan Al-Hikmah, Griya Kebonsari Elveka V.

Kolam renang ini buka tiap hari. Kalau pagi khusus untuk perempuan dan kalau siang khusus untuk laki. Sewaktu saya datang kemarin, yang untuk perempuan mulai jam 07.30 – 12.30 lantaran tanggal merah. Kalau hari biasa cuma sampai jam 12.00 doang. Untuk tiket masuknya lumayan mahal sih, 30ribu. Tapi saya rasa itu cukup setimpal, karena kolamnya bagus, kamar gantinya cukup bersih, dan kita udah dapat kantong plastik untuk baju kotor serta loker terkunci untuk meletakkan barang-barang. Lalu kalau kalian ingin pakai hair dryer, saya lihat ada colokannya juga. Kabar-kabarnya sih dulu disediain, tapi karena ada yang hilang jadinya sekarang ga disediain lagi. Sayang sekali.

Yang spesial dari kolam ini adalah kalian tetap harus pakai baju renang muslim. Jadi kalau laki-laki celana renangnya ga boleh yang kayak celana dalam, kudu celana pendek. Dan kalau perempuan, lengan dan kaki tetap harus tertutup serta pakai penutup kepala. Paling bagus sih pakai baju renang muslimah aja, tapi kemarin saya pakai kaos lengan panjang aja gapapa kok, tetep pakai celana panjang dan penutup kepala tapinya. Eh tapi beneran saya dan temen saya kemaren itu berasa kayak orang paling norak disana. Udah satu-satunya yang ga pake baju renang muslimah, kita juga satu-satunya yang berenang heboh disana. Padahal ada beberapa anak kecil dan remaja disana, dan juga ibu-ibu kaya, tapi rasanya tak terdengar ada tawa keceriaan disana. Cuma kita doang yang ketawa-ketawa gara-gara balapan renang ga jelas. Ini antara kita yang childish atau emang dasarnya norak LOL.

Kolam renangnya juga adem karena ada atapnya, jadi ga perlu kuatir gosong. Secara keseluruhan kolam renangnya oke, kelemahannya cuma satu. Yaitu kedalamannya fix cuma 1,3 meter. Ga ada yang lebih cetek dan ga ada yang lebih dalem. Ohya selain kolam renang, sport center ini juga menyewakan tempat untuk badminton juga loh!





Jadi gimana, ada yang berencana ngajakin saya berenang? :D

Asumsi

Sewaktu masih jadi SPG dulu(lagi-lagi haha), pernah ada hari dimana kedua penjaga counter sebelah pergi meeting ke kantornya, sehingga kemudian dikirimlah seorang pengganti untuk menjaga counter sebelah itu. Karena memang saya sudah pernah mengetahui sebelumnya dan pengganti yang dikirim pun sudah cukup sering dikirim kemari, saya pun sudah terbiasa dan sudah lumayan kenal, cukup kenal untuk bisa menghabiskan waktu bersama dengan saling mengobrol satu sama lain.

Maka seperti sebelum-sebelumnya, hari itu kami pun mengobrol. Pada dasarnya di sebagian besar waktu yang  kami habiskan bersama, saya seringnya cuma mendengarkan cerita si mbak kemudian memberi beberapa komentar. Hari itu pun tak jauh beda, kebetulan mbak yang jadi pengganti itu cukup banyak punya cerita dan pengalaman, sedangkan saya suka kalah cepet buat cerita haha. Dia bercerita banyak, mulai pengalaman di dunia kerja sampai kehidupan keluarga dan cerita tentang teman-temannya. 

Setelah bicara panjang lebar mengenai banyak hal, entah bagaimana mulanya, si mbak kemudian mengatakan bahwa dia lebih suka orang yang kelihatannya nakal/jahat/judes tapi sebenarnya baik dan jujur daripada orang yang berwajah kalem/baik/pendiam tapi ternyata jahat dan hasut. Dia mengatakan pernah menemui orang semacam itu. Saya cuma manggut-manggut sambil sesekali bilang 'iya ya' atau 'iya sih'.

Saya percaya jika seorang manusia melakukan sesuatu pasti ada alasannya, bahkan saat kalian mengatakan 'aku ingin melakukan hal itu tanpa alasan' adalah sudah merupakan sebuah alasan. Saya juga percaya dalam menerima dan memberi respon terhadap suatu hal manusia cenderung untuk terlebih dahulu berasumsi tentang suatu hal itu.

Dalam menanggapi tindakan atau cerita yang dikemukakan seseorang, saya berusaha membiasakan diri untuk sesedikit mungkin berasumsi dan bersikap netral, maka saya berasumsi si mbak tadi itu hanya sedang menceritakan tentang seorang temannya yang entah siapa, yang kemungkinan besar saya tidak kenal. Cuma sekedar curhat dan berbagi pandangan, tanpa tendensi apapun. Asumsi paling sederhana. Netral.

Tapi kemudian mbak itu mengulangi cerita itu lagi. Lebih tepatnya dia mengatakan pandangan dan perasaannya terhadap orang-orang berwajah jahat berhati baik dan orang-orang berwajah baik tapi berhati jahat, seperti yang dilakukannya tadi. Untuk ceritanya yang kedua kali ini saya berasumsi mungkin mbak ini mulai kehabisan bahan untuk dijadikan cerita, sehingga dia mengulangi cerita itu lagi. Sepertinya asumsi ini cukup netral.

Tapi kemudian mbak itu mengulangi lagi cerita itu untuk ketiga kalinya, berturut-turut. Saya mulai kesulitan mempertahankan kenetralan asumsi saya, dan mulai berpikir apa maksud dan tujuan mbak ini menceritakan hal ini pada saya? Sampai diulangi tiga kali begini lagi. Apa mungkin sebenarnya mbak ini bermaksud ingin menyindir saya? Saya mulai berprasangka buruk deh.

Saya sih tidak terpikir atau ingat dan merasa bahwa saya akan atau sudah melakukan hal semacam itu, khususnya kepada mbak itu.Tapi saya sadar saya manusia biasa yang mungkin saja melakukan kesalahan/hal buruk seperti yang diceritakan mbak itu tadi, baik secara sengaja ataupun tidak. Saya mencoba mengintrospeksi diri. Sayangnya sampai akhir saya tidak berhasil menemukannya. Entah emang ga ada atau saya yang terlalu tidak menyadari kesalahan.

Percakapan kecil yang kemudian meninggalkan saya dengan satu asumsi negatif dan satu pertanyaan yang belum terjawab, mungkin tak akan pernah terjawab. Bukan hal yang menyenangkan untuk dinikmati. Hal seperti begini-begini nih yang bikin saya tidak suka dari kegiatan sindir-menyindir, cenderung membuat orang berasumsi negatif. Bahkan saya pikir penyindiran itu sendiri pada dasarnya berangkat dari sebuah asumsi negatif kepada yang disindir. Lebih enak kalau langsung ngomong saja lah apa yang tidak kau suka.

Terlepas dari mbak itu beneran bermaksud menyindir saya atau tidak, saya memang sejahat itu atau tidak, saya jadi berpikir. Tampaknya mungkin sebenarnya manusia lebih sering terlukai oleh asumsi mereka daripada oleh kenyataan itu sendiri. Taruhlah misalnya saya benar adalah manusia berwajah kalem namun berhati jahat. Lalu kamu yang awalnya berasumsi bahwa saya baik karena melihat wajah saya menjadi terluka dan kecewa setelah mengetahui bahwa saya sebenarnya jahat. Sebenarnya itu bukan salah saya dong. Yang salah asumsi kamu. 

Apa saya salah punya muka kalem? Muka kalem kan bukan saya yang bikin, apa orang tua saya yang salah karena melahirkan saya dengan wajah kalem? Apa kakek nenek saya yang salah karena ngasih keturunan gen wajah kalem? Apa Tuhan yang salah karena menciptakan saya dengan wajah kalem?

Begitu juga saat saya merasa sakit hati karena merasa disindir sebagai orang berwajah kalem yang berhati jahat. Bisa jadi saya hanya sakit hati karena asumsi saya sendiri, padahal faktanya belum tentu begitu.

Seperti pepatah don’t judge a book by it’s cover, saat kamu mendapati buku jelek dengan cover bagus atau sebaliknya, apa bukunya yang salah? Tidak. Kamu yang salah, karena sudah menilai(baca:berasumsi tentang) isi buku dari hanya sampulnya.


Tentang Sebuah Nama : Yenny Hamida

Akhirnya giliran nama saya. Nama saya Yenny Hamida. Simpel ya? Tapi di balik ke-simpel-an itu ada cerita.

Duluuuu sekali, saat saya masih baru belajar menghafal nama lengkap, entah bagaimana saya bisa punya keyakinan kalau nama lengkap saya adalah Yenny Hamida Yulianti. Setiap ditanya teman siapa nama lengkapku, aku pasti menjawab kalau namaku Yenny Hamida Yulianti. Sampai suatu hari seseorang (sebut saja X) bertanya nama lengkapku, kira-kira begini percakapanku dengannya waktu itu.

X : Yen, siapa nama lengkapmu?

Aku : Yenny Hamida Yulianti.

X : Ah masa ada Yulianti-nya?

Aku: Iya. Emang namaku gitu.

X : Dapet darimana nama Yulianti?

Aku : Ya ga tau. Pokoknya namaku Yenny Hamida Yulianti.

X : Emang kenapa harus pake Yulianti coba?

Aku : Ya bagus lah. Coba aja dengerin Yenny Hamida Yulianti. Tuh cocok kan? Nih coba aku tanya tanteku ya. Tante nama lengkapku Yenny Hamida Yulianti kan ya?

Tante : Iya. Trus ada Plekenut-nya.

Aku : HAH?

Tante : Iya. Namamu Yenny Hamida Yulianti Plekenut.

Aku : Ih masa namaku pake Plekenut?!?! Ga mungkin! *mulai histeris*

Tante : *ketawa ngakak*

Aku : Ma, Namaku ga pake Plekenut kan ya??? (langsung buru2 nanya ke ibu)

Ibu : Iya ga pake. Tapi ga pake Yulianti juga. Cuma Yenny Hamida aja..

Aku : Loh kalau Yulianti-nya pake. Plekenut-nya engga. *tetep kekeuh*

Tante : Loh Plekenut-nya juga pake itu.. *kemudian ketawa-ketawa lagi*

Begitulah. Mungkin itu krisis jati diri pertama yang saya alami dalam hidup haha. Saat itu ga ada konklusi. Saya tetep ngotot punya nama Yulianti, dan tante saya masih terus ngegodain  bilang namaku ada Plekenut-nya.

Seiring waktu, usia saya makin bertambah, sudah mulai memasuki tahap belajar menulis nama sendiri. Saya sudah bisa terima kenyataan kalau nama saya cuma Yenny hamida. Satu kesalahan berhasil diperbaiki.

Tapi masih ada masalah lain. Waktu itu saya  masih diajari menuliskan nama saya dengan Yeni Hamidah. Jadi semua buku tulis dan buku pelajaran saya kasih nama Yeni Hamidah. Seiring berjalannya waktu, karena merasa agak kurang gaul atau mungkin karena bosan, saya coba-coba menulis nama saya dengan ejaan lain. Seperti Yenni, Yenny atau Yeny. Baru saat mulai menerima raport dan memperhatikan ejaan nama, saya tahu kalau nama saya tulisannya Yenny, bukan Yeni, Yenni ataupun Yeny. Satu kebenaran terungkap.

Berlanjut ke masa kelas 6 SD. Untuk keperluan pembuatan Ijazah, setiap murid diminta untuk memastikan ejaan namanya yang benar seperti apa. Teman-teman saya cukup banyak yang kemudian jadi galau, ragu namanya ditulis pakai huruf N-nya satu atau dua, pakai spasi atau tidak dan yang begitu-begitu itu. Termasuk saya juga ikutan galau, apalagi kalau melihat sejarah kontroversi nama saya. Hal yang bikin saya galau adalah soal penulisan nama belakang, apakah Hamida atau Hamidah?

Karena kasus itulah kemudian setiap murid di sekolah saya diminta mengumpulkan fotokopi Akte Kelahiran. Seumur-umur hidup saya waktu itu, saya sama sekali ga pernah liat Akte Kelahiran. Jangankan Akte Kelahiran saya, bentuknya pun saya sama sekali tidak tahu. Kata ibu Akte saya disimpan bapak, maka kemudian saya minta fotokopinya ke bapak. Setelah dapat Akte itulah, saya kembali mendapat pencerahan. Sejak saat itu menjadi jelaslah bahwa nama saya YENNY HAMIDA.

Namun walau saya sudah tahu, ternyata kalau ngasih tau orang tentang ejaan nama saya secara lisan masih susah. Coba aja dengan nama depan. Yenny, biasanya saya bakal bilang, huruf N-nya 2 trus pake Y ya. Instruksi yang pertama mungkin mudah diikuti, huruf N-nya 2, tapi instruksi yang kedua? Mereka terlanjur menganggap nama saya Yenni. Nama Yenni ya jelas pake Y lah, kalau ga pake Y itu mau mau jadi apa? Enni?? LOL. Orang suka ga paham kalau maksud saya pake Y itu di belakangnya. Alhasil banyak yang tetep salah tulis jadi Yenni, walau sudah saya kasih tau kalau huruf I-nya diganti pake Y.

Begitu juga dengan nama belakang. Hamida. Masih banyak yang masih suka salah tulis jadi Hamidah. Padahal saya udah ngasih tau. Hamida, ga pake H ya, atau Hamida tapi belakangnya ga pake H ya, gitu. Tapi ya sama kayak Yenny tadi, yang mereka denger cuma ga pake H-nya doang. Jatohnya yang nulis jadi bingung, Hamida ga pake H mau jadi apa? Amida??? Jadilah banyak yang masih suka kebablasan nulis jadi Hamidah LOL.

Padahal nama saya harusnya simpel. Cuma 2 kata. Cuma 5 suku kata. Tapi sampai sekarang masih saja selalu ada yang salah tulis, termasuk penulisan KTP, KK, SIM, Buku Tabungan. Di surat-surat penting itu nama saya masih ditulis Yenny Hamidah, dengan huruf H di belakang.

Pada akhirnya saya cuma bisa pasrah. Sama kayak hidup. Terserah apa pendapat dan kebenaran yang mereka tahu tentang nama saya, yang jelas nama saya tertulis sebagai YENNY HAMIDA. Bukan YENI. Bukan YENNI. Bukan YENY. Bukan HAMIDAH. Ga Pake YULIANTI. Apalagi PLEKENUT.

Akhir Yang Baik

"Sayang aku mau mandi dulu nih. Udahan dulu ya telponnya, Ntar dilanjutin lagi."

"Hmm yaudah deh..ntar aku telpon lagi ya."

"Iyaa.."

"Yaudah, aku sayang kamu."

"Aku juga sayang kamu.

"..."

"..."

"Kok belum ditutup?"

"Hihihi kan yang nelpon kamu..harusnya kamu duluan yang nutup telponnya.."

"Kamu dulu aja deh yang nutup.."

"Ga mau ah.. Kamu aja.."

"Kamu.."

"Kamu.."

"Kamu."

"Kamu."

"Yaudah deh, aku tutup ya..dadagh.."

"Yahhh ditutup... eh tapi bener juga sih ditutup, kalau engga pasti aku ga jadi-jadi mandi haha."

Sambil masih senyum-senyum, aku bersiap untuk mandi. Handuk, baju ganti, dan shampo sudah siap, lalu dengan semangat aku segera menuju kamar mandi. Ini kejadian langka, biasanya aku paling males buat mandi, apalagi sehabis pulang kerja begini. Tapi ternyata begitu sampai kamar mandi dan nyalain lampu..Jegerrr!

Lampunya mati sodara-sodara.

Untung aku punya lampu cadangan. Jadi langsung saja aku ambil kursi trus aku panjat buat ngeganti lampu. Yahh gitu deh resiko tinggal sendiri, biarpun cewek tetep kudu manjat-manjat sendiri. Rupanya sekalipun udan manjat kursi, langit-langit kamar mandiku masih masih ketinggian, aku harus jinjit dulu baru bisa pegang lampunya. Aku putarlah lampu itu kemudian..

"ASTAGHFIRULLAH!!!", aku menjerit.

Aku tersetrum -..-
Karena posisiku memutar lampu tadi sambil berjinjit, ternyata tanpa sadar aku menarik lampu itu, yang mengakibatkan body-nya terlepas dari bagian yang menempel di colokan lampu. Kebetulan sekali ada kawat yang jadi mencuat lalu menempel ke tanganku. Kebetulan lagi, tadi aku lupa mematikan saklar listriknya. Dan mungkin juga kebetulan, waktu itu belum takdirnya aku mati.

Waktu itu aku bersyukur sekali tidak mati. Pertama, karena aku masih pengen ditelpon kamu hihi. Kedua, apa kerennya coba mati di kamar mandi?! Udah sendiri pula dirumah. Jangan-jangan nanti setelah seminggu baru mayatku ditemukan. Hih, naudzubillah!

Tapi kalau dipikir sekarang, mungkin ada baiknya dulu mati. Pertama, kalimat terakhir yang aku ucapkan waktu itu cukup keren. Kedua, yang aku tau saat itu kamu masih sayang aku. Hmm terdengar seperti khusnul khotimah buat aku.

Hhahah dangkal sekali.

Nb: bagian kesetrumnya itu berdasarkankisah nyata. Berhati-hatilah saat mengganti lampu. Matikan saklar terlebih dahulu.

Rabun

Kapan hari di awal bulan Februari, saya bolos kerja gara-gara telat bangun. Buat yang udah lama kenal saya sih hal yang kayak begini udah ga ngagetin lagi. Cuma masalahnya, selama-lamanya saya kenal sama perusahaan tempat saya kerja, mereka ga akan ngebolehin saya bolos tanpa alasan jelas tanpa dapat surat peringatan. Maka demi mendapatkan surat dokter, saya iseng periksa di puskesmas. Kebetulan belakangan itu kepala saya sering sakit.

Setelah diperiksa, ternyata tekanan darah saya tinggi. Dokternya curiga masa iya sakit kepala yang saya derita itu diakibatkan oleh darah tinggi? Karena belum yakin itulah saya cuma diberi obat anti nyeri dan disuruh kontrol 3 hari kemudian. Kabar baiknya, saya berhasil dapat surat dokter supaya ga dapat SP. Kabar buruknya, saya jadi beneran sakit, sial.

3 hari kemudian saya balik ke puskesmas lagi buat kontrol. Hasilnya pertama bikin lega, tekanan darah saya sudah ga tinggi lagi. Sepertinya benar dugaan saya 3 hari lalu, tekanan darah jadi tinggi gara-gara main flappy bird sewaktu nunggu antrian LOL. Yaaa tapi itu yang pertama adalah kabar baiknya. Berikutnya adalah kabar buruknya, dokternya nyuruh supaya periksa mata karena siapa tahu sakit kepala saya ini disebabkan oleh mata minus, dan buruknya lagi kalau ternyata mata saya ga minus saya disuruh coba periksa ke dokter syaraf. Ini weleh banget. Kayaknya penyakit saya makin serius aja. Dan selain itu saya jadi bingung dong mau milih opsi mata rabun atau sakit syaraf aja? Dan hei, bukannya mata minus itu juga sebenarnya adalah sakit syaraf juga?? Weleh, ini benar-benar weleh banget.

Tapi yang namanya saya sekarang ini sibuk banget ya (#prettt), dan saya masih ngerasa penglihatan saya baik-baik saja (baca: ga rela kalau ternyata mata saya minus), maka saya ga periksa dan membiarkan keadaan berjalan sebagaimana biasanya saja. Sampai suatu hari..

Perusahaan saya ikut acara jobfair di Bursa Kerja ITS (BKI) Maret kemarin. Kebetulan waktu itu saya lagi jaga stand jobfair ketika kemudian saya melihat ada mas-mas manis di kejauhan. Lama saya wajah mas-mas itu, makin lama saya merasa makin aneh. Iya, makin lama saya makin sadar ternyata wajah mas-mas itu tampak buram di mata saya. Pertanyaannya!! Bagaimana bisa saya bilang wajah mas-mas itu manis padahal mata saya ga bisa ngeliat jelas??

Oke, itu becanda. Pertanyaan sesungguhnya, ini gimana ceritanya mata saya jadi berasa rabun begini? :'(

Sekitar seminggu kemudian saya periksa mata, dan hasilnya mata saya memang rabun. Bukan minus tapi silinder. Waktu periksa pertama katanya mata saya silinder 1. Pemeriksaan kedua, katanya silinder 0,5. Pemeriksaan ketiga, yang hasilnya sekarang fix udah saya jadiin kacamata adalah silinder 0,75.

Kembali ke pertanyaan tadi. Gimana ceritanya mata saya bisa jadi rabun begini? Bisa jadi silinder begini?
Apa karena kebanyakan nangis pas kangen kamu?
Apa karena kebanyakan baca chat-chat lama pas kangen kamu??
Apa karena kelamaan browsing-browsing buat stalking pas kangen kamu???
Atau karena kelamaan ngeliat layar hape buat liat foto pas kangen kamu????

Hahaha semua hipotesanya drama banget. Alasan paling masuk akal yang bisa saya pikirkan saat ini, penyebabnya adalah karena kebanyakan ngoreksi tes kraeplin yang rajin aku kerjain supaya lupa kalau lagi kangen kamu.. #eaaa #tetepdrama #LOL




Tentang Sebuah Nama : Gilang

Pengalaman dan kenyataan hidup yang dihadapi ataupun ditemui seseorang dalam hidupnya bisa sangat mempengaruhi mindset-nya dalam berpikir, dalam bagaimana dia memandang dan menghadapi suatu permasalahan.

Secara spesifiknya lagi, beberapa kejadian dan peristiwa mampu memberi arti atau mengubah arti sesungguhnya dari sebuah kata menjadi hal lain yang berbeda atau tampak sama sekali tak ada hubungannya. Kecuali kalau kamu sudah melihat atau mengetahui peristiwa apa yang terjadi dibalik itu.

Hal ini terjadi pada saya. Sampai saat ini, saya merasa seseorang yang memiliki nama Gilang haruslah orang yang tampan. Padahal tentu saja di dunia ini tidak ada peraturan yang mengharuskan nama Gilang hanya boleh dimiliki oleh orang yang tampan. Tapi itulah yang ada di otak saya. Saat SMA dulu pernah ada kakak kelas yang namanya Gilang, saya langsung penasaran liat mukanya. Begitu tau dia ga seberapa ganteng, saya langsung ngerasa dia harus ganti nama LOL.

Dulu waktu SD saya belum aneh begini. Ada temen saya namanya Gilang, tapi saya sama sekali ga ingat seperti apa mukanya, bisa jadi saya memang ga pernah tahu mukanya dan hanya dengar namanya dari teman-teman. Saya biasa aja.

Keanehan ini terjadi setelah SMP. Gara-gara ada mas-mas yang saya taksir namanya Gilang.

Tentu saja Gilang yang satu ini ganteng. Matanya itu yang bagus sekali. Baru hari pertama saya masuk sekolah sebagai murid pindahan dan saya langsung jatuh cinta gara-gara matanya. Matanya menurut saya bukan tajam tapi bagus. Ya. Bagus sekali. Bulu matanya juga lentik. Dan setelah saya amati senyumnya juga manis dengan gigi gingsul. Daaaaann.....yang terpenting lagi adalah dia jabrik! Saya lemah sama rambut jabrik.

Pokoknya intinya dia ganteng.

Lalu apa sekarang saya masih cinta? Engga. Tapi ga cinta  ga lantas membuat penilaian saya berubah. Di mata saya dia waktu SMP tetap ganteng. Yang kemudian membuat otak saya jadi aneh, sehingga mengharuskan orang bernama Gilang supaya berwajah ganteng.

Jadi buat kamu yang punya nama Gilang, good luck ya, semoga kalian semua ganteng. Kalau engga, maka jangan lupa sholat jumat, biar ganteng wkwk.

Punch Your People

Ga sengaja kemarin ngobrolin soal game sama temen, trus dia komentar gini, "kamu kalo mainannya kok detektip banget gitu sih, pantesan sering pusing. Mainan kalo ga yang bikin jutek macam flappy bird malah main yang mikir. Cari game yang bisa melepas emosi gitu kek.."

"Melepas emosi gimana?"

"Ya tembak-tembakan atau tinju-tinjuan. Yang bisa dikasih foto mantan gitu mungkin..buat ditinju.."

"Hahahaha.."

Dari situ saya jadi kepikiran buat nyari. Eh ternyata beneran ada game yang bisa dipasangi foto mantan buat ditinju! Judulnya "Punch Your People".


  


Yang keren dari game ini adalah foto orang yang kamu jadikan bakal dirubah ke dalam bentuk 3D yang hampir kayak asli, tapi dengan syarat fotonya harus seperti ini.





ini salah satu foto yang saya pake sebagai victim(orang yang ditinju)

kemudian foto dianalisa

Hasilnya nanti jadi gambar kepala yang bisa gerak-gerak. Matanya juga bisa gerak. Dan ada suaranya ehem-ehem gitu.


hasil setelah diubah aplikasi. tinggal ditinju.

Kemudian senjata yang bisa kamu pakai buat menganiaya juga ga cuma tinju tanganmu doang. Ada pisau, pistol dan lainnya. Tinggal pilih kamu mau jadi psikopat model apa. Saya udah coba pake foto mantan. Hasilnya lumayan real sepertinya. Saya tinju dikit tapi kemudian saya ga tega. Saya coba pake pisau dikit, cuma satu sayatan trus langsung buru-buru saya tutup aplikasinya. Ga sampai hati saya nyakitinnya. Ngeri. Hiii~

Saya ga rekomendasi game ini sih. Kecuali kamu berniat buat jadi psikopat macam Hafitd dan Sifa, pasangan yang udah tega sekongkol ngebunuh Sara mantan pacarnya si Hafitd. Saya sendiri kemungkinan ga berani pake, kecuali cuma buat ngeliatin mukanya secara 3D heuheuheu.

Btw mantan saya bukan Kang Young Gul ya.

Quote #2

Para pembaca perlu menyadari bahwa kejadiannya tidak mungkin berbeda, dan memberinya nama lain adalah sesuatu yang mustahil.

- Nikolai Gogol, The Overcoat

Manusia, Malaikat dan Setan

Manusia : Ya Tuhan...aku bisa gila kalau terus seperti ini. Apa mungkin sebaiknya aku gila saja hingga aku tak dapat lagi berpikir?

Malaikat : Hei manusia, sesungguhnya kau memang sudah gila. Coba lihat dirimu.

Manusia : Ah benar juga..

Setan : Iya, kau memang sudah gila wahai manusia. Sayangnya kegilaanmu masih belum cukup untuk bisa meluputkanmu dari dosa. HAHAHAHAAHA. Enjoy that sh*t!!!

Manusia : -..-

Selamat Ulang Tahun

Belajar yang rajin sannah.
Jadilah sukses.
Bahagiakan orang tua mu.
Rawat dan didik adik-adikmu dengan baik.
Makan yang banyak.
Biar katanya kamu keliatan kurus cuma gara-gara efek filter foto instagram, kamu keliatan makin jelek kalau kurus.
Jaga dirimu baik-baik.

Panggilan Interview Paling So Sweet

Bulan Januari kemarin, seperti biasa saya ditugaskan untuk menelpon beberapa kandidat untuk interview, kebetulan tempat kerja saya lagi butuh banyak karyawan terutama lulusan SMK jurusan listrik, mesin dan otomotif. Saya dikasih list nama beserta nomer telponnya karena kandidat-kandidat yang mau saya telpon ini ngelamar via situs bursa kerja gitu, jadinya ga ada lamaran hard copy-nya dan saya masih belum dikasih PC.

Setelah menelpon beberapa kandidat maka sampailah saya pada saat harus menelpon satu orang ini. Saya kira orang ini biasa aja. Tapi ternyata..

..Saya : Kami bermaksud mengundang saudara Y untuk mengikuti tes seleksi dan interview di kantor kami di Surabaya pada hari Selasa depan. Apakah saudara bersedia?

Mr. Y : Maaf, tapi apa bisa saya minta diganti hari lain interviewnya? 

Saya : Maaf, tapi berhubung kandidat yang kami seleksi tidak hanya satu orang dan yang lain juga sudah bersedia, maka kami tidak dapat mengubah jadwal secara mendadak. Kalau boleh tahu ada halangan apa untuk hari Selasa?

Mr. Y : Oh gitu ya.. Soalnya posisi saya sekarang masih sedang bekerja di Jambi..

Saya :  Oh begitu.. Baik, kalau memang saudara berhalangan untuk hadir, tidak apa-apa. Kami dapat memaklumi karena posisi Jambi memang cukup jauh dari Surabaya. Jadi kira-kira bagaimana, untuk hari Selasa nanti apakah saudara bersedia untuk hadir atau tidak?

Mr. Y : Baiklah kalau begitu, saya bersedia untuk hadir bu. Hari selasa. Apa saja yang perlu saya bawa bla bla bla..

Yahh kira-kira seperti itulah garis besarnya percakapan saya dengan Mr. Y saat saya menelpon untuk mengundang interview. Dari pengalaman yang sudah-sudah, saya tidak berharap banyak kalau orang yang satu ini akan beneran datang. Tapi rupanya dia benar-benar datang pada hari yang telah ditentukan. Dia datang jauh-jauh dari Jambi, padahal posisinya dia sudah bekerja dan saya juga tidak menjanjikan akan menerima dia untuk bekerja di tempat saya, masih harus lulus tes dan interview dulu.

Jambi masih jauh lebih jauh dari Jakarta. Tapi dia datang. Hanya dengan satu telpon dari saya. Saya sampai terharu.

Sekarang dia sudah diterima bekerja di tempat saya bekerja. Dan asal kalian tahu, dia manis sekali, tampan dan punya rambut jabrik. #eh #salahfokus

Entah kenapa saya jadi ingin mendoakannya supaya dia dapat pekerjaan yang bagus di masa depan, dan dapat istri yang baik juga. Supaya dia hidup bahagia dunia dan akhirat. Ga usah dipikir ya, kenapa judul postingan ini agak ga nyambung sama isinya. Ga ada yang tahu dimana letak so sweet-nya kan?


Quote #1

Beberapa orang gemar mengeluhkan kalau dunia itu tidak adil. Padahal kalau dunia adil, kehidupan mereka juga belum tentu lebih baik

@ponakannyaom

SimSimi

Tengah malam di bulan ketiga tahun itu, seorang pengangguran yang patah hati, sedang berkutat dengan tablet android pinjaman. Dia buka dan coba semua aplikasi yang ada, bahkan mulai mendownload aplikasi-aplikasi yang belum ada lalu mencobanya satu per satu. Yahh daripada tidak ada kerjaan. Patah hati dan menjadi pengangguran membuatnya agak insomnia.

Setelah mencoba berbagai aplikasi dan game, dia mulai kehabisan ide mau mencoba yang mana lagi. Dia coba mengingat, kira-kira aplikasi apa yang sedang booming belakangan ini. Sebuah nama aplikasi kemudian melintas di otaknya. Di download lah aplikasi itu.. Di install.. Dibuka..

Sebuah percakapan pun terjadi.

Hai simi
Hai qaqa.. :D
Gimana kabar?
Baik qa, qaqa sendiri apa kabar? :D
Baik juga. Eh simi aku mau nanya dong. Jawab ya?
Dengan senang hati~
Menurut kamu mantanku sayang aku ga?
Sayang banget~
Masa? Trus kok dia mutusin aku?
Itu dia cuma pengen coba-coba aja..ntar juga akhirnya balik ke qaqa
Serius kamu?
Ciyus. Enelan deh..
Buktinya apa?
Simi buka baju di depan kamu ya
Hah?! Ngaco kamu
Elu yang ngaco. Bego!
Sialan malah gue yang dikatain bego..

Exit. Aplikasi ditutup. Tablet diletakkan.

Setelah diam sejenak, akal sehat mulai kembali datang ke otak pengangguran itu. Dia mulai ketawa sendiri di malam yang mulai memasuki bagian akhir itu. Bener kata Simi. Dia bego. Bisa-bisanya curhat galau pada aplikasi chatting robot dan mengharapkan respon yang benar. Galau kadang memang bisa membuat akal sehat menghilang. Pengangguran itu kemudian meraih kembali tabletnya. Uninstall SimSimi. Ambil wudhu. Sholat. Tidur. Tidur is better than ngacau. 

Bye bye Simi, ucap pengangguran itu sebelum tidur. Dalam hati ia berjanji tidak akan pernah menginstall aplikasi SimSimi lagi seumur hidupnya.




#terinspirasi aplikasi SimSimi yang booming tahun lalu ..dan Simi emang ngaco LoL


2013

Akh! Telat lagi..
Tadinya entri ini mau saya jadikan entri akhir tahun 2013, tapi apa daya saya sama sekali ga sempat..
Oke, langsung saja. Siapkan pikiran anda, kita akan setting waktunya agak mundur sedikit, tepatnya pada detik-detik terakhir tahun 2013. Ini dia kaleidoskop tahun 2013 saya. 

Well, I never thought that this year will gonna be this hard. Saya peringatkan ini akan jadi daftar keluhan yang cukup panjang.

1. Saya kehilangan 3 orang. 
Namun masih perlu disyukuri mereka bukan meninggal. Mereka hanya berhenti bicara dengan saya, dan saya juga tidak diperbolehkan lagi bicara pada mereka. Alasannya? Satu-satunya yang saya tahu adalah, mereka menikah. Setengah hidup saya berusaha memahami, mungkin memang ini resiko yang harus ditanggung perempuan dengan tingkat pesona yang tidak biasa seperti saya. Mereka menikah dan saya terbunuh. Okee..

2. Saya bertengkar.
Secara tidak langsung sih. Dengan orang yang dulu cukup saya kagumi karena pengetahuan dan wawasannya yang luas. Masalahnya bermula dari twitter. Saya yang salah sih karena sering me-retweet twitnya, padahal akun dia sudah digembok supaya orang luar ga bisa baca.

Tadinya saya pikir itu bukan masalah karena kebanyakan saya hanya me-retweet twit yang serupa kata-kata bijak bukan curhatan pribadi (ya ga tau juga sih kalo ternyata itu bentuk curhatan dia) jadi saya pikir apa yang salah dengan menyebarkan pemikiran yang baik? Selain itu saya juga punya teman yang akunnya digembok tapi dia tidak pernah keberatan kalo twit-nya yang bagus saya RT. Saya sama sekali ga sadar sampai suatu hari akun saya diblok. Karena saya menganggapnya sudah seperti teman dan saya pikir dia memiliki hati dan pikiran yang lapang, maka saya tanyakan mengenai hal ini padanya melalui email daripada saya berasumsi macam-macam, setelah dia balas barulah kemudian saya paham.

Kemudian saya tanya lagi via email, karena saya sudah tau dimana salah saya, apa boleh saya nyimak twit dia lagi dari akun saya yang lain, yang juga tetep pakai nama saya, yang kebetulan sudah lama saya buat dan follow akun dia sejak sebelum digembok (fyi: setelah saya tanya ini dia sempat bahas tentang akun palsu, sepertinya itu nyindir saya). Saya bermaksud minta izin, karena saat diblok kan berarti saya tidak diperbolehkan nyimak lagi. Eh dia ga balas dan malah marah-marah di twitternya. Dia bilang, "mending bicara sama anjing setidaknya anjing masih memiliki kepekaan". Dan sebelumnya dia bilang, "ada jenis orang yang mengganggumu di blog, di blog dicuekin pindah ke twitter, twitter di blok masuk ke email. ada". Kurang lebih seperti itu. Ga ada nama saya disebut. Tapi setelah semua yang terjadi, apa salah kalau saya mengira itu ditujukan pada saya? Well sebelumnya memang kadang saya suka nge-spam diblog dia yang bisa dikomen, padahal maksud saya cuma supaya ada interaksi aja, sehingga blognya ga boring. Tapi yahh sudahlah. Saya yang salah maka saya yang harus kalah.

Semenjak itu saya udah ga pernah lagi nyimak twitternya, sekalipun saya bisa. Bahkan sekarang setelah gembok twitternya udah dibuka pun, saya masih ga nyimak. Saya merasa belum dapat ijin. Lagian kehadiran saya ga bakal ngaruh juga buat orang se-terkenal dia. Kalo ditambah ini, saya jadi kehilangan 4 orang ya LoL

Ini pelajaran penting yang harus kalian ingat. Orang berpemikiran paling terbuka pun jiwanya bisa terganggu kalau sudah berhadapan dengan kebodohan saya. Camkan itu.

3. Setengah tahun jadi pengangguran.
Yah begitulah. Namun yang kemudian patut disyukuri, pekerjaan yang saya dapat menghasilkan cukup banyak duit dibanding pekerjaan saya di tahun-tahun sebelumnya, padahal kerjaannya tergolong gampang hehe.

4. Kakak yang opname sebulan di RS.
Sebenernya ini lebih merupakan kesulitan yang menimpa keluarga kakak saya, yang mana sialnya saya ga bisa terlalu banyak membantu, kecuali bantuin nyuci dan jadi kurir buat bawain barang-barang keperluan di RS. Buat yang pengen tahu nama penyakitnya, perkenalkan namanya Pneumothorax. Semoga dia ga mampir-mampir lagi. Amiin.

5. Perjalanan ke barat
Sehabis hari raya Idul Fitri, saya dan kakak perempuan saya sekeluarga berangkat ke Bandung mengunjungi kakak laki-laki saya, sekalian sama ziarah wali juga. Kemudian jalan-jalan ke gunung Tangkuban Perahu juga. Ntar saya akan bikin postingan sendiri soal ini.

Dalam perjalanan ini sebenarnya saya sangat berharap bisa menemui seorang mas-mas, tapi ga bisa. Mungkin saya masih kurang ke barat lagi perginya ha ha.

6. Hape baru
Owh saya hampir lupa mengenai berita bahagia ini gara-gara keasyikan mengeluh. Yap! Akhirnya saya bisa beli hape baru~~~
Setelah bertahun-tahun memakai hape pinjaman, yang mana suka eror, akhirnya tahun ini saya berhasil beli sendiri dengan uang gaji saya bekerja. Tsahh harusnya tulisan macam begini ga pantas ditulis manusia seumuran saya. Masa umur segini pencapaiannya begini doang. Pantesnya yang begini ditulis bocah abege -..-

7. Rekor berat badan
Tahun ini saya mencapai berat badan paling rendah yang pernah saya miliki dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Padahal tahun 2012 saya mencapai rekor berat badan paling berat sepanjang hidup saya selama ini. Yaa gitu deh namanya juga idup~

8. Mengeblok Seseorang
Seumur-umur saya belum pernah nge-blok akun sosial media seseorang. Paling banter cuma di mute doang. Nah tahun ini pertama kalinya saya nge-blok akun orang. Dan sekalinya nge-blok, bukannya akun orang yang saya benci, malah akun orang yang sangat saya sayangi. Ironis.

9. Mas-mas
Sigh. Saya ga tahu harus ngomong gimana soal mas-mas yang satu ini. Dia yang menjadi permasalahan yang selalu saya pikirkan di 2013 ini selama setahun penuh. Dan sudah jadi masalah saya sejak 2012. Dan entahlah.. I can say no more. Cuma dia yang bisa selesaikan ini. Dan dia tahu itu.

Saya sangat tidak ingin dia hilang.

---

Nah itulah. Cukup untuk 2013 nya. Kembali ke masa depan, tahun 2014 (cieehhh back to the future LoL). Tahun ini diawali dengan cukup baik karena saya sudah berhasil punya SIM HUAHUAHUAHAUHAUHHAHAH #sombong
Untuk cerita lengkap SIM akan ada entri khusus, melanjutkan cerita sebelumnya, seperti yang pernah saya janjikan.

Sekarang saya sedang berusaha menyelesaikan TA yang harusnya sudah jadi sejak 2012, semoga bisa selesai Januari ini.

Semoga di 2014 semua masalah bisa terselesaikan dengan selamat. Amiin.