Manusia, Malaikat dan Setan

Manusia : Ya Tuhan...aku bisa gila kalau terus seperti ini. Apa mungkin sebaiknya aku gila saja hingga aku tak dapat lagi berpikir?

Malaikat : Hei manusia, sesungguhnya kau memang sudah gila. Coba lihat dirimu.

Manusia : Ah benar juga..

Setan : Iya, kau memang sudah gila wahai manusia. Sayangnya kegilaanmu masih belum cukup untuk bisa meluputkanmu dari dosa. HAHAHAHAAHA. Enjoy that sh*t!!!

Manusia : -..-

Selamat Ulang Tahun

Belajar yang rajin sannah.
Jadilah sukses.
Bahagiakan orang tua mu.
Rawat dan didik adik-adikmu dengan baik.
Makan yang banyak.
Biar katanya kamu keliatan kurus cuma gara-gara efek filter foto instagram, kamu keliatan makin jelek kalau kurus.
Jaga dirimu baik-baik.

Panggilan Interview Paling So Sweet

Bulan Januari kemarin, seperti biasa saya ditugaskan untuk menelpon beberapa kandidat untuk interview, kebetulan tempat kerja saya lagi butuh banyak karyawan terutama lulusan SMK jurusan listrik, mesin dan otomotif. Saya dikasih list nama beserta nomer telponnya karena kandidat-kandidat yang mau saya telpon ini ngelamar via situs bursa kerja gitu, jadinya ga ada lamaran hard copy-nya dan saya masih belum dikasih PC.

Setelah menelpon beberapa kandidat maka sampailah saya pada saat harus menelpon satu orang ini. Saya kira orang ini biasa aja. Tapi ternyata..

..Saya : Kami bermaksud mengundang saudara Y untuk mengikuti tes seleksi dan interview di kantor kami di Surabaya pada hari Selasa depan. Apakah saudara bersedia?

Mr. Y : Maaf, tapi apa bisa saya minta diganti hari lain interviewnya? 

Saya : Maaf, tapi berhubung kandidat yang kami seleksi tidak hanya satu orang dan yang lain juga sudah bersedia, maka kami tidak dapat mengubah jadwal secara mendadak. Kalau boleh tahu ada halangan apa untuk hari Selasa?

Mr. Y : Oh gitu ya.. Soalnya posisi saya sekarang masih sedang bekerja di Jambi..

Saya :  Oh begitu.. Baik, kalau memang saudara berhalangan untuk hadir, tidak apa-apa. Kami dapat memaklumi karena posisi Jambi memang cukup jauh dari Surabaya. Jadi kira-kira bagaimana, untuk hari Selasa nanti apakah saudara bersedia untuk hadir atau tidak?

Mr. Y : Baiklah kalau begitu, saya bersedia untuk hadir bu. Hari selasa. Apa saja yang perlu saya bawa bla bla bla..

Yahh kira-kira seperti itulah garis besarnya percakapan saya dengan Mr. Y saat saya menelpon untuk mengundang interview. Dari pengalaman yang sudah-sudah, saya tidak berharap banyak kalau orang yang satu ini akan beneran datang. Tapi rupanya dia benar-benar datang pada hari yang telah ditentukan. Dia datang jauh-jauh dari Jambi, padahal posisinya dia sudah bekerja dan saya juga tidak menjanjikan akan menerima dia untuk bekerja di tempat saya, masih harus lulus tes dan interview dulu.

Jambi masih jauh lebih jauh dari Jakarta. Tapi dia datang. Hanya dengan satu telpon dari saya. Saya sampai terharu.

Sekarang dia sudah diterima bekerja di tempat saya bekerja. Dan asal kalian tahu, dia manis sekali, tampan dan punya rambut jabrik. #eh #salahfokus

Entah kenapa saya jadi ingin mendoakannya supaya dia dapat pekerjaan yang bagus di masa depan, dan dapat istri yang baik juga. Supaya dia hidup bahagia dunia dan akhirat. Ga usah dipikir ya, kenapa judul postingan ini agak ga nyambung sama isinya. Ga ada yang tahu dimana letak so sweet-nya kan?


Quote #1

Beberapa orang gemar mengeluhkan kalau dunia itu tidak adil. Padahal kalau dunia adil, kehidupan mereka juga belum tentu lebih baik

@ponakannyaom