Akhir Yang Baik

"Sayang aku mau mandi dulu nih. Udahan dulu ya telponnya, Ntar dilanjutin lagi."

"Hmm yaudah deh..ntar aku telpon lagi ya."

"Iyaa.."

"Yaudah, aku sayang kamu."

"Aku juga sayang kamu.

"..."

"..."

"Kok belum ditutup?"

"Hihihi kan yang nelpon kamu..harusnya kamu duluan yang nutup telponnya.."

"Kamu dulu aja deh yang nutup.."

"Ga mau ah.. Kamu aja.."

"Kamu.."

"Kamu.."

"Kamu."

"Kamu."

"Yaudah deh, aku tutup ya..dadagh.."

"Yahhh ditutup... eh tapi bener juga sih ditutup, kalau engga pasti aku ga jadi-jadi mandi haha."

Sambil masih senyum-senyum, aku bersiap untuk mandi. Handuk, baju ganti, dan shampo sudah siap, lalu dengan semangat aku segera menuju kamar mandi. Ini kejadian langka, biasanya aku paling males buat mandi, apalagi sehabis pulang kerja begini. Tapi ternyata begitu sampai kamar mandi dan nyalain lampu..Jegerrr!

Lampunya mati sodara-sodara.

Untung aku punya lampu cadangan. Jadi langsung saja aku ambil kursi trus aku panjat buat ngeganti lampu. Yahh gitu deh resiko tinggal sendiri, biarpun cewek tetep kudu manjat-manjat sendiri. Rupanya sekalipun udan manjat kursi, langit-langit kamar mandiku masih masih ketinggian, aku harus jinjit dulu baru bisa pegang lampunya. Aku putarlah lampu itu kemudian..

"ASTAGHFIRULLAH!!!", aku menjerit.

Aku tersetrum -..-
Karena posisiku memutar lampu tadi sambil berjinjit, ternyata tanpa sadar aku menarik lampu itu, yang mengakibatkan body-nya terlepas dari bagian yang menempel di colokan lampu. Kebetulan sekali ada kawat yang jadi mencuat lalu menempel ke tanganku. Kebetulan lagi, tadi aku lupa mematikan saklar listriknya. Dan mungkin juga kebetulan, waktu itu belum takdirnya aku mati.

Waktu itu aku bersyukur sekali tidak mati. Pertama, karena aku masih pengen ditelpon kamu hihi. Kedua, apa kerennya coba mati di kamar mandi?! Udah sendiri pula dirumah. Jangan-jangan nanti setelah seminggu baru mayatku ditemukan. Hih, naudzubillah!

Tapi kalau dipikir sekarang, mungkin ada baiknya dulu mati. Pertama, kalimat terakhir yang aku ucapkan waktu itu cukup keren. Kedua, yang aku tau saat itu kamu masih sayang aku. Hmm terdengar seperti khusnul khotimah buat aku.

Hhahah dangkal sekali.

Nb: bagian kesetrumnya itu berdasarkankisah nyata. Berhati-hatilah saat mengganti lampu. Matikan saklar terlebih dahulu.

Leave a Reply