LOKER

Day 1st
Persiapan pulang kerja
Matikan laptop
Beresin kertas-kertas dan catatan
Masukin semua yang penting dalam loker
Nunggu jam pulang
Begitu jam pulang langsung pulang
Lupa kunci loker

Day 2nd
Persiapan pulang kerja
Matikan laptop
Beresin kertas-kertas dan catatan
Masukin semua yang penting dalam loker
Langsung kunci loker
Nunggu jam pulang
Tahunya kuncinya lupa dicabut dari loker

Day 3rd
Persiapan pulang kerja
Matikan laptop
Beresin kertas-kertas dan catatan
Masukin semua yang penting dalam loker
Langsung cabut kunci loker
Tahunya belum dikunci udah langsung dicabut aja

Day 4th
Persiapan pulang kerja
Matikan laptop
Beresin kertas-kertas dan catatan
Masukin semua yang penting dalam loker
Langsung kunci loker
Langsung cabut kunci loker
Eh tahunya ada barang penting yang ketinggalan belum dimasukin loker

Day 5th
Panggil anak magang
Bilang, "Mulai sekarang kamu yang beresin ya kalau udah waktunya pulang".


PROBLEM SOLVED!
#truestory dengan penyesuaian seperlunya tanpa mengubah inti cerita

Pilihan

"Silahkan kawin jika itu yang anda
inginkan; seandainya anda
mendapat seorang istri yang baik,
anda akan bahagia, sekiranya anda
mendapat seorang istri yang jelek,
anda akan menjadi seorang filsuf."
-Socrates


Kira-kira begitulah yang dikatakan socrates.
Aku sih sangat ingin membuatmu jadi orang yang berbahagia.
Tapi kamu lebih memilih jadi filsuf.
Dah aku mah apa atuh,
Cuma papan reklame yang dilewatin gitu aja..

Pup

Suatu kali, saat saya sekeluarga dalam perjalanan menuju suatu tempat, secara tiba-tiba ada pengendara motor yang menyalip kendaraan kami dengan kecepatan tinggi dan lumayan ugal-ugalan. Kaget sih pasti, sebel juga, tapi kemudian kakak saya yang lagi nyetir komentar, "Kebelet ngeseng iku paling (baca: kebelet pup itu mungkin)". Saya cuma ketawa.

Kejadian tadi pun lalu terlupakan begitu saja. Sampai suatu hari...

Sepulang kerja saya diajak makan-makan sama temen. Lupa sih waktu itu makan apaan. Yang jelas sesudah makan kenyang dan capek ngobrol berjam-jam, kita berpisah buat pulang ke rumah masing-masing. Seperti biasa saya naik motor kesayangan, tapi kok pas lagi enak-enak nyetir tiba-tiba pertu kerasa kriuk-kriuk tapi bukan laper.

Iya. Perut saya mules alias kebelet pup. Entah karena ga cocok sama makanan yang tadi dimakan atau simply karena perut kepenuhan isi, pokoknya kebelet ini menuntut untuk segera diselesaikan. Padahal perjalanan ke rumah saya belum ada setengahnya. Kurang lebih perlu waktu 45 menit lagi atau harus menempuh jarak sekitar 20km lebih. Kacau kan. Saya udah berusaha tahan-tahan dan saya tancap gas kendaraan saya, siapa tahu masih keburu buat pup di rumah. Namun yang kelihatannya mustahil kali ini memang mustahil. Saya nyerah lalu segera ngebut mencari pom bensin terdekat.

Sesudah masalah terselesaikan, kamu tahu apa yang saya pikirkan?

Mungkin ini yang bisa jadi dihadapi sama pengendara motor ugal-ugalan waktu lalu, yang dikatain sama kakak saya lagi kebelet pup. Betapa tadi mungkin saya juga sama ugal-ugalannya kayak orang itu lantaran buru-buru buat nyari toilet. Betapa kasihan orang itu kalau misalkan malah disumpahin supaya nabrak, kecelakaan dsb dsb.

Engga, saya ga bermaksud buat membela orang-orang yang ugal-ugalan. Cuma mau menambahkan sedikit sudut pandang baru. Yang mana supaya kita ga gampang menghakimi orang, karena kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh orang lain, apa saja yang telah mereka alami dan apa akibatnya jika mereka tidak melakukan hal itu. Bisa jadi suatu saat kita yang ada di posisi mereka.

Eh duh ini kenapa postingan pertama tahun ini jadi soal pup gini..