Panggilan Interview Paling Menyedihkan

Jadi ceritanya suatu hari saya diperintahkan untuk menelpon beberapa orang kandidat yang akan di interview dan di tes. Beberapa orang sudah berhasil dihubungi, beberapa lainnya gagal karena nomernya tidak aktif atau tidak diangkat, lalu tibalah pada giliran kandidat yang satu ini.

Awalnya saya hubungi nomer hp kandidat yang satu ini tapi ga aktif. Namun karena kebetulan dia menyantumkan nomer telpon rumah, maka kemudian saya telpon kerumahnya.

Setelah beberapa kali nada sambung, telpon diangkat, dan saya langsung saja menanyakan keberadaa  kandidat yang saya cari. Tapi begitu saya selesai menyebutkan namanya, suara mas-mas yang menjawab telpon saya yang rupanya adalah kakaknya itu berubah jadi agak bergetar. Dia bilang, "maaf bu, anaknya sudah ga ada".

Jegerrr!!!

Hah? Ga ada gimana ini maksudnya? Saya langsung buru-buru tanya maksud dia udah ga ada itu apa, sambil berharap sangkaan saya salah. Namun sayangnya saya benar. Arghh i hate when i am right buat hal-hal macam begini.

Rupanya kandidat yang mau saya hubungi itu baru saja meninggal karena kecelakaan kerja. Waktu saya telpon itu baru aja 7 hariannya. Hhh coba saya manggil dia lebih cepet, jadi dia ga perlu kerja ditempatnya kecelakaan itu, jadi sekarang dia masih hidup. Dia kan masih muda banget, baru aja lulus smk.

Sayang sekali.. *tisu..mana tisu..*

Leave a Reply