Kalau Masih Boleh Beralasan

Sebelumnya abaikan soal penggunaan istilah hijab, jilbab, kerudung, khimar atau apalah itu. But you know what i mean, right?

Lumayan banyak yang pernah nanya ke saya, "kamu kenapa ga pake jilbab aja yen?" atau "kamu ga pengen pake jilbab aja yen?" Apalagi mereka yang sering melihat saya sukanya pakai baju-baju lengan panjang, bahkan blouse nya busana muslim atau gamis, cuma minus kerudungnya aja. Mereka bilang..kan sekalian..

Biasanya saya cuma jawab "ya ga kenapa-kenapa, belum aja.." sambil senyum atau ketawa

Saya tidak pernah bisa beralasan seperti yang banyak orang-orang kemukakan. Pasalnya saya memang tidak pernah merasa alasan-alasan tersebut benar, apalagi meyakini, setuju dan menjadikan alasan tersebut sebagai alasan saya bertindak. 

Tapi..

Setelah berpikir dan berpikir. Kalau masih boleh saya beralasan.. ini alasan saya

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) - Sumber: muslim.or.id

Kamu tahu, beberapa orang dan beberapa media sempat bilang "kamu keliatan makin cantik loh  kalo berjilbab", ini sejak kapan jilbab jadi semacam operasi plastik? Kadang mereka juga bilang "cowok sekarang sukanya nyari pacar/istri yang berjilbab loh!" Ieuh.. Lain waktu mereka bilang, enakan pake jilbab kulitmu jadi putih ga kena matahari. Setelah denger itu kemudian saya malah main panas-panasan. Mereka pikir dengan mengatakan hal-hal seperti itu bisa membuat saya berjilbab. Yang ada saya malah makin males. Saya sudah sangat lama punya rencana berjilbab tapi saya ga pengen berjilbab dengan alasan-alasan yang mereka bilang itu. Ga pengen berjilbab cuma karena musim, cuma karena pengen putih, cuma karena pengen ditaksir cowok. Itu konyol. 

Apalagi kalau mereka bilang berjilbab merupakan ibadah. Ga seharusnya beribadah itu dikarenakan manusia atau dunia. Ibadah kan harusnya Lillahi ta'ala.

Gimana? Terdengar seperti pembenaran ya? 

Haha bisa jadi. Maybe i am just a person who loved the idea of not being what people expect me to be. Kayak sekarang ini, semakin kamu suruh-suruh aku move on, aku semakin stuck. #eh #salahfokus


6 Responses so far.

  1. Enny Law says:

    bukan sekedar masalah niat tapi hidayah.
    Hidayah cuma milik Alloh, semoga aja kamu dapet hidayah.
    meski berniat baik tapi gak dapet hidayah atau jalannya ya gak bakal bisa.

  2. Kacho says:

    Hng...buatku sih itu mah ga masalah. lagipula soal pake jilbab tambah cantik itu beneran loh,,, kebanyakan. aku liat temen2ku juga gitu kok. Lagian, mosok yo semua yang tambah cantik jadi disama2in sama operasi plastik :p

    Jadi kadang ya jangan salah sangka lah, mereka bisa jadi hanya urun pendapat untuk mendorongmu. Bukan mencarikan alasan untukmu berjilbab.

    Dan ngomong2, memang itu yang kamu jelaskan memang terdengar seperti pembenaran :p

    Btw, jilbab itu ibadah. Kalo ada orang bilang gitu, terus kamu jawab emang ibadah itu untuk manusia? Lah emang kamu ibadahnya buat manusia apa Tuhan lho? Kalo buat Tuhan ya jelas harusnya untuk Tuhan lah. Maksudnya, ketika kamu mengetahui itu adalah "ibadah", maka jika kamu benar cinta pada Tuhan-mu, hendaknya lah kamu melaksanakannya, karena Tuhanmu, saat kamu mengetahui bahwa jilbab itu ibadah.

    Btw, terlepas dari diharapkan orang atau tidak, tapi ini kan soal kamu, bukan soal orangnya. Jadi, mau "dibentuk" sama pemikiran orang atau membentuk diri sendiri? Toh, orang ga berhak memutuskan apapun tentang hidupmu. Kalau emang ga terima alasan yang dikasih orang lain, ya putuskan aja emang apa kamu perlu itu? Kalau perlu kenapa? terus halangannya apa aja? emang apa yang harus kamu lakuin untuk menghadapi halangan itu?
    Kecuali, kalo emang kamu-nya yang sebenarnya emang ga mau, atau belom mau? well, putuskan sendiri

  3. ikutan ah..

    beribadah karena manusia itu memang tidak baik, tapi tidak jadi beribadah karena manusia juga bukan berarti lebih baik. dan daripada sibuk mencari alasan untuk menolak, ayo dicoba mulai sekarang mencari alasan untuk bisa lebih menerima. belajar lebih membuka hati dan merendahkan diri sejenak.

    karena banyak juga loh orang diluar sana yang setelah ditunjukkan kebenaran tapi masih enggan mengikuti. bukan karena mereka menolak pada dasarnya, bukan juga karena enggan atau tidak mau, tapi lebih karena mereka merasa tinggi hati, merasa argumen dan alasan yang mereka punya lebih baik daripada yang lain.

    kalau memang sudah niat lillahi ta'ala ya sudah, lakukan saja. tidak usah memperdulikan kata orang. kalau ada respon negatif ya di skip aja. dan misal ada yang menganggapi positif anggap itu sebagai bonus karena niatnya sudah benar. walaupun sebenernya mereka yang bekerudung memang ada kecenderungan kelihatan lebih.. you know lah.. udah berkerudung, pakai kacamata pula..

  4. YeN says:

    @enny: aamiin..terima kasih en..

    @kacho: lah kan emang itu maksud dari yang saya tulis disitu~

    @ex-brigade: iya benar, terima kasih..dan...ohh ternyata suka yang berkerudung dan berkacamata ya hahaha

  5. Kacho says:

    Maksudq, saat kamu beralasan : "Maybe i am just a person who loved the idea of not being what people expect me to be.". Mnurutku itu sama aja kamu dikendalikan oleh harapan orang padamu, tapi dalam bentuk yang berlawanan dengan menurut. Karena hakikatnya, kamu masih sangat terpengaruh oleh harapan orang lain, yang bisa jadi mempengaruhi nilai-nilai yang ada dalam dirimu, well itu kalau kamu merasa berjilbab memang adalah "kewajiban" dan memang seharusnya dilakukan.

    Kalau emang ga dikendalikan, maka seharusnya kamu akan tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan, entah itu jadi harapan orang lain terhadapmu atau tidak. Entah kamu sebenarnya ga pingin memenuhi harapan orang lain terhadapmu atau tidak begitu. Soalnya yang terpenting buatmu bukanlah orang lain, atau "ego"-mu thd orang lain. Tapi, ya nilai-nilai yang kamu pegang itu.

  6. YeN says:

    ya maksudku seperti yang kamu bilang itu

Leave a Reply